Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Ketum Komnas PA Agustinus Sirait Mengutuk Keras Eks Kapolres Ngada Lakukan Pencabulan Anak Dibawah Umur
Jakarta (PelalawanPos.co)-Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Agustinus Sirait mengaku sangat prihatin sekaligus mengutuk keras atas peristiwa dugaan pencabulan yang melibatkan oknum Kapolres Ngada di NTT, AKBP Fajar Widya Darma Lukman terhadap 3 anak di bawah umur.
Peristiwa ini jelas sangat menghambat program Komnas Perlindungan Anak dalam upaya memutus mata rantai kekerasan terhadap anak.
"Saya sebagai Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak sangat prihatin dan mengutuk keras. Ini menjadi preseden buruk tentunya di institusi POLRI dan kami sangat kecewa sekali. Sebab selama ini kami selalu bekerja sama dengan banyak POLRES di seluruh Indonesia, " tandas Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait melalui siaran persnya pada Rabu (12/3/2025)
Agustinus Sirait meminta Kapolri Listyo Sigit dapat memberikan tindakan tegas dan serius dalam mengungkap kasus ini.
"Pelaku dapat dijerat pasal berlapis bila perlu ditambahkan hukuman kebiri kimia sesuai UU No. 70 Tahun 2020, agar memberikan efek jera terhadap pelaku kekerasan terhadap anak, " lanjutnya.
Usulan Agustinus bukan tanpa alasan. Pelaku kekerasan bukan hanya melakukan tindakan eksploitasi seksual tapi juga ekonomi.
"Pelaku selain melakukan tindak kekerasan seksual juga eksploitasi ekonomi juga melanggar UU ITE, narkoba. Saat ini 3 korban yang berusia 14, 12 dan 3 tahun mengalami trauma berat, " ungkap Agustinus.
Peristiwa itu dapat terlacak mula- mula melalui video pelecehan seksual anak di bawah umur yang beredar di situs porno Australia.
Otoritas Australia pun menelusuri dari mana konten tersebut berasal. Hingga kemudian ditemukan lah lokasi pengunggahan konten yakni Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Otoritas Australia pun menghubungi pejabat terkait di Indonesia untuk meneruskan laporan ke Polri.
Setelah dilakukan penyelidikan muncul nama Kapolres Ngada, Fajar yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Kemudian setelah memastikan alat bukti terpenuhi tim Divisi Profesi dan Pengamanan Polri mengamankan dan memeriksa Fajar.***
Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung
PELALAWAN (Pelalawanpos) — Upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarak.
Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang
DAIRI, SUMATERA UTARA (PelalawanPos.co)— Persoalan administrasi kep.
Puluhan Tahun Tak Kunjung Tuntas, Pengukuran Lahan PT THIP Dikawal Ratusan Warga hingga Malam
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Pengukuran bersama terhadap lahan .
Puluhan Warga dan Aparat Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Kampar, Lahan Gambut Masih Berasap
KUALA KAMPAR (PelalawanPos.co) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan.
Aktivis Pelalawan Beri Dua Jempol untuk Komitmen PT Musim Mas di Tengah Maraknya Karhutla
PELALAWAN (Pelalawanpos) — Di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.
BEM ITP2I Desak Kapolda Riau Usut dan Tindak Tegas Pelaku Karhutla
PELALAWAN (Pelalawanpos) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan seriu.








