Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
KAMMI Pelalawan Minta Satgas PKH Segera Menangkap Kades LKB Rusi
PELALAWAN (Pelalawanpos) - Pasca ditangkapnya tokoh adat atau Datuk Puncak Rantau oleh Kapolda Riau terkait sebagai aktor utama terjadinya transaksi jual beli hutan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pelalawan meminta kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk segera memperlakukan tindakan yang sama kepada Kepala Desa Lubuk Kembang Bunga (Kades LKB) Ir. H. Rusi Chairus Slamet.
Nama pak wali LKB memang serinh disebut memiliki andil besar banyaknya pendatang yang bermukim dan merambah kawasan hutan secara tidak bertanggung yang mengakibatkan rusaknya fungsi hutan sebagai habitat berbagai ekosistem di dalamnya, seperti hewan yang dilindungi serta berbagai jenis flora langka.
"Datuk puncak rantau dan kades Lubuk Kembang Bunga adalah dua serangkai yang memiliki peran berbeda namun efek dari peran mereka sangat luar biasa di TNTN," kata Ketua KAMMI Pelalawan Wahyu Widodo, Selasa (23/6/2025)
Peran dari Rusi yang menerbitkan surat izin garap kawasan hutan menjadi legalisasi semu dan magnet bagi banyak pecinta pohon penghasil CPO itu berdatangan ke TNTN, dengan surat sakti nya Rusi, hutan alam berubah fungsi menjadi hamparan sawit seluas mata memandang.
"Kades Rusi harus segera ditetapkan sebagai tersangka, banyak warga pendatang mengaku membeli lahan dari batin dan membayar kades untuk surat izin garapnya, itu tidak bisa disangkal pak wali Rusi, harus ia petanggungjawabkan," imbuhnya
Wahyu pun Haqqul yakin, proses pertanggungjawaban secara hukum akan sampai ke badan Rusi, mengingat langkah tegas yang diambil satgas PKH yang tak tebang pilih dalam menegakkan hukum di hutan TNTN untuk mengembalikan fungsi nya sebagai paru paru dunia.
"Kades ini takkan bisa mengelak, kalau melihat pemberitaan media terkait TNTN, Rusi bakal menyusul. Apa lagi bukan lagi rahasia umum bagaimana berkuasanya Rusi di lahan TNTN,"bebernya
"Kini ia sedang mendekati karma yang di tanamnya, yang di pupuknya bertahun tahun, jangan sampai kabut pula ia sebalum mau ditangkap, "pungkasnya***
Kejari Pelalawan Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Pupuk Bersubsidi, Kerugian Negara Capai Rp34 Miliar
Pelalawan (PelalawanPos.co)-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan kemba.
Polres Pelalawan Musnahkan Lebih 20 Ton Bawang Ilegal di TPA Desa Kemang
Pelalawan (PelalawanPos)– Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan memus.
Paman di Pelalawan Ditangkap atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Keponakan
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)- Bejat, mungkin ungkapan itu tepa.
Untuk Ketiga Kalinya, Masjid Ar Razzaq Pangkalan Kerinci Dibobol Maling
PANGKALAN KERINCI (Pelalawanpos) - Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Masjid Ar Razzaq .
Penyuluh Pertanian Dinilai Rentan Dikaitkan Kasus Pupuk Subsidi, Pemerhati Minta Penegakan Hukum Menyentuh Akar Masalah
Pekanbaru (PelalawanPos.co)— Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kera.
Kasus Batin Muncak Rantau Viral, Polemik Hukum Adat dan Hukum Positif Kembali Mengemuka di Riau
Pekanbaru (PelalawanPos.co)-Viralnya kasus Jasman selaku Batin Muncak.








