Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Himadikum UMRI Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Aek Ngadol, Soroti Lambannya Penanganan Bencana
Tapanuli Selatan (PelalawanPos)— Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Himadikum UMRI) yang tergabung dalam Posko SARMMI menyalurkan bantuan kemanusiaan hasil penggalangan dana masyarakat Kota Pekanbaru kepada warga terdampak banjir dan longsor di Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (21/12/2025).
Bantuan yang disalurkan merupakan wujud solidaritas masyarakat Pekanbaru yang dihimpun melalui aksi penggalangan dana. Bantuan tersebut kemudian direalisasikan dalam bentuk perlengkapan alat kebersihan dan perlengkapan ibadah, seperti alat sholat, yang diserahkan langsung kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap proses pemulihan pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, Himadikum UMRI turut hadir langsung sebagai relawan kemanusiaan dan terlibat dalam proses pendistribusian bantuan di lokasi bencana. Ketua Himadikum UMRI, Lamhot Gabriel Nainggolan, bersama Lano Rahadian, Muhammad Anto, dan Rabbi Fernanda, menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah berpartisipasi membantu para korban.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pekanbaru dan para donatur yang telah mempercayakan bantuan ini kepada kami untuk disalurkan langsung kepada warga terdampak di Aek Ngadol,” ujar Lamhot.
Namun di tengah aksi kemanusiaan tersebut, Lamhot Gabriel Nainggolan juga menyampaikan kritik terhadap pemerintah, khususnya pemerintah pusat, yang dinilai belum menunjukkan langkah cepat dan serius dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut.
“Sudah hampir satu bulan bencana banjir dan longsor melanda Aek Ngadol, namun hingga hari ini pemerintah pusat belum menetapkan status bencana nasional. Di lapangan, kami masih menemukan rumah warga yang dipenuhi lumpur dan kayu sisa banjir,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa penetapan status bencana nasional merupakan upaya penting untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, keinginan masyarakat agar status bencana nasional ditetapkan bukan berarti menganggap pemerintah tidak hadir, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya, melainkan sebagai bentuk harapan agar negara hadir secara lebih maksimal.
“Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin keselamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana,” lanjutnya.
Himadikum UMRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu kemanusiaan ini dan mendorong agar penanganan bencana di Aek Ngadol mendapatkan perhatian serius dari pemerintah serta seluruh pemangku kebijakan, demi pemulihan yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Upah Naik, Hidup Tak Kunjung Layak: May Day 2026 dan Realitas Buruh Kita
PelalawanPos-Momen Hari Buruh Nasional atau May Day pada 1 Mei 2026 k.
Adat yang Bergeser: Dari Simbol Kehormatan Menjadi Pertunjukan
PelalawanPos- Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam wajah pernikah.
Dari Batu Bersurat ke Panggung Riau, Wahyu Trinanda Puteri Bawa Nama Pelalawan ke Grand Final Duta Pariwisata 2026
Pekanbaru (PelalawanPos)– Langkah itu dimulai dari sebuah desa keci.
IBCA MMA Riau Mantapkan Langkah: Raker 2026 Fokus Event Nasional dan Internasional
Dumai (PelalawanPos)– Ikatan Bela Diri Campuran Amatir (IBCA MMA) P.
Musda Ulang HMI Badko Sumbagtera Dinyatakan Sah, Teguhkan Konsolidasi dan Arah Baru Organisasi
SUMATERA (PelalawanPos) – Musyawarah Daerah (Musda) ulang Himpunan .
Dari Wisata ke Kesejahteraan, Z-Park Bagi Rp1,7 Miliar ke 420 Mustahik
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Di sudut Pangkalan Kerinci, se.








