• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 17646 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 17119 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 27253 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 30775 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 32739 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pelalawan

Kematian Gajah di Konsesi RAPP: Bukti Gagalnya Pengawasan Negara dan Kelalaian Korporasi

Redaksi

Senin, 09 Februari 2026 10:18:00 WIB
Cetak
Kematian Gajah di Konsesi RAPP: Bukti Gagalnya Pengawasan Negara dan Kelalaian Korporasi
Zakaria Juniarto, S.I.Kom.

Pelalawan (PelalawanPos)– Kematian seekor gajah Sumatera di areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan menjadi bukti telanjang gagalnya pengawasan negara serta lalainya tanggung jawab korporasi dalam melindungi satwa liar yang dilindungi undang-undang. Dugaan kuat bahwa gajah tersebut diburu dan tewas akibat luka tembak bukan sekadar tragedi ekologis, melainkan kejahatan serius yang terjadi di bawah pengelolaan izin resmi negara.

Perlu ditegaskan, areal konsesi bukanlah wilayah tanpa hukum. Ketika negara memberikan izin pengelolaan hutan skala besar kepada sebuah korporasi, maka bersamaan dengan itu melekat kewajiban mutlak untuk melindungi hutan, koridor satwa, serta kawasan bernilai konservasi tinggi atau High Conservation Value (HCV). Fakta bahwa seekor gajah jantan berusia lebih dari 40 tahun dapat dibunuh di dalam kawasan konsesi menunjukkan satu kesimpulan tegas: sistem perlindungan yang selama ini diklaim tidak berjalan efektif.

Sebagai pemuda Pelalawan, penulis menolak narasi yang hanya berfokus pada “pencarian pelaku” di lapangan. Pelaku memang harus dihukum, namun akar persoalan terletak pada pembiaran yang bersifat struktural. Perburuan satwa sebesar gajah—yang bukan satwa kecil dan sulit terdeteksi—mustahil terjadi tanpa adanya kelalaian pengawasan. Pertanyaan mendasar pun muncul: di mana patroli rutin? Di mana sistem pemantauan pergerakan satwa? Dan di mana mekanisme deteksi dini terhadap ancaman perburuan liar?

Jika sistem pengawasan berjalan sebagaimana mestinya, gajah tersebut tidak mungkin mati selama hampir dua minggu di dalam hutan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi membusuk. Fakta ini semestinya cukup untuk menyimpulkan bahwa perlindungan satwa di areal konsesi tidak berjalan maksimal, atau bahkan hanya sebatas formalitas administratif untuk memenuhi kewajiban laporan dan sertifikasi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kasus ini membuka dugaan bahwa areal konsesi telah berubah menjadi ruang aman bagi kejahatan terhadap satwa liar akibat lemahnya kontrol dan minimnya transparansi. Ketika kawasan konsesi dikelola secara tertutup dari pengawasan publik, maka yang tercipta bukanlah pengelolaan hutan berkelanjutan, melainkan zona abu-abu yang rawan pelanggaran ekologis.

Pemerintah tidak boleh berhenti pada pemeriksaan simbolik terhadap manajemen perusahaan. Audit menyeluruh harus dilakukan dan hasilnya diumumkan kepada publik. Audit tersebut harus menjawab secara jelas: apakah kewajiban HCV benar-benar dijalankan, seberapa rutin patroli dilakukan, bagaimana standar pengamanan terhadap perburuan liar diterapkan, serta sanksi konkret apa yang akan dijatuhkan jika seluruh kewajiban itu hanya ada di atas kertas.

Jika kelalaian terbukti namun tidak diikuti dengan konsekuensi tegas, maka negara secara tidak langsung turut bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut. Impunitas terhadap kelalaian korporasi adalah jalan pintas menuju kepunahan satwa liar.

Pemuda Pelalawan menolak untuk diam. Tuntutan yang disampaikan antara lain evaluasi serius terhadap izin konsesi, penerapan sanksi nyata atas kelalaian perlindungan satwa termasuk opsi pembatasan atau pencabutan izin, keterlibatan masyarakat dan pemuda lokal dalam pengawasan independen, serta transparansi penuh atas hasil penyelidikan dan audit kepada publik.

Kematian satu gajah Sumatera bukan sekadar angka statistik. Ia adalah tanda bahaya bahwa pengelolaan hutan di negeri ini sedang berada di jalur yang keliru. Jika negara terus abai dan korporasi terus berlindung di balik laporan administratif, maka yang sedang terjadi bukan pembangunan, melainkan kepunahan yang dilegalkan oleh kelalaian.
 

Penulis: Zakaria Juniarto, S.I.Kom
Pemuda Pelalawan


 Editor : Rh

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Bupati Zukri Hadiri Kunker Komisi II DPR RI, Dorong Penguatan Peran BUMD di Riau

Jumat, 03 April 2026 - 10:21:46 WIB

Pekanbaru (PelalawanPos)— Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M meng.

Nasional

Kombes Pol Suwinto Dampingi Mendagri Tinjau Lokasi Bencana di Sumatera Utara

Ahad, 29 Maret 2026 - 13:19:51 WIB

Sumatera Utara (PelalawanPos)– Mantan Kapolres Pelalawan, Suwinto, .

Nasional

Aktivis Duga Jadi Korban Penyiraman Air Keras, KMPKS Desak Perlindungan HAM dan Evaluasi Menteri HAM

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:33:08 WIB

PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos) – Dugaan tindak kekerasan terhadap.

Nasional

Kapolri Tinjau PLG Tesso Nilo, Tegaskan Komitmen Pulihkan 81 Ribu Hektare Habitat Gajah Sumatera

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:00:46 WIB

PELALAWAN (PelalawanPos) – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan .

Nasional

Kebakaran Lahan di Merbau Pelalawan Berhasil Dikendalikan, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:29:59 WIB

PELALAWAN (PelalawanPos.co)– Kebakaran lahan yang terjadi di kawasa.

Nasional

Diduga Kelola Kebun Sawit di Kawasan Hutan, PT Guna Dodos Terseret Dugaan Perizinan Bermasalah di Pelalawan

Senin, 09 Maret 2026 - 15:16:22 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)— Aktivitas perkebunan kelapa sa.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Bupati Zukri Hadiri Kunker Komisi II DPR RI, Dorong Penguatan Peran BUMD di Riau
03 April 2026
Kabaras FC Juara Fourfeo Garuda Muda League 2026 di Pangkalan Kerinci
02 April 2026
Bupati Zukri Hadiri Halal Bihalal APRIL Group, Dorong Hilirisasi dan Penguatan Ekonomi Pelalawan
01 April 2026
Dukung Ketahanan Pangan Desa, PT WBL Salurkan Bantuan Budidaya Ikan dan Jamur Tiram di Singingi Hilir
01 April 2026
Perkuat Pencegahan Karhutla, PT NWR Salurkan Bantuan Mesin Mini Striker untuk MPA
31 Maret 2026
Karhutla Mulai Terkendali, Bupati Zukri Puji Sinergi Tim Gabungan
30 Maret 2026
Kapolres Pelalawan Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Teluk Meranti
30 Maret 2026
Pemadaman Karhutla Sempat Terkendala, Api Kini Berhasil Dipadamkan
29 Maret 2026
Kombes Pol Suwinto Dampingi Mendagri Tinjau Lokasi Bencana di Sumatera Utara
29 Maret 2026
Kunjungan Wisatawan ke Z-Park Pangkalan Kerinci Terus Meningkat Pasca Lebaran
28 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Karhutla Mulai Terkendali, Bupati Zukri Puji Sinergi Tim Gabungan
  • 2 Kombes Pol Suwinto Dampingi Mendagri Tinjau Lokasi Bencana di Sumatera Utara
  • 3 Kunjungan Wisatawan ke Z-Park Pangkalan Kerinci Terus Meningkat Pasca Lebaran
  • 4 Sejumlah Pejabat Polres Pelalawan Berganti, Kapolres Tekankan Profesionalisme
  • 5 Bupati Zukri Pimpin Apel Perdana dan Halal Bihalal ASN Pemkab Pelalawan Usai Idul Fitri 1447 H
  • 6 Bupati Pelalawan Panen Cabe Perdana di Kuala Panduk, Hasilnya untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
  • 7 Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al-Kiram Bandar Seikijang Berlangsung Khidmat, Khatib Ajak Jaga Nilai Ramadhan

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media