Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Kesultanan Pelalawan X Assayyidis Syarif Kamaruddin Harun Keluarkan Maklumat Terkait Persoalan Rempang Batam
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)-PDYM Sultan Pelalawan X Assayyidis Syarif Kamaruddin Harun Tengku Besar Pelalawan atau Sultan Syarif Kamaruddin mengeluarkan maklumatnya terkait persoalan pengosongan lahan di Rempang.
Hal disampaikan Datuk Bendahara Kesultanan Pelalawan selaku Juru Bicara Kesultanan, Tengku Zulmizan Farinja Assagaff, Senin (2/10/2023).
"Bahwa PDYM Sultan Pelalawan X telah menulis sepucuk surat kepada Yang Mulia Tuan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo bertanggal 28 September 2023 M/ 12 Rabiul Awwal 1445 M," kata Tengku Zulmizan.
Dijelaskan Tengku Zulmizan, isi surat merupakan permohonan kebijaksanaan dalam Penanganan Masalah Masyarakat Pulau Rempang. Pada intinya menyampaikan harapan kepada Pemerintah Republik Indonesia agar dalam menghadapi permasalahan masyarakat
Pulau Rempang, Kepulauan Riau, hendaknya diselesaikan dengan cara-cara yang patut, bijaksana, beradab, beradat,
serta dengan pendekatan persuasif dan manusiawi terhadap masyarakat tempatan yang merupakan pemilik sah kampung halaman dan tanah tumpah darah mereka yakni Pulau Rempang tersebut.
"Investasi yang akan dilaksanakan
hendaknya juga atas kehendak dan keridhoan masyarakat tempatan dan pengambilan keputusan hendaknya lebih mengutamakan kepentingan rakyat dari pada kepentingan investor," tegas Tengku Zulmizan
Lebih lanjut dikatakan Tengku Zulmizan, bahwa maklumat disampaikan merupakan sebagai dukungan moral terhadap untuk Masyarakat Melayu Pulau
Rempang.
Pertama, PDYM Sultan Pelalawan X menyatakan rasa sedih dan keprihatinan yang mendalam atas permasalahan yang sedang mendera Saudara-saudara kami sebangsa Melayu di Pulau Rempang, terkait investasi yang megabaikan kepentingan dan menistakan marwah Masyarakat Melayu Tempatan.
Kedua, PDYM Sultan Pelalawan X menyerukan kepada Saudara-saudara kami Masyarakat Pulau Rempang, khususnya Saudara sebangsa Melayu agar dalam berjuang kiranya senantiasa menjaga sikap istiqomah dalam kesabaran dan tawwakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta‟ala.
Ketiga, PDYM Sultan Pelalawan X menyerukan kepada Saudara-saudara kami segenap Bangsa Melayu dimana saja berada agar senantiasa mendukung dan mendo‟akan perjuangan Saudara-saudara kita sebangsa Puak Melayu Pulau Rempang dalam semangat “Senasib sepenanggungan, seaib semalu, seiya sekata, seciap bak ayam sedencing bak besi serumpun bagai serai. Tak kan Melayu hilang di bumi!!!”
Selain itu, Kesultanan Pelalawan menaruh harapan yang teramat besar semoga permasalahan ini secepatnya selesai dan segala kekeruhan dapat dijernihkan. Kiranya pihak-pihak terkait dalam kapasitas masing-masing mengambil peran dengan mendahulukan akal budi daripada nafsu duniawi sehingga hal-hal yang bersifat kemudhoratan dan situasi buruk tidak terjadi pada masa hadapan, terutama terhadap masyarakat yang selalu dalam posisi sebagai “kaum mustadh‟afin” (miskin, lemah dan tertindas).***
Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung
PELALAWAN (Pelalawanpos) — Upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarak.
Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang
DAIRI, SUMATERA UTARA (PelalawanPos.co)— Persoalan administrasi kep.
Puluhan Tahun Tak Kunjung Tuntas, Pengukuran Lahan PT THIP Dikawal Ratusan Warga hingga Malam
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Pengukuran bersama terhadap lahan .
Puluhan Warga dan Aparat Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Kampar, Lahan Gambut Masih Berasap
KUALA KAMPAR (PelalawanPos.co) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan.
Aktivis Pelalawan Beri Dua Jempol untuk Komitmen PT Musim Mas di Tengah Maraknya Karhutla
PELALAWAN (Pelalawanpos) — Di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.
BEM ITP2I Desak Kapolda Riau Usut dan Tindak Tegas Pelaku Karhutla
PELALAWAN (Pelalawanpos) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan seriu.








