• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 18846 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 18306 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 28437 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 31946 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 33977 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pelalawan

Bupati Zukri dan Sultan Pelalawan X Hadir di Rangkaian Balimau Sultan Sambut Ramadan 1447 H

Redaksi

Selasa, 07 April 2026 06:21:09 WIB
Cetak
Bupati Zukri dan Sultan Pelalawan X Hadir di Rangkaian Balimau Sultan Sambut Ramadan 1447 H
Bupati Pelalawan hadir di rrangkaian Ritual Balimau Sultan Kelurahan Pelalawan

PELALAWAN (Pelalawanpos) - Langit pagi di Kecamatan Pelalawan masih diselimuti cahaya lembut ketika rombongan adat mulai bergerak dari halaman Istana Sayap Pelalawan. Angin dari tepian Sungai Kampar berhembus perlahan, membawa aroma air sungai yang tenang sekaligus menyimpan jejak sejarah panjang Kesultanan Pelalawan. Di tengah suasana yang sarat makna itulah, Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM hadir bersama Sultan Pelalawan X Assayyidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan untuk mengikuti rangkaian prosesi adat Belimau Sultan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Minggu (15/2/2026).

Hari itu bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah peristiwa budaya yang menyatukan masa lalu, masa kini, dan harapan masa depan dalam satu tarikan napas panjang masyarakat Melayu Pelalawan.

Kawasan Kelurahan Pelalawan, tempat prosesi dipusatkan, merupakan jantung sejarah Kerajaan Pelalawan. Di sinilah dahulu denyut pemerintahan kesultanan berpusat, menyebarkan pengaruh budaya, agama, dan tatanan sosial yang membentuk identitas masyarakat hingga kini. Setiap sudut kawasan ini seolah berbicara tentang kejayaan masa silam—tentang nilai marwah, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.

Prosesi Belimau Sultan menjadi momentum penting untuk kembali menapaki jejak sejarah tersebut. Ia bukan hanya perayaan menjelang Ramadan, tetapi juga ruang kolektif untuk menghidupkan ingatan bersama tentang para pendahulu yang telah membangun negeri dengan kebijaksanaan dan keteguhan iman.

Kehadiran Bupati Zukri bersama Sultan Pelalawan X serta Anggota DPD RI Abdul Hamid, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Tengku Zulfan, kepala OPD, Lembaga Adat Melayu Riau, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, menunjukkan bahwa adat dan pemerintahan berjalan beriringan. Tidak ada sekat antara struktur formal negara dan struktur kultural masyarakat. Semuanya melebur dalam satu payung besar: menjaga warisan dan memperkuat nilai religius.

Rangkaian Belimau Sultan diawali dengan ziarah ke kompleks Makam Sultan Pelalawan yang berada di lingkungan Masjid Hibbah. Pagi itu, langkah para pemimpin daerah dan tokoh adat terasa lebih pelan. Di antara nisan-nisan tua yang menyimpan kisah panjang perjuangan, doa-doa dipanjatkan dengan penuh khusyuk.

Tabur bunga menjadi simbol penghormatan, tetapi maknanya jauh lebih dalam dari sekadar tradisi. Di tempat itulah, generasi hari ini mengakui bahwa kemajuan daerah tidak lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari fondasi yang telah diletakkan oleh para pendahulu.

Bupati Zukri dalam sambutannya menyampaikan bahwa ziarah makam Sultan bukan hanya rutinitas seremonial, melainkan sarana refleksi diri.

“Melalui ziarah ini kita mendoakan para pendahulu sekaligus mengambil nilai keteladanan dari perjuangan mereka dalam membangun negeri,” ujarnya.

Kata-kata itu mengandung pesan kuat: sebelum memasuki Ramadan, setiap individu diajak menundukkan hati, mengingat asal-usul, dan menata niat. Sebab Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin.

Usai ziarah, rombongan kembali ke Istana Sayap Pelalawan untuk mengikuti makan beradat di ruang tamu istana. Hidangan tersaji dengan tata cara adat Melayu yang penuh aturan dan makna. Duduk bersila, menyantap makanan dengan tertib, mendahulukan yang dituakan—semuanya mencerminkan nilai penghormatan dan kebersamaan.

Makan beradat bukan hanya tentang santapan, tetapi tentang silaturahmi. Ia menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, kesultanan, tokoh adat, dan masyarakat. Dalam suasana itulah, sekat-sekat formal mencair, digantikan kehangatan yang mempererat persaudaraan.

Nilai kebersamaan ini terasa semakin relevan menjelang Ramadan. Sebab bulan suci adalah momentum memperkuat ukhuwah, memperbaiki hubungan sosial, dan menebar kebaikan tanpa memandang perbedaan.

Menjelang siang, arak-arakan adat bergerak menuju tepian Sungai Kampar. Iringan musik tradisional dan langkah teratur para peserta prosesi menghadirkan suasana yang sakral sekaligus meriah. Masyarakat memadati tepian sungai, menyaksikan dengan antusias.

Anjungan yang telah disiapkan menjadi titik puncak prosesi Mandi Belimau Sultan. Air sungai yang dicampur perasan limau disiapkan sebagai simbol penyucian diri. Dalam tradisi Melayu, limau dipercaya melambangkan kesegaran dan kebersihan—baik secara fisik maupun spiritual.

Bupati Zukri menegaskan bahwa Belimau Sultan bukan sekadar tradisi budaya, melainkan simbol kesiapan spiritual menyambut Ramadan.

“Melalui prosesi ini kita diingatkan untuk membersihkan diri, mempererat silaturahmi, serta mempersiapkan diri agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk,” ungkapnya.

Pesan tersebut disambut anggukan para tokoh adat dan masyarakat. Sebab di balik percikan air limau itu, tersimpan harapan agar hati dibersihkan dari iri, dengki, dan segala sifat tercela.

Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Pelalawan hadir menyaksikan rangkaian prosesi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berdiri berjejer di tepian sungai. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian dari sejarah yang terus diperbarui setiap tahun.

Bagi masyarakat, Belimau Sultan adalah identitas. Ia menandai siapa mereka dan dari mana mereka berasal. Di tengah derasnya arus globalisasi, tradisi ini menjadi jangkar yang menahan nilai-nilai lokal agar tidak hanyut.

Kehadiran pemerintah daerah dalam prosesi adat memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab tokoh adat, melainkan komitmen bersama. Sinergi antara pemerintah dan kesultanan menjadi fondasi penting menjaga kesinambungan tradisi.

Belimau Sultan juga mencerminkan filosofi Melayu yang menjadikan agama sebagai landasan adat. Ramadan adalah bulan suci umat Islam, dan penyambutannya melalui tradisi adat menunjukkan harmonisasi antara budaya dan agama.

Sultan Pelalawan X dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa adat Melayu tidak pernah terlepas dari nilai-nilai Islam. Setiap prosesi memiliki makna spiritual yang mengajak manusia mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tradisi ini menjadi pengingat bahwa modernitas tidak harus memutus akar budaya. Sebaliknya, kemajuan dapat tumbuh kokoh jika ditopang nilai tradisi yang kuat.

Belimau Sultan 1447 Hijriah hadir di tengah dinamika sosial yang terus berubah. Tantangan kehidupan modern, tekanan ekonomi, serta kompleksitas hubungan sosial membuat masyarakat membutuhkan ruang refleksi.

Tradisi ini memberikan ruang tersebut. Ia menjadi momen berhenti sejenak, menata hati, dan memperbaharui niat. Ramadan yang akan datang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan memperbaiki diri.

Bupati Zukri berharap tradisi Belimau Sultan terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, warisan budaya adalah kekuatan moral yang memperkokoh karakter masyarakat.

“Kita ingin generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Dengan memahami tradisi, mereka akan memiliki jati diri yang kuat,” tegasnya.

Prosesi Belimau Sultan berlangsung hingga sore hari dengan tertib dan penuh khidmat. Ketika matahari mulai condong ke barat, tepian Sungai Kampar perlahan kembali tenang. Namun semangat yang terbangun dari prosesi itu tetap terasa.

Belimau Sultan bukan sekadar ritual membasuh diri dengan air limau. Ia adalah pernyataan kolektif bahwa masyarakat Pelalawan siap menyambut Ramadan dengan hati bersih dan semangat kebersamaan.

Di antara gemericik air sungai dan doa-doa yang terucap, terselip harapan agar Ramadan 1447 Hijriah membawa keberkahan bagi negeri. Harapan agar masyarakat semakin rukun, pemerintahan semakin amanah, dan adat budaya semakin lestari.

Di tanah yang pernah menjadi pusat Kesultanan Pelalawan itu, sejarah kembali dihidupkan—bukan untuk dikenang semata, tetapi untuk dijadikan pijakan melangkah ke masa depan.

Dan ketika senja menutup hari, satu pesan terasa jelas: selama adat dijaga dan nilai religius terus dipelihara, Pelalawan akan tetap berdiri teguh sebagai negeri yang berakar kuat pada sejarah, berdaun rindang dalam kebersamaan, dan berbuah kebaikan dalam setiap langkah menyongsong Ramadan. (Advertorial/Pemkab Pelalawan/Erik)


 Editor : Rh

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Wabup Pelalawan Resmi Buka Manasik Haji 1447 H, Bekali Jemaah Menuju Tanah Suci

Kamis, 16 April 2026 - 14:43:02 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)-Wakil Bupati Pelalawan, Husni Tha.

Daerah

PHK di PT APRIL Group Memanas, Mediasi Ketiga Masih Buntu

Kamis, 16 April 2026 - 13:07:20 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Kasus pemutusan hubungan kerja.

Daerah

Kepala Desa Sungai Upih Klarifikasi Pemberitaan Terkait Janji Bupati

Kamis, 16 April 2026 - 12:03:09 WIB

Kuala Kampar (PelalawanPos.co)– Kepala Desa Sungai Upih, M. Fauzi, .

Daerah

Halal Bihalal APSAI Jadi Momentum Kolaborasi Lindungi Anak di Pelalawan

Kamis, 16 April 2026 - 08:42:28 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Ketua Umum Asosiasi Perusahaan.

Daerah

Mahasiswa & Warga Desak Sanksi Tegas, Perusahaan Bandel CSR Disorot

Rabu, 15 April 2026 - 18:58:03 WIB

Pelalawan (PelalawanPos)– Langkah tegas Badan Perencanaan Pembangun.

Daerah

Ditengah Pengetatan Fiskal, Pemkab Hidupkan Ekosistem Pariwisata Pelalawan

Rabu, 15 April 2026 - 13:30:54 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) – Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Pelalawan ditu.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Bantu Sejahterakan 420 Warga Miskin, Pengurus MD KAHMI Pelalawan Apresiasi Z-Park Kerinci Skyland
16 April 2026
Dari Wisata ke Kesejahteraan, Z-Park Bagi Rp1,7 Miliar ke 420 Mustahik
16 April 2026
Wabup Pelalawan Resmi Buka Manasik Haji 1447 H, Bekali Jemaah Menuju Tanah Suci
16 April 2026
Polres Pelalawan Razia THM, Dua Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
16 April 2026
PHK di PT APRIL Group Memanas, Mediasi Ketiga Masih Buntu
16 April 2026
Kepala Desa Sungai Upih Klarifikasi Pemberitaan Terkait Janji Bupati
16 April 2026
Halal Bihalal APSAI Jadi Momentum Kolaborasi Lindungi Anak di Pelalawan
16 April 2026
BAZNAS Pelalawan Perluas Program Belanja Yatim, Kini Jangkau 9 Kecamatan
16 April 2026
Mahasiswa & Warga Desak Sanksi Tegas, Perusahaan Bandel CSR Disorot
15 April 2026
Ditengah Pengetatan Fiskal, Pemkab Hidupkan Ekosistem Pariwisata Pelalawan
15 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Viral Pelayanan IGD, Bupati Zukri Langsung Sidak RSUD Selasih
  • 2 Dari Puluhan Perusahan di Pelalawan Hanya 11 Melaporkan CSR, Bappeda Ancam Saksi Tegas
  • 3 HIPMAWAN dan Warga Sorek Satu Kompak Tolak Izin Jalan untuk PT Arara Abadi
  • 4 Oknum Guru Pencabulan Sidang Perdana di PN Pelalawan, Komnas PA Desak Hukuman Berat untuk Pelaku Pencabulan Anak
  • 5 IPM-KP Desak Camat Pelalawan Panggil PT SHL, Transparansi Beasiswa Jadi Sorotan
  • 6 PT NSR Salurkan Bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Operasional Perusahaan
  • 7 Disorot Publik, APRIL Group Klarifikasi Proses PHK dan Tegaskan Telah Sesuai Prosedur

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media