• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 26282 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 25665 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 35818 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 39303 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 41741 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pelalawan

Pernyataan RAPP di COP 29 dan Founder Day RGE Menyesatkan

Jikalahari Minta Anak Buah Sukanto Tanoto Berhenti Bohongi Publik

Redaksi

Rabu, 11 Desember 2024 09:00:00 WIB
Cetak
Jikalahari Minta Anak Buah Sukanto Tanoto Berhenti Bohongi Publik

Pelalawan (PelalawanPos.co) - Forum pegiat lingkungan hidup dan pecinta alam yang tergabung dalam Jaringan kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) meminta April grup dan anak anak perusahaannya seperti RAPP  untuk menghentikan pembohongan publik yang menyesatkan.

RAPP disebut Jikalahari menyampaikan hal yang seakan akan perusahaan perusak hutan Riau itu telah melakukan banyak kebaikan kepada masyarakat padahal sebaliknya melakukan banyak kontribusi atas banyak kerusakan hutan di Riau.

"Sudah cukup APRIL Grup membohongi publik dengan menyatakan kontribusi positif mereka terhadap hutan, lingkungan dan masyarakat. Seharusnya mereka jujur dan masyarakat harus membuka mata, bahwa lebih banyak dampak negatif yang diberikan perusahaan ini terhadap lingkungan dan hutan kita,"tegas Koordinator Jikalahari Okto Yugo Setyo, Senin (9/12/2024)

Bahkan harusnya perusahaan milik taipan Sukanto Tanoto itu merasa malu karena mewariskan kerusakan hutan dan lingkungan untuk anak cucu  generasi yang akan datang. 

"Hutan yang telah mereka rusak belum juga mereka perbaiki, namun kerusakan-kerusakan lainnya terus mereka lakukan," imbuhnya.

Jikalahari bersama jaringan memetakan konflik yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan afiliasi APRIL Grup sejak perusahaan beroperasi di Riau. Konflik yang ditemukan di antaranya berkaitan dengan sengketa batas tanah ataupun tergusurnya masyarakat dari tanah ulayat, hilangnya sumber penghidupan masyarakat yang bergantung dari hasil hutan, kekerasan dan kriminalisasi terhadap masyarakat, perselisihan terkait kompensasi ganti rugi serta konflik lainnya berkaitan dengan polusi, kerusakan infrastruktur dan hal lainnya.

"Ditemukan ada sekitar 72 desa ataupun komunitas yang berkonflik dengan APRIL Grup dan perusahaan yang terafiliasi dengan mereka. Sekitar 82% diantaranya berkonflik berkaitan dengan isu penguasaan tanah dan penggusuran masyarakat sedangkan sisanya berkaitan dengan kekerasan dan kriminalisasi. Data yang tercatat disini hanyalah segelintir dari yang muncul ke permukaan. Tidak menutup kemungkinan ada lebih banyak konflik lainnya yang tidak tersorot ataupun terpublikasikan,"beber Okto Yudo.

Belum lagi masalah kerusakan hutan Riau yang disebabkan oleh operasional perusahaan nya Tan Kang Hoo ini, Jikalahari menemukan dalam 10 tahun terakhir, total 64.374,74 ha tutupan hutan alam yang telah hilang dalam areal konsesi perusahaan yang terafiliasi dengan APRIL Group/ RGE. 

"Artinya, APRIL Grup dalam 10 tahun terakhir telah berkontribusi menghilangkan hutan alam seluas kota Pekanbaru,"kata Okto

Sikap tegas Jikalahari yang meminta RAPP dan April grup untuk tidak melakukan pembohongan publik bukan tanpa alasan, menurut Okto. Saat berbicara di sesi dialog CEO di konferensi Iklim COP 29 di Baku Azerbaijan, 11 November 2024 lalu, Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper, unit operasional April Group, Sihol Aritonang, memberikan pernyataan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian hutan alam. Menyatakan bahwa kawasan HTI yang dikelola April berfungsi sebagai pelindung bagi hutan alam, pdahal yang terjadi sebaliknya

"April Grup terlibat dalam deforestasi, korupsi kehutanan, kebakaran hutan dan lahan serta konflik masyarakat dengan adat dan tempatan,"beber Okto

Tak sampai di situ, kebohongan demi kebohongan kembali di umbar grup RGE yang menaungi April, RAPP , Asian Agri dan perusahaan pemegang HTI di bawahnya. Saat perayaan Founder Day RGE, 7 November 2024, tanpa malu Chief Operating Officer (COO) PT. RAPP Eduward Ginting menyebutkan bahwa Perusahaan yang dipimpinnya itu telah memberikan banyak manfaat bagi Masyarakat di sekitar wilayah operasional.  Dan sudah menjadi komitmen owner untuk memberikan yang terbaik bagi Masyarakat.

"Selama berdirinya PT. RAPP sudah banyak masyarakat membantu dan kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Sesuai arahan pimpinan perusahaan Sukanto Tanoto, perusahaan diminta agar selalu mengedepankan pemberian yang baik kepada masyarakat dan hendaknya bantuan yang di berikan tepat sasaran,"kata Eduward Ginting di acara Founder Day RGE, Sabtu (7/12/2024)

Jikalahari mencatat, aktifitas RGE melalui perusahaan HTI yang terafilisasi dengannya lebih banyak menciptakan dampak negatif bagi hutan dan masyarakat Riau. Hutan yang terus dirusak, flora dan fauna yang hilang akibat kehilangan habitat alaminya, konflik dengan masyarakat yang tak berkesudahan dan bahkan akibatkan masyarakat adat kehilangan hutan tanahnya hingga berkontribusi meyebabkan masalah lingkungan yang akibatkan karhutla hingga banjir. 

"Belum lagi dari perbuatan mereka yang melawan hukum seperti melakukan illegal logging hingga suap untuk memperoleh izin banyak menimbulkan kerugian baik kerugian ekologis maupun kerugian lingkungan," pungkas Okto. (Tim)


 Editor : RH

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Deru Ketinting Menghidupkan Sungai Kampar, Harapan Baru Pariwisata Pelalawan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:37:31 WIB

Pelalawan (PelalawanPos)– Deru mesin ketinting memecah keheningan S.

Nasional

JMSI Riau dan Agrinas Palma Nusantara Gaungkan Sawit Berkelanjutan, Akademisi hingga Mahasiswa Antusias Berdiskusi

Senin, 29 Juni 2026 - 13:05:10 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos)– Komitmen mewujudkan industri kelapa sawit.

Nasional

Mengabdi dengan Hati, Bupati Zukri Raih Amanah Leadership Award JMSI Riau 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:01:04 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos.co)– Malam puncak peringatan Hari Ulang Tah.

Nasional

Kompak Cegah Karhutla, APP Gruop Dukung Basis Tata KelolaAir Gambut

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:54:48 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) - Korporasi Hutan Tanaman Industri (HTI) dibawah APP Group melalui unit .

Nasional

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Terima Pin Emas JMSI Riau, Apresiasi Kemitraan Media dalam Menjaga Kebangsaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:01:43 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos)– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam).

Nasional

UAS Terima JMSI Award 2026, Dinobatkan sebagai "Voice of the Ummah"

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:42:54 WIB

Pekanbaru (PelalawanPos)– Pendakwah kondang nasional, Ustadz Abdul .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Deru Ketinting Menghidupkan Sungai Kampar, Harapan Baru Pariwisata Pelalawan
10 Juli 2026
KAMMI Soroti Tata Kelola MBG, Desak Audit Dapur di Pelalawan
10 Juli 2026
Belum Sebulan Diperbaiki, Jalan Datuk Bandar Rusak Lagi Akibat Pengalihan Arus, Warga Tagih Tanggung Jawab
10 Juli 2026
MPLS SMAN 2 Pangkalan Kerinci Hadirkan JMSI, Siswa Dibekali Literasi Digital dan Pemahaman Hukum
09 Juli 2026
Bupati Zukri Turun Tangan! Kabel Semrawut di Pangkalan Kerinci Siap Dipotong, Provider Diultimatum
09 Juli 2026
SDN Bernas Jadikan MPLS Ajang Edukasi Perlindungan Anak, Komnas PA Beri Pemahaman Hukum
09 Juli 2026
Lima Terdakwa Korupsi Pupuk Subsidi di Pelalawan Resmi Disidangkan, Kejari Limpahkan Perkara ke Tipikor Pekanbaru
08 Juli 2026
Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Diresmikan, Bupati Zukri: Perkuat Konektivitas dan Dorong Ekonomi Pelalawan
08 Juli 2026
MPLS SDN 006 Pangkalan Kerinci Hadirkan Komnas PA, Ratusan Orang Tua Dibekali Pemahaman Hukum Perlindungan Anak
08 Juli 2026
Diduga Ada Upaya Damai Kasus Pencabulan Anak di Pelalawan, Komnas PA: Bisa Dipidana!
07 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Deru Ketinting Menghidupkan Sungai Kampar, Harapan Baru Pariwisata Pelalawan
  • 2 Bupati Zukri Turun Tangan! Kabel Semrawut di Pangkalan Kerinci Siap Dipotong, Provider Diultimatum
  • 3 SDN Bernas Jadikan MPLS Ajang Edukasi Perlindungan Anak, Komnas PA Beri Pemahaman Hukum
  • 4 Lima Terdakwa Korupsi Pupuk Subsidi di Pelalawan Resmi Disidangkan, Kejari Limpahkan Perkara ke Tipikor Pekanbaru
  • 5 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Diresmikan, Bupati Zukri: Perkuat Konektivitas dan Dorong Ekonomi Pelalawan
  • 6 MPLS SDN 006 Pangkalan Kerinci Hadirkan Komnas PA, Ratusan Orang Tua Dibekali Pemahaman Hukum Perlindungan Anak
  • 7 Diduga Ada Upaya Damai Kasus Pencabulan Anak di Pelalawan, Komnas PA: Bisa Dipidana!

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media