Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Zulkifli Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Bosnya
PelalawanPos.co- Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap seorang pengusaha besi tua Zainuddin (48) warga Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pelaku merupakan anak buahnya sendiri, Zulkifli (45).
Untuk memuluskan tindakan bejat tersebut, Zulkifli menyewa pembunuh bayaran bernama Dedi yang merupakan pekerja buruh harian.
Tawaran untuk membunuh itu sebesar Rp 200 juta, namun hanya dibayar Rp3,5 juta.
"Pelaku Zulkifli melakukan pembunuhan berencana terhadap korban, motifnya karena sakit hati, ditegur sering mabuk," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt didampingi Kasubdit Jatanras Kompol Andri Kurniawan dan Kapolres Bintan, AKBP Fernando Rabu (29/9).
Golden menjelaskan, pembunuhan sadis dilakukan pada Minggu (5/9) lalu. Saat itu, pelaku Zulkifli dan Dedi merencanakan untuk menghabisi nyawa korban, Zainuddin.
"Mereka sudah ada merencanakan perampokan disertai pembunuhan terhadap korban. Korban merupakan bos salah satu pelaku," terang Goldenhardt di Polda.
Keduanya membuat kesepakatan soal waktu menghabisi korban.
Untuk memulai aksinya, pelaku Zulkifli mengajak Dedi mendatangi korban ke rumahnya. Setelah sampai, mereka berbicara seperti biasanya. Tak lama kemudian, korban mengajak pelaku ke wilayah Bintan. Mereka berencana akan membeli barang-barang berupa besi tua.
Namun, saat di tengah perjalanan tepatnya di daerah Kijang, malapetaka itu pun terjadi. Pelaku meminta korban agar memberhentikan mobil. Saat mobil berhenti, Zulkifli memberi kode ke Dedi, pertanda pembunuhan dimulai.
Dedi langsung menjerat leher korban dengan tali dari belakang. Zainuddin tak dapat mekakukan perlawanan hingga akhirnya dia tewas.
Setelah korban tidak bernyawa, kedua pelaku memindahkan korban ke bagian belakang mobil. Lalu pukul 16.00 Wib, korban dibawa ke Tanjung Uban Batu untuk dikuburkan di tempat sepi.
Usai penguburan korban, kedua pelaku membawa mobil korban ke Danau Biru Bintan. Pelaku menguras uang korban dari dalam mobil dengan total Rp260 juta.
Kemudian kedua pelaku menceburkan mobil tersebut ke dalam Danau Biru untuk menghilangkan jejak.
"Kedua pelaku terlebih dahulu mengambil uang dari dashboard mobil. Bahkan, satu unit handphone dan kabur ke wilayah Riau," jelasnya.
Direktur Reskrimum Polda Kepri Jefri Ronald Siagian menambahkan, keduanya ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Kepri dan Polres Bintan. Penangkapan dipimpin Kompol Andri Kurniawan.
"Awalnya kita mendapat laporan dari keluarga korban. Dari hasil pemeriksaan ditemukan mobil korban di dalam danau. Lalu petugas melakukan pendalaman," ucap Hefri.
Setelah dilacak, ternyata korban terakhir kali pergi bersama pelaku, Zulkifli. Setelah ditelusuri, kedua pelaku kabur ke Bengkalis dan Indragiri Hulu, serta ke Indragiri Hilir.
Tak ingin buang-buang waktu, polisi langsung bergerak ke Riau. Setelah perjalanan panjang, akhirnya polisi berhasil menangkap kedua pelaku di Riau pada 27 September 2021. Mereka langsung diinterogasi.
"Total uang yang diambil para pelaku dari korban sebanyak Rp 260 juta. Sebagian uang itu dihabiskan untuk membeli sepeda motor, dan rumah. Saat ini masih kita telusuri keberadaannya," jelas Jefri.
Kepada polisi, Zulkifli mengakui perbuatannya. Dia tega membunuh bosnya itu karena rasa sakit hati pelaku Zuklifli. Sebab korban kerap menegur pelaku yang sering mabuk-mabukan dan punya hutang yang terus ditagih.
"Pelaku mengaku motifnya karena dendam. Sebab, dia sering ditegur saat mabuk-mabukan. Intinya ada dendam salah satu pelaku. Sedangkan pelaku lain (Dedi) ikut melakukan pembunuhan karena dijanjikan Rp 200 juta oleh otak pelaku (Zulkifli). Tapi, akhirnya hanya dibayar Rp 3,5 juta," jelasnya.**
Diduga Cabuli Anak dan Sebar Video Seksual di WhatsApp, Pelaku Dibekuk Polres Pelalawan
Kerumutan (PelalawanPos.co)– Keresahan masyarakat di Kecamatan Keru.
Diresahkan Warga, Warung Karaoke dan Dugaan Prostitusi di Langgam Dirazia Tengah Malam: 7 Wanita Terjaring
Langgam (PelalawanPos.co)– Menindaklanjuti keresahan masyarakat ter.
Pemasangan Spanduk Lahan TUKS PT Arara Abadi Batal, Kuasa Hukum Klaim Dihadang Security
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)— Rencana pemasangan spanduk pemberi.
Karhutla Mengintai Riau, APARI Desak Aparat Perketat Pengawasan dan Eksekusi Putusan PT SSS
PEKANBARU (PelalawanPos.co)— Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Kar.
KMPKS Desak Kapolda Riau Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli Proyek Perbaikan Jalan Rp1,2 Miliar di Rohul
Pekanbaru (PelalawanPos.co)- Ratusan massa yang tergabung dalam Kesat.
Geger! Oknum Guru SMPN Bernas Diduga Cabuli Anak Sesama Jenis, Komnas PA Buka Suara
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos.co)– Munculnya pemberitaan terkait .








