Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
KAMMI Riau Desak Kapolda Tetapkan Tersangka SPPD Fiktif atau Copot Dirkrimsus
PEKANBARU (Pelalawanpos) - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI ) Riau mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk segera menetapkan status tersangka kepada orang orang yang bertanggung jawab atas kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di DPRD Provinsi Riau. Ketua KAMMI Riau, Febriansyah mengatakan bahwa sampai saat ini, Dirkrimsus Polda Riau belum mengumumkan kepada publik progress kerja penyellidikan mereka atas kasus SPPD fiktif di DPRD Riau. Harusnya sudah ada tersangka yang ditetapkan namun sampai saat ini kelihatan kabur dan tak menunjukkan keseriusan korp Bhayangkara Riau mengungkap kasus ini secara terang benderang.
"Konferensi pers yang dijanjikan Diskrimsus selalu batal, semula akan dilaksanakan pada 19 Juni 2025 dan kembali batal pada 20 Juni tanpa alasan jelas, ini menambah kecurigaan publik bahwa penanganan kasus ini tidak sepenuhnya berpihak pada rakyat,"kata Febriansyah, Sabtu (21/6/2025)
Padahal, laporan dan pemeriksaan terhadap banyak saksi telah dilakukan sejak 2024, tetapi hingga hari ini belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Ini adalah bentuk pelecehan terhadap prinsip dasar penegakan hukum
"Sekaligus penghinaan terhadap rasa keadilan masyarakat,"tegas sang Ketua KAMMI Riau ini
Penting untuk ditegaskan bahwa dana yang dikorupsi dalam skema SPPD fiktif bukanlah uang elite politik Riau, tetapi uang rakyat Riau. Rakyat yang seharusnya mendapatkan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta akses pendidikan dan kesehatan yang lebih layak, justru dikorbankan untuk kepentingan elit politik.
"Jika kepolisian gagal menuntaskan kasus ini secara transparan, maka rakyat berhak menilai bahwa institusi hukum telah kehilangan marwahnya."tegas Febri
Terlebih, semangat pemberantasan korupsi secara tegas telah dicanangkan Presiden Prabowo dalam Asta Cita, khususnya pada poin kelima: memperkuat sistem penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
"Maka sangat ironis jika semangat pusat tidak dijalankan oleh aparat di daerah,"bebernya
KAMMI Wilayah Riau dengan ini mendesak Kapolda Riau untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus ini tanpa intervensi politik atau tekanan elite.
Jika Dirkrimsus terbukti lalai atau terkesan bermain-main dengan waktu, sudah sepatutnya ia dicopot demi menjaga integritas Polri. Rakyat Riau tidak butuh drama hukum dan sandiwara politik, melainkan keadilan yang pasti.
"Kasus SPPD fiktif ini adalah ujian, apakah hukum di Riau masih tunduk pada kekuasaan, atau benar-benar berpihak pada rakyat."pungkasnya***
Kejari Pelalawan Turun ke Jalan, Ajak Warga Bersama Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi
PANGKALAN KERINCI, PelalawanPos.co —Upaya membangun kesadaran masya.
Diduga Cabuli Anak dan Sebar Video Seksual di WhatsApp, Pelaku Dibekuk Polres Pelalawan
Kerumutan (PelalawanPos.co)– Keresahan masyarakat di Kecamatan Keru.
Diresahkan Warga, Warung Karaoke dan Dugaan Prostitusi di Langgam Dirazia Tengah Malam: 7 Wanita Terjaring
Langgam (PelalawanPos.co)– Menindaklanjuti keresahan masyarakat ter.
Pemasangan Spanduk Lahan TUKS PT Arara Abadi Batal, Kuasa Hukum Klaim Dihadang Security
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)— Rencana pemasangan spanduk pemberi.
Karhutla Mengintai Riau, APARI Desak Aparat Perketat Pengawasan dan Eksekusi Putusan PT SSS
PEKANBARU (PelalawanPos.co)— Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Kar.
KMPKS Desak Kapolda Riau Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli Proyek Perbaikan Jalan Rp1,2 Miliar di Rohul
Pekanbaru (PelalawanPos.co)- Ratusan massa yang tergabung dalam Kesat.








