• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 24329 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 23715 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 33859 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 37348 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 39669 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pelalawan

Kematian Gajah di Konsesi RAPP: Bukti Gagalnya Pengawasan Negara dan Kelalaian Korporasi

Redaksi

Senin, 09 Februari 2026 10:18:00 WIB
Cetak
Kematian Gajah di Konsesi RAPP: Bukti Gagalnya Pengawasan Negara dan Kelalaian Korporasi
Zakaria Juniarto, S.I.Kom.

Pelalawan (PelalawanPos)– Kematian seekor gajah Sumatera di areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan menjadi bukti telanjang gagalnya pengawasan negara serta lalainya tanggung jawab korporasi dalam melindungi satwa liar yang dilindungi undang-undang. Dugaan kuat bahwa gajah tersebut diburu dan tewas akibat luka tembak bukan sekadar tragedi ekologis, melainkan kejahatan serius yang terjadi di bawah pengelolaan izin resmi negara.

Perlu ditegaskan, areal konsesi bukanlah wilayah tanpa hukum. Ketika negara memberikan izin pengelolaan hutan skala besar kepada sebuah korporasi, maka bersamaan dengan itu melekat kewajiban mutlak untuk melindungi hutan, koridor satwa, serta kawasan bernilai konservasi tinggi atau High Conservation Value (HCV). Fakta bahwa seekor gajah jantan berusia lebih dari 40 tahun dapat dibunuh di dalam kawasan konsesi menunjukkan satu kesimpulan tegas: sistem perlindungan yang selama ini diklaim tidak berjalan efektif.

Sebagai pemuda Pelalawan, penulis menolak narasi yang hanya berfokus pada “pencarian pelaku” di lapangan. Pelaku memang harus dihukum, namun akar persoalan terletak pada pembiaran yang bersifat struktural. Perburuan satwa sebesar gajah—yang bukan satwa kecil dan sulit terdeteksi—mustahil terjadi tanpa adanya kelalaian pengawasan. Pertanyaan mendasar pun muncul: di mana patroli rutin? Di mana sistem pemantauan pergerakan satwa? Dan di mana mekanisme deteksi dini terhadap ancaman perburuan liar?

Jika sistem pengawasan berjalan sebagaimana mestinya, gajah tersebut tidak mungkin mati selama hampir dua minggu di dalam hutan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi membusuk. Fakta ini semestinya cukup untuk menyimpulkan bahwa perlindungan satwa di areal konsesi tidak berjalan maksimal, atau bahkan hanya sebatas formalitas administratif untuk memenuhi kewajiban laporan dan sertifikasi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kasus ini membuka dugaan bahwa areal konsesi telah berubah menjadi ruang aman bagi kejahatan terhadap satwa liar akibat lemahnya kontrol dan minimnya transparansi. Ketika kawasan konsesi dikelola secara tertutup dari pengawasan publik, maka yang tercipta bukanlah pengelolaan hutan berkelanjutan, melainkan zona abu-abu yang rawan pelanggaran ekologis.

Pemerintah tidak boleh berhenti pada pemeriksaan simbolik terhadap manajemen perusahaan. Audit menyeluruh harus dilakukan dan hasilnya diumumkan kepada publik. Audit tersebut harus menjawab secara jelas: apakah kewajiban HCV benar-benar dijalankan, seberapa rutin patroli dilakukan, bagaimana standar pengamanan terhadap perburuan liar diterapkan, serta sanksi konkret apa yang akan dijatuhkan jika seluruh kewajiban itu hanya ada di atas kertas.

Jika kelalaian terbukti namun tidak diikuti dengan konsekuensi tegas, maka negara secara tidak langsung turut bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut. Impunitas terhadap kelalaian korporasi adalah jalan pintas menuju kepunahan satwa liar.

Pemuda Pelalawan menolak untuk diam. Tuntutan yang disampaikan antara lain evaluasi serius terhadap izin konsesi, penerapan sanksi nyata atas kelalaian perlindungan satwa termasuk opsi pembatasan atau pencabutan izin, keterlibatan masyarakat dan pemuda lokal dalam pengawasan independen, serta transparansi penuh atas hasil penyelidikan dan audit kepada publik.

Kematian satu gajah Sumatera bukan sekadar angka statistik. Ia adalah tanda bahaya bahwa pengelolaan hutan di negeri ini sedang berada di jalur yang keliru. Jika negara terus abai dan korporasi terus berlindung di balik laporan administratif, maka yang sedang terjadi bukan pembangunan, melainkan kepunahan yang dilegalkan oleh kelalaian.
 

Penulis: Zakaria Juniarto, S.I.Kom
Pemuda Pelalawan


 Editor : Rh

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Terima Pin Emas JMSI Riau, Apresiasi Kemitraan Media dalam Menjaga Kebangsaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:01:43 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos)– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam).

Nasional

UAS Terima JMSI Award 2026, Dinobatkan sebagai "Voice of the Ummah"

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:42:54 WIB

Pekanbaru (PelalawanPos)– Pendakwah kondang nasional, Ustadz Abdul .

Nasional

Saat Harga Sawit Bergejolak, Bupati Zukri Berdiri di Tengah Petani Pelalawan

Rabu, 27 Mei 2026 - 04:10:41 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)-Di bawah terik matahari siang di .

Nasional

Donor Darah ke-75 KDD Riau Kompleks RAPP Pecahkan Semangat Kemanusiaan, Terkumpul 1.257 Kantong Darah

Senin, 25 Mei 2026 - 09:18:26 WIB

PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)— Semangat kemanusiaan kembali berg.

Nasional

Wahyu Trinanda Puteri Dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau 2026, Harumkan Nama Pelalawan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27:57 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos)— Malam Grand Final Duta Pariwisata Riau 20.

Nasional

Direktur BPR Dana Amanah Ellisa Susanti Raih Inspiring Woman Excellence Award 2026

Ahad, 24 Mei 2026 - 08:30:15 WIB

Jakarta (PelalawanPos)— Sorot lampu panggung malam itu seakan menja.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Lautan Manusia Sambut 1448 Hijriah, Pelalawan Ukir Tradisi Baru Bersama UAS dan Ikan Bakar 5,5 Ton
16 Juni 2026
Tangis Haru Sambut Kepulangan 223 Jamaah Haji Pelalawan, Bupati Zukri: Semoga Menjadi Haji Mabrur
16 Juni 2026
Polres Pelalawan Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Pencabulan Anak 7 Tahun Diamankan Warga dan Polisi
16 Juni 2026
Gladi Akbar Sukses Digelar, Zukri-Husni Pastikan Semarak Tahun Baru Islam di Pelalawan Berjalan Meriah
15 Juni 2026
Mahasiswa Pelalawan Bergerak, IPMKP Desak Bupati Panggil PT SHL
15 Juni 2026
Sadis! Remaja Penolong Dibunuh Demi Motor, Polisi Kejar Pelaku Hingga Banten
13 Juni 2026
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Terima Pin Emas JMSI Riau, Apresiasi Kemitraan Media dalam Menjaga Kebangsaan
13 Juni 2026
Rahmat Pantun Resmi Ditunjuk Jadi Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan Tanah Putih Tanjung Melawan
12 Juni 2026
UAS Terima JMSI Award 2026, Dinobatkan sebagai "Voice of the Ummah"
12 Juni 2026
Pertama Ekspansi ke Kampus, Yong Bengkalis Resmi Hadir di UIR
12 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lautan Manusia Sambut 1448 Hijriah, Pelalawan Ukir Tradisi Baru Bersama UAS dan Ikan Bakar 5,5 Ton
  • 2 Mahasiswa Pelalawan Bergerak, IPMKP Desak Bupati Panggil PT SHL
  • 3 Sadis! Remaja Penolong Dibunuh Demi Motor, Polisi Kejar Pelaku Hingga Banten
  • 4 UAS Terima JMSI Award 2026, Dinobatkan sebagai "Voice of the Ummah"
  • 5 Sambut Tahun Baru Islam, Camat Pangkalan Kerinci Libatkan Forum RT/RW Sukseskan Semarak 1 Muharram 1448 H
  • 6 Harapan Baru dari Tesso Nilo, Kapolda Riau Beri Nama Anak Gajah Sumatera "Nona Seroja"
  • 7 Heboh Sorotan SDN 013 Kerinci Timur, Aktivis: Saatnya Cari Solusi, Bukan Saling Menyalahkan

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media