Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Bayi Berusia 5 Bulan yang Jatuh dari Perahu Berhasil Ditemukan
PELALAWANPOS.co-Upaya pencarian korban jatuh dari perahu atau Pompong di Sungai Batang Kumu Kepenghuluan Sei Pinang Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir yang merupakan bayi usia 5 bulan berhasil ditemukan, Kamis (15/04/2021) pagi.
Pencarian korban, Zura (5 bulan) yang sejak jatuh dari pompong pada Rabu (14/04) petang kemarin oleh kepolisian, Basarnas, TNI dan masyarakat juga dilakukan pada malam hari itu menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kapolsek Pujud AKP Nur Rahim SIK membenarkan penemuan jasad bayi tersebut yang berjarak 50 meter dari lokasi jatuh.
"Alhamdulillah korban sudah ditemukan mengapung sekitar 50 meter dari lokasi jatuh pada pukul 06.40 wib pagi tadi dalam kondisi sudah meninggal dunia, Inalillahi Wa innailaihi rojiun," kata pria yang akrab disapa Baim tersebut.
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita, Dewi (27) warga Pujud Selatan Kecamatan Pujud dan anaknya yang masih berusia 5 bulan tergelincir dari atas Pompong hingga tercebur di Sungai Batang Kumu, Rabu (14/05).
Beruntung sang ibu berhasil diselamatkan, nahasnya Bayi yang terlepas dari gendongan tidak berhasil tertolong terbawa arus sungai dan hingga kini belum ditemukan.
"Korban terjatuh bersama bayinya yang masih berusia 5 bulan di Sungai Batang Kumu, Kepenghuluan Sei Pinang Kecamatan Pujud, hingga kini bayinya belum ditemukan," ungkap Baim.
Dijelaskannya, peristiwa itu bermula pada Rabu (14/04/2021) sekira pukul 14.30 wib, korban dalam perjalanan pulang menuju rumahnya dengan menumpang perahu Pompong milik Ahmad Latif (67) dari pelabuhan Pujud menuju Air Hitam.
Lalu sekitar 20 menit perjalanan, tepatnya di wilayah Suak Nibung Kepenghuluan Sei Pinang Kecamatan Pujud, korban yang menggendong anaknya berpindah tempat duduk dari belakang pompong menuju bagian depan dengan berjalan melalui sisi kanan Bot.
Sekira 10 menit kemudian, korban kembali ke arah belakang dengan melewati jalan samping kanan Bot. Dan pada saat menuju ke belakang, korban dan anaknya tergelincir dan terjatuh ke dalam sungai.
"Dan sesaat itu juga, pemilik Bot berhenti dan melakukan pertolongan kepada korban sehingga korban berhasil diselamatkan, namun bayinya yang masih berusia 5 bulan hilang terbawa arus air," beber Baim.
Dan sekira pukul 15.30 wib, pihak kepolisian Polsek Pujud bersama dengan masyarakat Sei Pinang melakukan pencarian terhadap korban dengan menyisiri sungai Batang Kumu namun hingga saat ini korban bayi belum bisa ditemukan.**
Musyawarah Akbar Warga Kelurahan Pelalawan Sepakati Pemda Pimpin Perundingan Fee Tanaman Kehidupan dengan RAPP
PELALAWAN (PelalawanPos)– Setelah bertahun-tahun menanti kepastian .
Heboh Isu “Pocong Bersenjata” Resahkan Warga Pangkalan Kerinci, Polisi Turun Selidiki
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)— Warga Pangkalan Kerinci, ibu kota.
Bupati Zukri Murka, Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Sawit Overload
Bandar Seikijang (PelalawanPos) – Bupati Pelalawan H. Zukri Misran .
Portal KM 55 Pangkalan Kerinci Roboh Dihantam Truk Ekspedisi
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos) – Portal pembatas kendaraan di KM .
“Kembalikan Tanah Kami!” Warga Pangkalan Gondai Demo PT PSJ
Langgam (PelalawanPos.co)– Puluhan masyarakat Desa Pangkalan Gondai.
Paklaring Tak Kunjung Diberikan, PT HKR Subkontraktor PT RAPP Disorot Soal Hak Pekerja
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Dugaan pelanggaran hak pekerja.








