Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Polres Pelalawan Selidiki Temuan Gajah Mati di Areal Konsesi PT RAPP Ukui
Ukui (PelalawanPos)-Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) terkait temuan seekor gajah yang ditemukan mati di areal sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
Pengecekan TKP tersebut melibatkan tim gabungan dari Polres Pelalawan, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau, Polisi Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta pihak PT RAPP.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata, S.Trk., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa gajah tersebut ditemukan dalam kondisi tidak wajar. Saat ditemukan, bagian kepala gajah diketahui telah terpotong dan posisi bangkai berada dalam keadaan duduk.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi olah TKP serta pengambilan keterangan dari para saksi,” ujar AKP I Gede Yoga Eka Pranata.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin IPTU Imam Yusuf Hanura, M.H., telah mengambil sejumlah sampel tanah di sekitar lokasi penemuan bangkai gajah untuk dilakukan uji laboratorium guna mengungkap kemungkinan penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.
Pihak PT RAPP juga menyatakan telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat kepolisian dalam proses penyelidikan. Melalui Humas PT RAPP, perusahaan menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh upaya penegakan hukum terkait kasus tersebut.
“Kami akan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini,” ujar perwakilan Humas PT RAPP.
Sementara itu, saksi yang pertama kali menemukan bangkai gajah, Winarno, menuturkan bahwa penemuan tersebut terjadi pada Senin malam, 2 Februari 2026. Ia mengaku awalnya mencium bau busuk dari arah dalam hutan sebelum akhirnya menemukan bangkai gajah tersebut.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi. Setelah menemukan bangkai gajah, saya langsung melaporkannya ke pihak keamanan,” ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Pelalawan bersama jajaran Polsek Ukui langsung turun ke lokasi pada Selasa, 3 Februari 2026.
Selanjutnya, pada Rabu, 4 Februari 2026, tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus Polda Riau, Tim Labfor Polda Riau, dan BKSDA melakukan kegiatan nekropsi di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihak kepolisian berharap dapat segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian satwa liar yang dilindungi tersebut.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan upaya perlindungan terhadap satwa liar di wilayah hukum Polres Pelalawan. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan atau mengetahui adanya tindak pidana,” tegas AKP I Gede Yoga Eka Pranata.
Ia menambahkan, masyarakat dapat melapor melalui kantor kepolisian terdekat atau menghubungi layanan darurat kepolisian di nomor 110.***
Diduga Tak Kantongi Identitas Resmi, Oknum Jukir Paksa Pemotor Bayar Parkir di Depan Tokoh Toserba 600 Pangkalan Kerinci
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos.co)— Aktivitas parkir di kawasan La.
Wabup Pelalawan Bersama Kapolres Turun Langsung Padamkan Karhutla di Teluk Binjai
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutl.
Ribuan Warga Kepung PKS PT THIP, Tuding 28 Tahun Tak Beri Manfaat: Ancam Rebut Hak Jika Tuntutan Diabaikan
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Gelombang protes besar mengguncang.
Warga Terbangiang dan Lipai Bulan Tolak Pengelolaan Lahan 92,2 Hektare oleh KSO PT Agrinas, Minta Presiden Prabowo Kembalikan Tanah Milik Masyarakat
Pelalawan (PelalawanPos.co) – Konflik agraria kembali mencuat di Ka.
Heboh! Buaya 1,5 Meter Terjerat Pancing Tradisional Nelayan di Sungai Kualo Kerinci, Warga Diminta Waspada
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos) – Warga yang bermukim di pinggiran.
Kolaborasi lintas sektor tekan karhutla dan perlindungan satwa di Langgam
PELALAWAN (Pelalawanpos) – Upaya bersama dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutl.








