• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 24284 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 23670 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 33814 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 37303 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 39622 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pelalawan

Oleh: Iswadi M. Yazid

Adat yang Bergeser: Dari Simbol Kehormatan Menjadi Pertunjukan

Redaksi

Selasa, 28 April 2026 10:08:02 WIB
Cetak
Adat yang Bergeser: Dari Simbol Kehormatan Menjadi Pertunjukan
Ketua MUI Kabupaten Pelalawan, Iswadi M. Yazid.

PelalawanPos- Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam wajah pernikahan Melayu hari ini. Ia masih meriah, masih penuh warna, masih diiringi langkah arak-arakan dan denting silat yang memukau mata. Namun di balik kemegahan itu, muncul satu pertanyaan yang tak bisa diabaikan: apakah kita masih memahami makna dari apa yang kita tampilkan?

Dulu, arak-arakan pengantin laki-laki bukan sekadar iring-iringan. Ia adalah perjalanan simbolik langkah seorang pria menuju tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga. Setiap langkahnya mengandung pesan: bahwa ia tidak berjalan sendiri, melainkan didukung oleh keluarga dan masyarakat. Pernikahan bukan urusan pribadi semata, tetapi peristiwa sosial yang menautkan banyak ikatan.

Begitu pula dengan silat penyambutan. Ia bukan sekadar gerakan indah atau atraksi penyambut tamu. Silat adalah bahasa simbol—tentang kesiapan, keberanian, dan kendali diri. Dalam setiap gerakannya tersimpan pesan bahwa seorang laki-laki harus mampu menjaga, melindungi, dan bertanggung jawab, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan spiritual.

Namun kini, makna-makna itu perlahan memudar.

Silat lebih sering dipandang sebagai hiburan. Arak-arakan menjadi bagian dari kemeriahan yang harus “tampil bagus” di depan kamera. Tidak sedikit yang menjadikannya sekadar pelengkap acara, bahkan dikemas sebagai paket seremonial yang bisa dibeli. Yang tersisa adalah bentuknya, sementara ruhnya kian samar.

Di titik inilah kita perlu jujur pada diri sendiri: ketika adat hanya dipertontonkan tanpa dipahami, ia kehilangan daya hidupnya. Ia mungkin tetap indah dilihat, tetapi kosong dirasakan. Lebih dari itu, ia berpotensi bergeser menjadi ajang pamer kemewahan, status sosial, bahkan gengsi yang justru bertolak belakang dengan nilai kesederhanaan yang dijunjung dalam tradisi Melayu dan ajaran Islam.

Padahal, dalam falsafah Melayu yang terkenal, “adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah,” adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga jalan nilai. Ia seharusnya menuntun, bukan sekadar menghias. Ketika hubungan ini terputus, adat kehilangan arah, dan tradisi berubah menjadi formalitas.
Meski demikian, perubahan zaman bukan alasan untuk menolak tradisi. Pergeseran adalah keniscayaan. Yang menjadi persoalan bukan berubah atau tidak, tetapi apakah kita sadar arah perubahan itu.

Di sinilah pentingnya menghidupkan kembali makna, bukan sekadar mempertahankan bentuk.

Generasi muda perlu diajak memahami bahwa setiap prosesi adat memiliki filosofi. Para pelaku adat perlu menegaskan kembali nilai di balik simbol. Keluarga pun perlu menyadari bahwa kesederhanaan yang bermakna jauh lebih berharga daripada kemewahan yang hampa.

Sebab pada akhirnya, adat bukan tentang seberapa megah ia ditampilkan, tetapi seberapa dalam ia dihayati.

Jika tidak, kita hanya akan mewariskan kulit tanpa isi tradisi yang tetap hidup secara visual, tetapi mati secara makna.
Dan ketika itu terjadi, adat tak lagi menjadi penuntun kehidupan. Ia hanya menjadi dekorasi di panggung perayaan.


 Editor : RH

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Terima Pin Emas JMSI Riau, Apresiasi Kemitraan Media dalam Menjaga Kebangsaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:01:43 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos)– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam).

Nasional

UAS Terima JMSI Award 2026, Dinobatkan sebagai "Voice of the Ummah"

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:42:54 WIB

Pekanbaru (PelalawanPos)– Pendakwah kondang nasional, Ustadz Abdul .

Nasional

Saat Harga Sawit Bergejolak, Bupati Zukri Berdiri di Tengah Petani Pelalawan

Rabu, 27 Mei 2026 - 04:10:41 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)-Di bawah terik matahari siang di .

Nasional

Donor Darah ke-75 KDD Riau Kompleks RAPP Pecahkan Semangat Kemanusiaan, Terkumpul 1.257 Kantong Darah

Senin, 25 Mei 2026 - 09:18:26 WIB

PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)— Semangat kemanusiaan kembali berg.

Nasional

Wahyu Trinanda Puteri Dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau 2026, Harumkan Nama Pelalawan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27:57 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos)— Malam Grand Final Duta Pariwisata Riau 20.

Nasional

Direktur BPR Dana Amanah Ellisa Susanti Raih Inspiring Woman Excellence Award 2026

Ahad, 24 Mei 2026 - 08:30:15 WIB

Jakarta (PelalawanPos)— Sorot lampu panggung malam itu seakan menja.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Lautan Manusia Sambut 1448 Hijriah, Pelalawan Ukir Tradisi Baru Bersama UAS dan Ikan Bakar 5,5 Ton
16 Juni 2026
Tangis Haru Sambut Kepulangan 223 Jamaah Haji Pelalawan, Bupati Zukri: Semoga Menjadi Haji Mabrur
16 Juni 2026
Polres Pelalawan Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Pencabulan Anak 7 Tahun Diamankan Warga dan Polisi
16 Juni 2026
Gladi Akbar Sukses Digelar, Zukri-Husni Pastikan Semarak Tahun Baru Islam di Pelalawan Berjalan Meriah
15 Juni 2026
Mahasiswa Pelalawan Bergerak, IPMKP Desak Bupati Panggil PT SHL
15 Juni 2026
Sadis! Remaja Penolong Dibunuh Demi Motor, Polisi Kejar Pelaku Hingga Banten
13 Juni 2026
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Terima Pin Emas JMSI Riau, Apresiasi Kemitraan Media dalam Menjaga Kebangsaan
13 Juni 2026
Rahmat Pantun Resmi Ditunjuk Jadi Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan Tanah Putih Tanjung Melawan
12 Juni 2026
UAS Terima JMSI Award 2026, Dinobatkan sebagai "Voice of the Ummah"
12 Juni 2026
Pertama Ekspansi ke Kampus, Yong Bengkalis Resmi Hadir di UIR
12 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lautan Manusia Sambut 1448 Hijriah, Pelalawan Ukir Tradisi Baru Bersama UAS dan Ikan Bakar 5,5 Ton
  • 2 Mahasiswa Pelalawan Bergerak, IPMKP Desak Bupati Panggil PT SHL
  • 3 Sadis! Remaja Penolong Dibunuh Demi Motor, Polisi Kejar Pelaku Hingga Banten
  • 4 UAS Terima JMSI Award 2026, Dinobatkan sebagai "Voice of the Ummah"
  • 5 Sambut Tahun Baru Islam, Camat Pangkalan Kerinci Libatkan Forum RT/RW Sukseskan Semarak 1 Muharram 1448 H
  • 6 Harapan Baru dari Tesso Nilo, Kapolda Riau Beri Nama Anak Gajah Sumatera "Nona Seroja"
  • 7 Heboh Sorotan SDN 013 Kerinci Timur, Aktivis: Saatnya Cari Solusi, Bukan Saling Menyalahkan

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media