Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
LSM AJAR Riau Soroti Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Lalang Kabung Sejak 2019
Pelalawan (PelalawanPos.co)-Dugaan penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Tuk Lintang Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah warga bersama aktivis anti korupsi menilai pengelolaan anggaran BUMDes dari tahun 2019 hingga 2025 dinilai tidak transparan dan tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Informasi yang dihimpun media, sejak dibentuk, BUMDes Berkah Tuk Lintang seharusnya berperan menggerakkan ekonomi desa melalui berbagai unit usaha. Namun, hingga kini tidak terlihat adanya kegiatan ekonomi yang berjalan aktif. Warga mempertanyakan ke mana dana BUMDes yang telah dikucurkan selama enam tahun terakhir digunakan.
“Dari tahun ke tahun tidak ada laporan jelas, baik kegiatan maupun pertanggungjawaban penggunaan dana. Warga tidak tahu apa usaha yang dijalankan dan ke mana uang itu mengalir,” ujar salah seorang warga Lalang Kabung yang enggan disebutkan namanya, Selasa (7/10/2025).
Sorotan juga datang dari LSM anti korupsi Aliansi Jurnalis Anti Rasuah (AJAR) Riau, Ketua LSM AJAR, Amri Koto mengatakan pihaknya telah menerima banyak keluhan masyarakat terkait tidak transparannya pengelolaan dana BUMDes Berkah Tuk Lintang.
“Kami menilai ada dugaan indikasi kuat penyimpangan dalam penggunaan anggaran BUMDes ini. Selama enam tahun, tidak ada laporan terbuka kepada masyarakat, bahkan hasil usaha pun tidak terlihat. Kami minta Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Inspektorat segera melakukan audit dan investigasi mendalam,” tegas Amri.
Ia menambahkan, BUMDes dibentuk dengan tujuan mensejahterakan masyarakat desa, bukan menjadi wadah kepentingan kelompok tertentu.
“Kalau dana BUMDes tidak jelas penggunaannya, maka kepercayaan publik terhadap program pembangunan desa bisa hancur. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lalang Kabung maupun pengurus BUMDes Berkah Tuk Lintang belum dapat dimintai keterangan resmi hingga berita ini diterbitkan.
LSM AJAR juga berencana melayangkan surat resmi kepada Inspektorat Kabupaten Pelalawan untuk meminta klarifikasi dan audit terhadap penggunaan dana BUMDes tersebut.
“Ini bukan soal kecil, karena menyangkut uang negara dan hak masyarakat desa,” tutup Amri Koto. (Tim)
Kejari Pelalawan Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Pupuk Bersubsidi, Kerugian Negara Capai Rp34 Miliar
Pelalawan (PelalawanPos.co)-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan kemba.
Polres Pelalawan Musnahkan Lebih 20 Ton Bawang Ilegal di TPA Desa Kemang
Pelalawan (PelalawanPos)– Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan memus.
Paman di Pelalawan Ditangkap atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Keponakan
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)- Bejat, mungkin ungkapan itu tepa.
Untuk Ketiga Kalinya, Masjid Ar Razzaq Pangkalan Kerinci Dibobol Maling
PANGKALAN KERINCI (Pelalawanpos) - Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Masjid Ar Razzaq .
Penyuluh Pertanian Dinilai Rentan Dikaitkan Kasus Pupuk Subsidi, Pemerhati Minta Penegakan Hukum Menyentuh Akar Masalah
Pekanbaru (PelalawanPos.co)— Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kera.
Kasus Batin Muncak Rantau Viral, Polemik Hukum Adat dan Hukum Positif Kembali Mengemuka di Riau
Pekanbaru (PelalawanPos.co)-Viralnya kasus Jasman selaku Batin Muncak.








