• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 15843 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 15305 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 25443 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 28968 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 30777 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pelalawan

Bupati Zukri dan Sultan Pelalawan X Hadir di Rangkaian Balimau Sultan Sambut Ramadan 1447 H

Redaksi

Ahad, 15 Februari 2026 17:43:44 WIB
Cetak
Bupati Zukri dan Sultan Pelalawan X Hadir di Rangkaian Balimau Sultan Sambut Ramadan 1447 H
Bupati Pelalawan hadir di rrangkaian Ritual Balimau Sultan Kelurahan Pelalawan

PELALAWAN (Pelalawanpos) - Langit pagi di Kecamatan Pelalawan masih diselimuti cahaya lembut ketika rombongan adat mulai bergerak dari halaman Istana Sayap Pelalawan. Angin dari tepian Sungai Kampar berhembus perlahan, membawa aroma air sungai yang tenang sekaligus menyimpan jejak sejarah panjang Kesultanan Pelalawan. Di tengah suasana yang sarat makna itulah, Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM hadir bersama Sultan Pelalawan X Assayyidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan untuk mengikuti rangkaian prosesi adat Belimau Sultan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Minggu (15/2/2026).

Hari itu bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah peristiwa budaya yang menyatukan masa lalu, masa kini, dan harapan masa depan dalam satu tarikan napas panjang masyarakat Melayu Pelalawan.

Kawasan Kelurahan Pelalawan, tempat prosesi dipusatkan, merupakan jantung sejarah Kerajaan Pelalawan. Di sinilah dahulu denyut pemerintahan kesultanan berpusat, menyebarkan pengaruh budaya, agama, dan tatanan sosial yang membentuk identitas masyarakat hingga kini. Setiap sudut kawasan ini seolah berbicara tentang kejayaan masa silam—tentang nilai marwah, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.

Prosesi Belimau Sultan menjadi momentum penting untuk kembali menapaki jejak sejarah tersebut. Ia bukan hanya perayaan menjelang Ramadan, tetapi juga ruang kolektif untuk menghidupkan ingatan bersama tentang para pendahulu yang telah membangun negeri dengan kebijaksanaan dan keteguhan iman.

Kehadiran Bupati Zukri bersama Sultan Pelalawan X serta Anggota DPD RI Abdul Hamid, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Tengku Zulfan, kepala OPD, Lembaga Adat Melayu Riau, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, menunjukkan bahwa adat dan pemerintahan berjalan beriringan. Tidak ada sekat antara struktur formal negara dan struktur kultural masyarakat. Semuanya melebur dalam satu payung besar: menjaga warisan dan memperkuat nilai religius.

Rangkaian Belimau Sultan diawali dengan ziarah ke kompleks Makam Sultan Pelalawan yang berada di lingkungan Masjid Hibbah. Pagi itu, langkah para pemimpin daerah dan tokoh adat terasa lebih pelan. Di antara nisan-nisan tua yang menyimpan kisah panjang perjuangan, doa-doa dipanjatkan dengan penuh khusyuk.

Tabur bunga menjadi simbol penghormatan, tetapi maknanya jauh lebih dalam dari sekadar tradisi. Di tempat itulah, generasi hari ini mengakui bahwa kemajuan daerah tidak lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari fondasi yang telah diletakkan oleh para pendahulu.

Bupati Zukri dalam sambutannya menyampaikan bahwa ziarah makam Sultan bukan hanya rutinitas seremonial, melainkan sarana refleksi diri.

“Melalui ziarah ini kita mendoakan para pendahulu sekaligus mengambil nilai keteladanan dari perjuangan mereka dalam membangun negeri,” ujarnya.

Kata-kata itu mengandung pesan kuat: sebelum memasuki Ramadan, setiap individu diajak menundukkan hati, mengingat asal-usul, dan menata niat. Sebab Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin.

Usai ziarah, rombongan kembali ke Istana Sayap Pelalawan untuk mengikuti makan beradat di ruang tamu istana. Hidangan tersaji dengan tata cara adat Melayu yang penuh aturan dan makna. Duduk bersila, menyantap makanan dengan tertib, mendahulukan yang dituakan—semuanya mencerminkan nilai penghormatan dan kebersamaan.

Makan beradat bukan hanya tentang santapan, tetapi tentang silaturahmi. Ia menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, kesultanan, tokoh adat, dan masyarakat. Dalam suasana itulah, sekat-sekat formal mencair, digantikan kehangatan yang mempererat persaudaraan.

Nilai kebersamaan ini terasa semakin relevan menjelang Ramadan. Sebab bulan suci adalah momentum memperkuat ukhuwah, memperbaiki hubungan sosial, dan menebar kebaikan tanpa memandang perbedaan.

Menjelang siang, arak-arakan adat bergerak menuju tepian Sungai Kampar. Iringan musik tradisional dan langkah teratur para peserta prosesi menghadirkan suasana yang sakral sekaligus meriah. Masyarakat memadati tepian sungai, menyaksikan dengan antusias.

Anjungan yang telah disiapkan menjadi titik puncak prosesi Mandi Belimau Sultan. Air sungai yang dicampur perasan limau disiapkan sebagai simbol penyucian diri. Dalam tradisi Melayu, limau dipercaya melambangkan kesegaran dan kebersihan—baik secara fisik maupun spiritual.

Bupati Zukri menegaskan bahwa Belimau Sultan bukan sekadar tradisi budaya, melainkan simbol kesiapan spiritual menyambut Ramadan.

“Melalui prosesi ini kita diingatkan untuk membersihkan diri, mempererat silaturahmi, serta mempersiapkan diri agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk,” ungkapnya.

Pesan tersebut disambut anggukan para tokoh adat dan masyarakat. Sebab di balik percikan air limau itu, tersimpan harapan agar hati dibersihkan dari iri, dengki, dan segala sifat tercela.

Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Pelalawan hadir menyaksikan rangkaian prosesi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berdiri berjejer di tepian sungai. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian dari sejarah yang terus diperbarui setiap tahun.

Bagi masyarakat, Belimau Sultan adalah identitas. Ia menandai siapa mereka dan dari mana mereka berasal. Di tengah derasnya arus globalisasi, tradisi ini menjadi jangkar yang menahan nilai-nilai lokal agar tidak hanyut.

Kehadiran pemerintah daerah dalam prosesi adat memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab tokoh adat, melainkan komitmen bersama. Sinergi antara pemerintah dan kesultanan menjadi fondasi penting menjaga kesinambungan tradisi.

Belimau Sultan juga mencerminkan filosofi Melayu yang menjadikan agama sebagai landasan adat. Ramadan adalah bulan suci umat Islam, dan penyambutannya melalui tradisi adat menunjukkan harmonisasi antara budaya dan agama.

Sultan Pelalawan X dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa adat Melayu tidak pernah terlepas dari nilai-nilai Islam. Setiap prosesi memiliki makna spiritual yang mengajak manusia mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tradisi ini menjadi pengingat bahwa modernitas tidak harus memutus akar budaya. Sebaliknya, kemajuan dapat tumbuh kokoh jika ditopang nilai tradisi yang kuat.

Belimau Sultan 1447 Hijriah hadir di tengah dinamika sosial yang terus berubah. Tantangan kehidupan modern, tekanan ekonomi, serta kompleksitas hubungan sosial membuat masyarakat membutuhkan ruang refleksi.

Tradisi ini memberikan ruang tersebut. Ia menjadi momen berhenti sejenak, menata hati, dan memperbaharui niat. Ramadan yang akan datang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan memperbaiki diri.

Bupati Zukri berharap tradisi Belimau Sultan terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, warisan budaya adalah kekuatan moral yang memperkokoh karakter masyarakat.

“Kita ingin generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Dengan memahami tradisi, mereka akan memiliki jati diri yang kuat,” tegasnya.

Prosesi Belimau Sultan berlangsung hingga sore hari dengan tertib dan penuh khidmat. Ketika matahari mulai condong ke barat, tepian Sungai Kampar perlahan kembali tenang. Namun semangat yang terbangun dari prosesi itu tetap terasa.

Belimau Sultan bukan sekadar ritual membasuh diri dengan air limau. Ia adalah pernyataan kolektif bahwa masyarakat Pelalawan siap menyambut Ramadan dengan hati bersih dan semangat kebersamaan.

Di antara gemericik air sungai dan doa-doa yang terucap, terselip harapan agar Ramadan 1447 Hijriah membawa keberkahan bagi negeri. Harapan agar masyarakat semakin rukun, pemerintahan semakin amanah, dan adat budaya semakin lestari.

Di tanah yang pernah menjadi pusat Kesultanan Pelalawan itu, sejarah kembali dihidupkan—bukan untuk dikenang semata, tetapi untuk dijadikan pijakan melangkah ke masa depan.

Dan ketika senja menutup hari, satu pesan terasa jelas: selama adat dijaga dan nilai religius terus dipelihara, Pelalawan akan tetap berdiri teguh sebagai negeri yang berakar kuat pada sejarah, berdaun rindang dalam kebersamaan, dan berbuah kebaikan dalam setiap langkah menyongsong Ramadan. (Advertorial/Pemkab Pelalawan/Erik)


 Editor : Rh

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Bupati Zukri Pimpin Rapat Penanganan Banjir Sungai Kampar, Fokus Penataan Sungai Kerinci

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:26:08 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos)-Zukri memimpin rapat pembahasan pena.

Daerah

Syukuran HUT ke-17, Perumda BPR Dana Amanah Gelar Buka Puasa Bersama dan Doa 40 Hari Pegawai

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:14:35 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co) – Dalam rangka memperingati har.

Daerah

Bupati Zukri Misran Buka Turnamen Zukri Ramadan Cup I di Pangkalan Kerinci

Ahad, 22 Februari 2026 - 15:13:23 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos)– Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., M.

Daerah

Bupati Zukri dan Wabup Husni Hadiri Festival Adat Togak Tonggol dan Mandi Balimau Kasai di Langgam

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:38:52 WIB

Langgam (PelalawanPos)– Bupati Pelalawan H. Zukri bersama Wakil Bup.

Daerah

Baznas Pelalawan Serahkan Bantuan Pendampingan Berobat untuk Dua Warga Kurang Mampu

Ahad, 15 Februari 2026 - 14:44:11 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co) – Baznas Kabupaten Pelalawan me.

Daerah

Rahmat Pantun Wakili Riau Lolos Kurasi Festival Pantun ASEAN 2026

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:19:40 WIB

Rohil (PelalawanPos.co)- Tokoh muda penggiat budaya, Muhammad Sarbain.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Enam Pengedar Narkoba Jaringan Pelalawan–Pekanbaru Ditangkap, Polisi Sita Sabu dan Ekstasi
01 Maret 2026
Warga Kuala Kampar Diterkam Harimau Saat Beristirahat di Dermaga Serapung
27 Februari 2026
Bupati Zukri Lantik Denny Gunawan sebagai Dirut Perumda Tuah Sekata 2026–2031
26 Februari 2026
Bupati Zukri Pimpin Rapat Penanganan Banjir Sungai Kampar, Fokus Penataan Sungai Kerinci
25 Februari 2026
Syukuran HUT ke-17, Perumda BPR Dana Amanah Gelar Buka Puasa Bersama dan Doa 40 Hari Pegawai
24 Februari 2026
Bupati Zukri Misran Buka Turnamen Zukri Ramadan Cup I di Pangkalan Kerinci
22 Februari 2026
Bupati Zukri Misran Hadiri Buka Puasa Bersama Muslimat NU, Tausiyah oleh Abdul Somad
21 Februari 2026
Ramadhan: Ibadah Naik, Akhlak Turun?
21 Februari 2026
Tiga Tersangka Narkoba Ditangkap di Desa Langkan, Satresnarkoba Polres Pelalawan Amankan Sabu dan Ganja
21 Februari 2026
Tausyiah Ustadz Wandi Saputra: Ramadhan Tiba, Saatnya Hati Bergembira dan Amal Dilipatgandakan
20 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Warga Kuala Kampar Diterkam Harimau Saat Beristirahat di Dermaga Serapung
  • 2 Bupati Zukri Lantik Denny Gunawan sebagai Dirut Perumda Tuah Sekata 2026–2031
  • 3 Bupati Zukri Pimpin Rapat Penanganan Banjir Sungai Kampar, Fokus Penataan Sungai Kerinci
  • 4 Syukuran HUT ke-17, Perumda BPR Dana Amanah Gelar Buka Puasa Bersama dan Doa 40 Hari Pegawai
  • 5 Bupati Zukri Misran Buka Turnamen Zukri Ramadan Cup I di Pangkalan Kerinci
  • 6 Bupati Zukri Misran Hadiri Buka Puasa Bersama Muslimat NU, Tausiyah oleh Abdul Somad
  • 7 Ramadhan: Ibadah Naik, Akhlak Turun?

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media