Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Bumi Mengadu, Alam Menegur
PelalawanPos- Banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan lagi sekadar fenomena alam musiman. Ia adalah cermin, peringatan, sekaligus teguran bahwa manusia telah lalai menjaga amanah terbesar: bumi. Kerusakan hutan, gambut yang dikeringkan, sungai yang dipersempit, dan pembangunan tanpa etika ekologis menjadi bukti bahwa hubungan manusia dengan alam sedang pincang.
Dalam perspektif Islam, banjir tidak berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari sunnatullah hukum alam yang berjalan sebagaimana mestinya ketika keseimbangan dirusak. Al-Qur’an telah mengingatkan: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh ulah tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41). Ketika hutan ditebang sembarangan dan gambut kehilangan fungsinya sebagai penyimpan air, maka hujan yang turun bukan lagi rahmat, tetapi bencana.
Banjir hari ini adalah pesan spiritual bahwa amanah telah dilalaikan. Ia mengajak kita menundukkan kepala, melihat ke dalam diri, dan bertanya: sudahkah kita menjalankan tugas sebagai khalifah fil ardh? Ataukah kita justru ikut merusak bumi demi kepentingan sesaat?
Inilah saatnya melakukan taubat lingkungan, bukan hanya menyesal, tetapi berubah. Mulai dari individu yang tidak membuang sampah sembarangan, komunitas dan masjid yang menguatkan edukasi lingkungan, hingga pemerintah yang menegakkan hukum dan menghentikan eksploitasi yang merusak ekosistem.
Banjir bukan sekadar air yang meluap. Ia adalah alarm moral. Ia mengingatkan bahwa bumi yang terluka akan kembali “bersuara”. Dan selama kita belum memperbaiki pola hidup serta kebijakan, teguran itu akan terus datang, mungkin lebih keras.
Semoga bencana ini menjadi titik balik kesadaran kita: bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban ekologis, tetapi ibadah yang menentukan keberkahan hidup. Bumi tidak meminta banyak hanya ingin dijaga sebagaimana Allah memerintahkannya.**
Penulis: Iswadi M. Yazid Lc.
Heboh Isu “Pocong Bersenjata” Resahkan Warga Pangkalan Kerinci, Polisi Turun Selidiki
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)— Warga Pangkalan Kerinci, ibu kota.
Bupati Zukri Murka, Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Sawit Overload
Bandar Seikijang (PelalawanPos) – Bupati Pelalawan H. Zukri Misran .
Portal KM 55 Pangkalan Kerinci Roboh Dihantam Truk Ekspedisi
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos) – Portal pembatas kendaraan di KM .
“Kembalikan Tanah Kami!” Warga Pangkalan Gondai Demo PT PSJ
Langgam (PelalawanPos.co)– Puluhan masyarakat Desa Pangkalan Gondai.
Paklaring Tak Kunjung Diberikan, PT HKR Subkontraktor PT RAPP Disorot Soal Hak Pekerja
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Dugaan pelanggaran hak pekerja.
Viral Pelayanan IGD, Bupati Zukri Langsung Sidak RSUD Selasih
PELALAWAN (Pelalawanpos) – Langkah cepat dan responsif ditunjukkan Bupati Pelalawan, H. Zukri, .








