Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Janji Palsu Termasuk 3 Golongan Dosa Besar
PELALAWANPOS.co-Ada beragam dosa besar yang wajib dihindari oleh seorang Muslim. Di antara dosa besar itu, ada tiga yang disebutkan dalam hadis berikut.
Para sahabat berkata, "Tentu saja ya Rasulullah." Kemudian Rasulullah melanjutkan pembicaraannya, "Mempersekutukan Allah, kemudian durhaka kepada orang tua, dan janji palsu." (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad dari Abu Bakrah).
Ketiga dosa itu adalah mempersekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, dan janji palsu (kata-kata dusta). Secara eksplisit hadis ini lebih menekankan dosa yang ketiga, yaitu janji palsu. Mengapa demikian? Diriwayatkan, ketika Rasulullah mengatakan dosa pertama dan kedua, beliau mengatakannya dalam posisi berdiri sambil bersandar, kemudian beliau duduk dan mengatakan janji palsuberulang-ulang.
Pertama, mempersekutukan Allah. Sudah sangat jelas bagi kita bahwa mempersekutukan Allah adalah rajanya dosa. Orang yang melakukannya tidak akan mendapatkan ampunan Allah hingga ia benar-benar kembali pada Allah. Sebagaimana Allah SWT firmankan dalam surah Lukman ayat 13, “Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
Ayat ini diperkuat dengan sebuah hadis dari Ibnu Mas'ud, di mana Rasulullah mengatakan bahwa dosa paling besar di sisi Allah adalah menjadikan sesuatu sebagai tandingan-Nya, padahal engkau tahu bahwa Allah-lah yang menciptakanmu.
Kedua, durhaka kepada orang tua. Ditempatkannya durhaka kepada orang tua sebagai dosa besar setelah mempersekutukan Allah terasa sangat pantas karena dalam Alquran, berbakti kepada Allah selalu digandengkan dengan berbakti kepada orang tua. Allah bersabda, "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu." (QS Lukman: 14).
Bahkan, dalam satu keterangan disebutkan tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Allah dengan tidak mempersekutukannya dan untuk berbakti kepada orang tua.
Jika mencermati ayat-ayat yang berkaitan dengan kewajiban untuk berbakti kepada orang tua, kita akan menemui perintah untuk memberikan perlakukan terbaik bagi mereka. Sampai-sampai kita dilarang untuk mengatakan uf, ah, atau sejenisnya. Bahkan, kita pun diharuskan tetap berbuat baik kepada mereka walaupun mereka mempersekutukan Allah (QS Lukman: 15).
Ketiga, janji palsu. Rasulullah mengulang-ulang kata ini sampai tiga kali. Menurut para ahli hadis, pengulangan kata-kata tersebut menunjukkan bahwa mengingkari janji termasuk dosa yang sangat berbahaya.
Dalam Alquran pun masalah ingkar janji diulang-ulang sampai beberapa kali. Salah satunya terdapat dalam surah al-Hajj ayat 30. “Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”
Dalam surah al-Furqan, ketika Allah menceritakan orang-orang yang mendapatkan berkah, salah satu kriterianya adalah orang-orang yang tidak pernah bersaksi dengan saksi-saksi palsu. Dari sini saja kita bisa mengambil kesimpulan bahwa mengingkari janji termasuk dosa besar dan menunaikannya merupakan perbuatan mulia.
Lebih jauh lagi, Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa janji palsu termasuk salah satu kriteria sifat munafik, selain berbicara dusta, mengabaikan amanat (khianat), dan lari dari pertempuran. Larangan untuk mengingkari janji disebutkan pula dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas. Rasulullah bersabda, "Janganlah mencela saudaramu. Jangan pula mempermainkannya. Dan janganlah menjanjikan sesuatu kepadanya lalu kamu mengkhianatinya." (HR Tirmidzi).
Sahabat, selalu menepati janji adalah harga diri seorang Muslim, di mana pun dan kapan pun ia akan selalu menepatinya. Seperti halnya Rasulullah yang rela menunggu selama tiga hari karena janji bertemu, begitu pula kita seharusnya.**
“Keberkahan dalam Keterbatasan” Tausyiah Ustad Wandi Saputra
PelalawanPos.Co – Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntut.
Kisruh Dana Zakat untuk Z-Park Memanas, Alumni UIN Suska: Sudah Sesuai Fatwa MUI
Pelalawan (PelalawanPos)-Polemik pemanfaatan dana zakat untuk investa.
Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al-Kiram Bandar Seikijang Berlangsung Khidmat, Khatib Ajak Jaga Nilai Ramadhan
Bandar Seikijang (PelalawanPos)— Suasana penuh khidmat dan kebersam.
Bupati Zukri dan Wabup Husni Tamrin Sholat Idul Fitri Bersama Masyarakat di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos)– Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., M.
Masjid Al-Hidayah 131 Pangkalan Kerinci Gelar Sholat Idul Fitri Perdana Besok
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co) – Masjid Al-Hidayah 131 yang be.
Menjemput Idul Fitri: Momentum Rekonsiliasi dalam Keluarga Muslim
PelalawanPos.co- Ramadhan perlahan mendekati penghujungnya. Dalam wak.








