Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Tausyiah Ustadz Wandi Syaputra: Kurban Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Bukti Ketakwaan
Sudah Mampu Tapi Belum Berkurban? Simak Peringatan Rasulullah
PelalawanPos- Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam kembali diingatkan tentang pentingnya ibadah kurban. Dalam tausyiahnya, Ustadz Wandi Syaputra mengangkat tema yang menggugah kesadaran umat: “Sudah Mampu Tapi Belum Berkurban? Simak Peringatan Rasulullah.”
Menurut Ustadz Wandi, berkurban bukan sekadar ritual tahunan atau tradisi semata, tetapi wujud nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.
“Banyak orang yang secara finansial sebenarnya mampu membeli hewan kurban, tetapi masih menunda atau bahkan mengabaikannya. Padahal Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada orang yang mampu namun enggan berkurban,” ujar
Ustadz Wandi dalam tausyiahnya.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:
"Barang siapa memiliki kelapangan (rezeki) namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami."(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Menurutnya, hadits ini menjadi alarm spiritual bagi umat Islam agar tidak meremehkan ibadah kurban.
“Memang para ulama berbeda pendapat mengenai hukum kurban. Mayoritas menyatakan sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan, sementara sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah memandangnya wajib bagi yang mampu. Artinya, minimal jangan pernah merasa ibadah ini ringan untuk ditinggalkan,” jelasnya.
Ustadz Wandi menegaskan, ukuran “mampu” dalam berkurban adalah ketika seseorang memiliki kelebihan harta setelah kebutuhan pokok keluarga terpenuhi.
“Kalau kita sanggup membeli gadget baru, mengganti kendaraan, atau liburan, tetapi masih berat membeli kambing atau patungan sapi untuk ibadah, maka perlu bertanya pada diri sendiri: di mana prioritas iman kita?” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kurban mengandung nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan bukan hanya mengenyangkan perut masyarakat kurang mampu, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Jangan tunggu kaya raya untuk berkurban. Justru dengan berkurban, kita sedang mengetuk pintu keberkahan rezeki. Allah tidak melihat besar kecil hewannya, tapi ketulusan hati kita,” tambahnya.
Di akhir tausyiah, Ustadz Wandi mengajak umat Islam yang telah diberikan kelapangan rezeki agar tidak melewatkan momentum Iduladha tahun ini.
“Kalau tahun lalu belum berkurban, tahun ini niatkan. Jangan sampai kita termasuk orang yang mampu, tetapi lalai terhadap panggilan Allah. Karena setiap tetes darah hewan kurban itu akan menjadi saksi cinta kita kepada-Nya,” tutupnya.***
Tausiyah Menyentuh Hati, Ustadz Wandi Ingatkan Kemuliaan Tak Diukur dari Harta
PELALAWAN (PelalawanPos)– Tausiyah yang disampaikan Ustadz Wandi Sy.
“Keberkahan dalam Keterbatasan” Tausyiah Ustad Wandi Saputra
PelalawanPos.Co – Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntut.
Kisruh Dana Zakat untuk Z-Park Memanas, Alumni UIN Suska: Sudah Sesuai Fatwa MUI
Pelalawan (PelalawanPos)-Polemik pemanfaatan dana zakat untuk investa.
Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al-Kiram Bandar Seikijang Berlangsung Khidmat, Khatib Ajak Jaga Nilai Ramadhan
Bandar Seikijang (PelalawanPos)— Suasana penuh khidmat dan kebersam.
Bupati Zukri dan Wabup Husni Tamrin Sholat Idul Fitri Bersama Masyarakat di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos)– Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., M.
Masjid Al-Hidayah 131 Pangkalan Kerinci Gelar Sholat Idul Fitri Perdana Besok
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co) – Masjid Al-Hidayah 131 yang be.








