• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 30372 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 29737 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 39932 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 43371 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 46012 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pelalawan

Pernyataan RAPP di COP 29 dan Founder Day RGE Menyesatkan

Jikalahari Minta Anak Buah Sukanto Tanoto Berhenti Bohongi Publik

Redaksi

Rabu, 11 Desember 2024 09:00:00 WIB
Cetak
Jikalahari Minta Anak Buah Sukanto Tanoto Berhenti Bohongi Publik

Pelalawan (PelalawanPos.co) - Forum pegiat lingkungan hidup dan pecinta alam yang tergabung dalam Jaringan kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) meminta April grup dan anak anak perusahaannya seperti RAPP  untuk menghentikan pembohongan publik yang menyesatkan.

RAPP disebut Jikalahari menyampaikan hal yang seakan akan perusahaan perusak hutan Riau itu telah melakukan banyak kebaikan kepada masyarakat padahal sebaliknya melakukan banyak kontribusi atas banyak kerusakan hutan di Riau.

"Sudah cukup APRIL Grup membohongi publik dengan menyatakan kontribusi positif mereka terhadap hutan, lingkungan dan masyarakat. Seharusnya mereka jujur dan masyarakat harus membuka mata, bahwa lebih banyak dampak negatif yang diberikan perusahaan ini terhadap lingkungan dan hutan kita,"tegas Koordinator Jikalahari Okto Yugo Setyo, Senin (9/12/2024)

Bahkan harusnya perusahaan milik taipan Sukanto Tanoto itu merasa malu karena mewariskan kerusakan hutan dan lingkungan untuk anak cucu  generasi yang akan datang. 

"Hutan yang telah mereka rusak belum juga mereka perbaiki, namun kerusakan-kerusakan lainnya terus mereka lakukan," imbuhnya.

Jikalahari bersama jaringan memetakan konflik yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan afiliasi APRIL Grup sejak perusahaan beroperasi di Riau. Konflik yang ditemukan di antaranya berkaitan dengan sengketa batas tanah ataupun tergusurnya masyarakat dari tanah ulayat, hilangnya sumber penghidupan masyarakat yang bergantung dari hasil hutan, kekerasan dan kriminalisasi terhadap masyarakat, perselisihan terkait kompensasi ganti rugi serta konflik lainnya berkaitan dengan polusi, kerusakan infrastruktur dan hal lainnya.

"Ditemukan ada sekitar 72 desa ataupun komunitas yang berkonflik dengan APRIL Grup dan perusahaan yang terafiliasi dengan mereka. Sekitar 82% diantaranya berkonflik berkaitan dengan isu penguasaan tanah dan penggusuran masyarakat sedangkan sisanya berkaitan dengan kekerasan dan kriminalisasi. Data yang tercatat disini hanyalah segelintir dari yang muncul ke permukaan. Tidak menutup kemungkinan ada lebih banyak konflik lainnya yang tidak tersorot ataupun terpublikasikan,"beber Okto Yudo.

Belum lagi masalah kerusakan hutan Riau yang disebabkan oleh operasional perusahaan nya Tan Kang Hoo ini, Jikalahari menemukan dalam 10 tahun terakhir, total 64.374,74 ha tutupan hutan alam yang telah hilang dalam areal konsesi perusahaan yang terafiliasi dengan APRIL Group/ RGE. 

"Artinya, APRIL Grup dalam 10 tahun terakhir telah berkontribusi menghilangkan hutan alam seluas kota Pekanbaru,"kata Okto

Sikap tegas Jikalahari yang meminta RAPP dan April grup untuk tidak melakukan pembohongan publik bukan tanpa alasan, menurut Okto. Saat berbicara di sesi dialog CEO di konferensi Iklim COP 29 di Baku Azerbaijan, 11 November 2024 lalu, Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper, unit operasional April Group, Sihol Aritonang, memberikan pernyataan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian hutan alam. Menyatakan bahwa kawasan HTI yang dikelola April berfungsi sebagai pelindung bagi hutan alam, pdahal yang terjadi sebaliknya

"April Grup terlibat dalam deforestasi, korupsi kehutanan, kebakaran hutan dan lahan serta konflik masyarakat dengan adat dan tempatan,"beber Okto

Tak sampai di situ, kebohongan demi kebohongan kembali di umbar grup RGE yang menaungi April, RAPP , Asian Agri dan perusahaan pemegang HTI di bawahnya. Saat perayaan Founder Day RGE, 7 November 2024, tanpa malu Chief Operating Officer (COO) PT. RAPP Eduward Ginting menyebutkan bahwa Perusahaan yang dipimpinnya itu telah memberikan banyak manfaat bagi Masyarakat di sekitar wilayah operasional.  Dan sudah menjadi komitmen owner untuk memberikan yang terbaik bagi Masyarakat.

"Selama berdirinya PT. RAPP sudah banyak masyarakat membantu dan kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Sesuai arahan pimpinan perusahaan Sukanto Tanoto, perusahaan diminta agar selalu mengedepankan pemberian yang baik kepada masyarakat dan hendaknya bantuan yang di berikan tepat sasaran,"kata Eduward Ginting di acara Founder Day RGE, Sabtu (7/12/2024)

Jikalahari mencatat, aktifitas RGE melalui perusahaan HTI yang terafilisasi dengannya lebih banyak menciptakan dampak negatif bagi hutan dan masyarakat Riau. Hutan yang terus dirusak, flora dan fauna yang hilang akibat kehilangan habitat alaminya, konflik dengan masyarakat yang tak berkesudahan dan bahkan akibatkan masyarakat adat kehilangan hutan tanahnya hingga berkontribusi meyebabkan masalah lingkungan yang akibatkan karhutla hingga banjir. 

"Belum lagi dari perbuatan mereka yang melawan hukum seperti melakukan illegal logging hingga suap untuk memperoleh izin banyak menimbulkan kerugian baik kerugian ekologis maupun kerugian lingkungan," pungkas Okto. (Tim)


 Editor : RH

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

PT Arara Abadi Terjunkan RPK dan Alat Berat Padamkan Karhutla Kerumutan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:54:20 WIB

KERUMUTAN (Pelalawanpos) — Personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi turut berjibaku.

Nasional

KMPKS Apresiasi Instruksi Prabowo Soal Karhutla, Minta Korporasi yang Lalai Ditindak Tegas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:18:08 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos.co)– Kedatangan Presiden RI Prabowo Subiant.

Nasional

Massa APDK-P Desak 294 Hektare Lahan di Luar HGU PT THIP Jadi Objek Reforma Agraria

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:05:42 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Ratusan massa yang tergabung d.

Nasional

Di Tengah Ancaman Karhutla, Pemkab Pelalawan Gelar Shalat Istisqa Serentak: Memohon Hujan dan Keselamatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:42:39 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Di tengah musim kemarau yang m.

Nasional

JMSI Riau Siapkan UKW Semua Tingkatan Oktober 2026, Segini Biayanya

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:49:30 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos.co)– Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) .

Nasional

Bupati Zukri Turun Langsung, Karhutla Dekati Pusat Kota Pangkalan Kerinci

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:40:22 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Kebakaran hutan dan lahan (Kar.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Tikungan Gelap dan Tajam, Mahasiswa KKN UIN Suska Pasang 10 Reflektor
01 September 2026
Kualitas Udara Menurun, Komnas PA Riau Apresiasi Gerak Cepat Plt Gubernur Lindungi Anak Sekolah
01 September 2026
Pemilik Lahan 4 Hektare Minta BPN Pelalawan Tak Terbitkan Sertifikat di Tengah Konflik
01 September 2026
Puluhan Tahun Tak Kunjung Terima Plasma, Warga Kuala Terusan Desak PT PHI Tunaikan 20 Persen Kemitraan
31 Agustus 2026
Bupati Zukri Kukuhkan Pengurus AGPAII Pelalawan, Tegaskan Guru Agama Jadi Benteng Moral Generasi Emas
31 Agustus 2026
Safari Masjid HIMA Persis Pelalawan: Dari Bersih-Bersih Masjid hingga Santuni 15 Lansia
30 Agustus 2026
Saat Bupati Padamkan Karhutla, Penghargaan Peduli Anak Yatim Justru Datang: Zukri Raih Tribun Award 2026
30 Agustus 2026
Sempat Vakum, Pemuda Muhammadiyah Pelalawan Bangkit! Bejo Utomo Resmi Pimpin Periode 2026–2027
29 Agustus 2026
Bupati League Futsal Pelalawan 2026 Resmi Bergulir, Bupati Zukri Bidik Lahirnya Bintang Futsal Masa Depan
29 Agustus 2026
Pemasangan Spanduk Lahan TUKS PT Arara Abadi Batal, Kuasa Hukum Klaim Dihadang Security
29 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Puluhan Tahun Tak Kunjung Terima Plasma, Warga Kuala Terusan Desak PT PHI Tunaikan 20 Persen Kemitraan
  • 2 Bupati Zukri Kukuhkan Pengurus AGPAII Pelalawan, Tegaskan Guru Agama Jadi Benteng Moral Generasi Emas
  • 3 Sempat Vakum, Pemuda Muhammadiyah Pelalawan Bangkit! Bejo Utomo Resmi Pimpin Periode 2026–2027
  • 4 Bupati League Futsal Pelalawan 2026 Resmi Bergulir, Bupati Zukri Bidik Lahirnya Bintang Futsal Masa Depan
  • 5 Pemasangan Spanduk Lahan TUKS PT Arara Abadi Batal, Kuasa Hukum Klaim Dihadang Security
  • 6 Kabut Asap Makin Mencekam, Bupati Pelalawan Terbitkan Edaran: Khatib Diminta Ajak Jamaah Perbanyak Istighfar dan Doa Turun Hujan
  • 7 Bupati Pelalawan raih Penghargaan Tribun Award 2026 Inspirasi Kolaborasi Peduli Anak Yatim

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media