Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati Mandek Setahun, Komnas Anak: “Ini Alarm Darurat Nasional”
Jakarta (PelalawanPos)– Mandeknya penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Pati sejak September 2024 menuai sorotan tajam dari Komnas Perlindungan Anak. Lembaga perlindungan anak itu menilai lambannya proses hukum bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga memperparah trauma korban.
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan anak korban hidup dalam ketidakpastian hukum terlalu lama.
“Keadilan yang tertunda adalah kekerasan kedua bagi anak korban. Negara tidak boleh membiarkan anak menunggu tanpa kepastian hukum,” tegas Agustinus.
Tak hanya terjadi di Pati, dugaan kasus pelecehan dan persetubuhan terhadap anak juga disebut muncul di sejumlah daerah lain seperti Ciawi, Karawang, dan Sukabumi.
Menurut Komnas Anak, rentetan kasus tersebut menunjukkan adanya pola yang mengindikasikan lemahnya sistem perlindungan anak di Indonesia, khususnya dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
“Ini bukan sekadar kasus, ini adalah pola. Dan pola ini adalah alarm keras bahwa sistem perlindungan anak sedang darurat darurat kejahatan seksual,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Komnas Perlindungan Anak mendesak aparat penegak hukum untuk membuka kembali kasus secara transparan dan mempercepat proses hukum di sejumlah wilayah yang disebutkan.
Selain itu, Komnas Anak juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan perkara anak, termasuk pengawasan terhadap lembaga pendidikan berbasis asrama yang dinilai rawan terjadi kekerasan apabila tidak diawasi secara ketat.
Berdasarkan data yang dimiliki Komnas Anak, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 5.266 kasus pelanggaran terhadap anak di Indonesia, dengan mayoritas kasus berupa kekerasan seksual.
Angka tersebut dinilai menjadi sinyal serius bahwa perlindungan anak membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, hingga masyarakat.
Komnas Anak juga mengimbau masyarakat agar tidak diam apabila mengetahui atau mencurigai adanya tindak kekerasan terhadap anak.
“Masyarakat harus berani melapor jika melihat, mendengar, atau mengetahui potensi kekerasan terhadap anak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama,” demikian pernyataan Komnas Anak.
Untuk pengaduan dan pendampingan, masyarakat dapat menghubungi layanan AI Sahabat Anak milik Komnas Perlindungan Anak yang aktif 24 jam di nomor 08 222 8888 454.
Komnas Anak memastikan akan terus mengawal proses penanganan kasus-kasus tersebut hingga tuntas dan meminta negara hadir memberikan keadilan bagi para korban.***
May Day 2026 di Riau Kompleks Meriah, Ribuan Pekerja dan Keluarga Rayakan Kebersamaan Tanpa Sekat
Riau Kompleks (PelalawanPos)– Suasana berbeda terasa di Lapangan Me.
Bupati dan Kapolres Kompak Dukung Wahyu Trinanda Puteri, Siap Harumkan Nama Pelalawan di Grand Final Duta Pariwisata Riau 2026
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)– Dukungan besar mengalir untuk Wah.
Rakor Darurat BBM, Bupati Zukri Minta Distribusi Dipercepat dan SPBU Tertib
Pelalawan (PelalawanPos)– Pemerintah Kabupaten Pelalawan bergerak c.
Upah Naik, Hidup Tak Kunjung Layak: May Day 2026 dan Realitas Buruh Kita
PelalawanPos-Momen Hari Buruh Nasional atau May Day pada 1 Mei 2026 k.
Adat yang Bergeser: Dari Simbol Kehormatan Menjadi Pertunjukan
PelalawanPos- Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam wajah pernikah.
Dari Batu Bersurat ke Panggung Riau, Wahyu Trinanda Puteri Bawa Nama Pelalawan ke Grand Final Duta Pariwisata 2026
Pekanbaru (PelalawanPos)– Langkah itu dimulai dari sebuah desa keci.








