• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 31613 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 30987 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 41172 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 44619 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 47331 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pelalawan

Mulai Ramai Cibir RAPP, Kebohongan Demi Kebohongan Dibalik Jualan Ekonomi Kreatif

Redaksi

Rabu, 18 Desember 2024 21:47:13 WIB
Cetak
Mulai Ramai Cibir RAPP, Kebohongan Demi Kebohongan Dibalik Jualan Ekonomi Kreatif
Kunker Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya ke Riau Komplek RAPP Pangkalan Kerinci

PELALAWAN (Pelalawanpos) - Di beberapa platform media sosial, masyarakat Kabupaten Pelalawan mulai ramai menyampaikan cibirannya atas upaya pembohongan publik yang dilakukan oleh perusahaan kertas raksasa milik taipan Sukanto Tanoto, PT. Riau Andalan Pulp & Paper. Cibiran itu merupakan respon atas kunjungan kerja Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ke Komplek RAPP pekan lalu.

Kunker Menteri Ekraf itu berbungkus  pengembangan Desa kreatif, Workshop literasi keuangan dan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif Desa binaan APRIL-APR  di Hotel Unigraha Komplek PT. RAPP.

Yang jadi pertanyaan masyarakat, dimana desa binaan RAPP itu, dan apa bentuk ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh perusahaan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat desa, sedangkan seluruh sendi sendi ekonomi sudah dikuasai oleh perusahaan yang disebut Jikalahari sebagai perusak lingkungan dan hutan Riau.

Salah satu akun tiktok milik seorang praktisi hukum kawakan Apul Sihombing SH MH membahas jamuan khusus RAPP kepada Menteri Ekraf, pengacara ini mempertanyakan seberapa besar kontribusi PT. RAPP dalam mengembangkan ekonomi kreatif, usaha mikro di Kabupaten Pelalawan.

"Hampir boleh dikatakan, tidak ada efek ekonomi yang diperoleh masyarakat Kabupaten Pelalawan khususnya masyarakat di Pangkalan Kerinci," kata Apul

Dilanjutkannya, sejak berdirinya, RAPP telah melakukan monopoli, mulai dari industri hulu sampai industri hilir. Bahkan semua pusat pusat perbelanjaan untuk karyawan sudah diambil alih oleh RAPP.

"Artinya sudah terjadi isolasi ekonomi antara karyawan RAPP dengan masyarakat sekitar, bayangkan mulai dari minimarket, grosir, rumah makan, cafe, tempat tongkrongan semua sudah disediakan RAPP," terangnya

Bahkan RAPP telah membuat isolasi sosial antara masyarakat Pangkalan Kerinci dengan masyarakat di dalam Riau komplek. Bahkan di dalam komunitas sosial masyarakat terjadi faksi antara masyarakat dengan karyawan RAPP.

"Prakteknya dapat di lihat, RAPP membangun kerajaan di dalam negara, lantas apa manfaat ekonomi yang di peroleh masyarakat Kabupaten Pelalawan," tegasnya

"Ekonomi kreatif apa yang bisa didapat masyarakat dari RAPP," katanya

Senada dengan Apul, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kabupaten Pelalawan Wahyu Widodo mengungkapkan apa yang di pertontonkan RAPP saat kunjungan Menteri Ekraf sangat bertolak belaknga dengan fakta di lapangan. 

Sebagai putra asli Desa Sering yang berbatasan langsung dengan kawasan Industri RAPP tidak merasakan manfaat dari keberadaan RAPP sebagai tetangga desa, ekonomi masyarakat Desa Sering sebagian besar sangat memprihatinkan jauh dari kata pemberdayaan sebagaimana yang didengung dengungkan RAPP.

"Yang di dapat masyarakat Desa Sering dari RAPP cuma bau busuk dan limbah, heran saja mendengarkan petinggi RAPP berbicara tentang komitmen perusahaan dalam pemberdayaan ekonomi kreatif desa desa binaan RAPP," tegas Wahyu

Ditambahkannya, selama beroperasi di kabupaten Pelalawan perusahaan bubur kertas itu hanya berorientasi pada keuntungan semata, makanya ada banyak anak dan cucu perusahaan RAPP tersebar dan menguasai hutan dan tanah Ulayat Kabupaten Pelalawan, yang merusak lingkungan dan jadi pemicu konflik sosial.

"Tidak ada namanya desa binaan ekonomi kreatif, itu cuma jualan RAPP menjilat pejabat pusat, ini kebohongan besar yang dilakukan terus menerus oleh RAPP," kata Wahyu

Sementara itu, Dirut RAPP Mulia Nauli dikonfirmasi terkait cibiran masyarakat di media sosial terkait kunjungan Menteri Ekraf ke Riau komplek dinilai sebagai kebohongan besar RAPP.

Konfirmasi atas hal itu dilayangkan via aplikasi chatting yang ditujukan ke nomor bos RAPP ni. Sayang sampai berita ini tayang yang bersangkutan enggan memberi tanggapannya.

Sikap yang sama juga di tunjukkan oleh  Chief Operating Officer (COO) PT. RAPP Eduward Ginting,konfirmasi lewat WhatsApp enggan dibalasnya. Kedua petinggi di perusahaan Sukanto Tanoto ini memilih diam, walaupun pesan terkirim telah conteng dua.

Pun begitu dengan Humas RAPP, Disra Aldrick dan Budi Firmansyah yang sama sama memilih mengambil sikap diam saat diminta tangggapan nya terkait cibiran masyarakat atas kunker Menteri Ekraf sebagai  pembohongan publik perusahaan tempat Erik dan Budi bekerja.

Erik dan Budi tak merespon konfirmasi media ini lewat aplikasi chatting WhatsApp, padahal alamat pesan ke penyampai citra positif perusahaan itu bermaksud memberikan hak jawab perusahaan atas berita terkait jamuan khusus perusahaan ke Menteri. Dan redaksi media ini juga menghargai kedua humas RAPP itu untuk tidak menggunakan hak jawabnya, karena tidak menjawab juga merupakan hak.***


 Editor : AP

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung

Rabu, 16 September 2026 - 21:32:27 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) — Upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarak.

Nasional

Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang

Rabu, 16 September 2026 - 20:57:56 WIB

DAIRI, SUMATERA UTARA (PelalawanPos.co)— Persoalan administrasi kep.

Nasional

Puluhan Tahun Tak Kunjung Tuntas, Pengukuran Lahan PT THIP Dikawal Ratusan Warga hingga Malam

Jumat, 11 September 2026 - 09:44:43 WIB

Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Pengukuran bersama terhadap lahan .

Nasional

Puluhan Warga dan Aparat Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Kampar, Lahan Gambut Masih Berasap

Senin, 07 September 2026 - 17:29:59 WIB

KUALA KAMPAR (PelalawanPos.co) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan.

Nasional

Aktivis Pelalawan Beri Dua Jempol untuk Komitmen PT Musim Mas di Tengah Maraknya Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 - 06:54:53 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) — Di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.

Nasional

BEM ITP2I Desak Kapolda Riau Usut dan Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Kamis, 03 September 2026 - 07:12:35 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan seriu.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung
16 September 2026
Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang
16 September 2026
Warga Dua Desa di Siak Berjuang Pertahankan Tanah Leluhur yang Dikuasai PTPN IV, Komisi II DPRD Siak Turun ke Lokasi
16 September 2026
Kejari Pelalawan Turun ke Jalan, Ajak Warga Bersama Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi
16 September 2026
Antrean Biosolar Mengular, Hima Persis Pelalawan Desak Pengawasan Distribusi BBM Subsidi Diperketat
16 September 2026
Huzni Kembali ke Pidsus, Kini Pimpin Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru
15 September 2026
100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih
15 September 2026
Diduga Cabuli Anak dan Sebar Video Seksual di WhatsApp, Pelaku Dibekuk Polres Pelalawan
14 September 2026
HIPMAWAN Dukung Program Aren Pelalawan: Bukan Sekadar Menanam Pohon, Tapi Membangun Ekonomi dan Wisata Masa Depan
14 September 2026
Diresahkan Warga, Warung Karaoke dan Dugaan Prostitusi di Langgam Dirazia Tengah Malam: 7 Wanita Terjaring
13 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Warga Dua Desa di Siak Berjuang Pertahankan Tanah Leluhur yang Dikuasai PTPN IV, Komisi II DPRD Siak Turun ke Lokasi
  • 2 100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih
  • 3 HIPMAWAN Dukung Program Aren Pelalawan: Bukan Sekadar Menanam Pohon, Tapi Membangun Ekonomi dan Wisata Masa Depan
  • 4 Diresahkan Warga, Warung Karaoke dan Dugaan Prostitusi di Langgam Dirazia Tengah Malam: 7 Wanita Terjaring
  • 5 Lima Anak Yatim Ingin Kembali Sekolah, Komnas PA Pelalawan Gandeng Baznas Wujudkan Harapan
  • 6 Jelang HUT ke-27, Pemkab Pelalawan Percepat Penyelesaian Tahap Akhir Tugu Bono
  • 7 Bupati Zukri Gerak Cepat Atasi Banjir Pangkalan Kerinci: Jangan Tunggu Banjir Datang Baru Bergerak!

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media