Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Kapolri Tinjau PLG Tesso Nilo, Tegaskan Komitmen Pulihkan 81 Ribu Hektare Habitat Gajah Sumatera
PELALAWAN (PelalawanPos) – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai area konservasi gajah Sumatera. Penegasan tersebut disampaikan saat Kapolri meninjau langsung Pusat Latihan Gajah (PLG) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (17/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Agenda ini merupakan bagian dari langkah konkret menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kelestarian satwa endemik serta memulihkan ekosistem hutan di kawasan Tesso Nilo.
Dalam keterangannya, Kapolri menyampaikan bahwa sekitar 81.000 hektare lahan di kawasan Tesso Nilo akan dipulihkan secara bertahap guna mengembalikan habitat alami bagi populasi gajah Sumatera yang terus berkurang.
“Tadi disampaikan bahwa populasi gajah saat ini sudah sangat sedikit. Fokus kita adalah memberikan kembali habitat dan ruang gerak bagi mereka. Saya telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menindak tegas siapa pun yang melakukan kejahatan terhadap satwa maupun perusakan kawasan hutan,” tegas Jenderal Sigit.
Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengingatkan agar proses pemulihan kawasan tetap memperhatikan kondisi masyarakat yang saat ini telah bermukim di dalam area taman nasional. Ia meminta agar relokasi dilakukan secara humanis dan melalui pendekatan dialog.
“Harapan kami, masyarakat yang ada di kawasan Tesso Nilo direlokasi dengan cara yang baik. Siapkan dulu lahan atau area relokasinya sebelum mereka dipindahkan. Kita ingin menjaga kelestarian taman nasional, namun tetap memperhatikan sisi kemanusiaan bagi warga di dalamnya,” ujarnya.
Titiek juga menyoroti luasnya kawasan yang mencapai sekitar 81.000 hektare, sementara jumlah Polisi Hutan (Polhut) yang bertugas dinilai masih sangat terbatas. Karena itu, ia mendorong Kementerian Kehutanan untuk memperkuat kerja sama dengan Polri dalam pengawasan kawasan konservasi tersebut.
“Rasio personel sangat tidak seimbang. Kami mendorong Kementerian Kehutanan menggandeng Mabes Polri dan Polda Riau agar pengawasan lebih ketat, sehingga kelestarian ekosistem benar-benar terjaga dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Riau Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara, Bupati Pelalawan Zukri, Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Pelalawan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan pemulihan kawasan Tesso Nilo, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan habitat satwa langka di Provinsi Riau.***
Upah Naik, Hidup Tak Kunjung Layak: May Day 2026 dan Realitas Buruh Kita
PelalawanPos-Momen Hari Buruh Nasional atau May Day pada 1 Mei 2026 k.
Adat yang Bergeser: Dari Simbol Kehormatan Menjadi Pertunjukan
PelalawanPos- Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam wajah pernikah.
Dari Batu Bersurat ke Panggung Riau, Wahyu Trinanda Puteri Bawa Nama Pelalawan ke Grand Final Duta Pariwisata 2026
Pekanbaru (PelalawanPos)– Langkah itu dimulai dari sebuah desa keci.
IBCA MMA Riau Mantapkan Langkah: Raker 2026 Fokus Event Nasional dan Internasional
Dumai (PelalawanPos)– Ikatan Bela Diri Campuran Amatir (IBCA MMA) P.
Musda Ulang HMI Badko Sumbagtera Dinyatakan Sah, Teguhkan Konsolidasi dan Arah Baru Organisasi
SUMATERA (PelalawanPos) – Musyawarah Daerah (Musda) ulang Himpunan .
Dari Wisata ke Kesejahteraan, Z-Park Bagi Rp1,7 Miliar ke 420 Mustahik
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Di sudut Pangkalan Kerinci, se.








