• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 31633 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 31007 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 41192 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 44639 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 47353 Kali

  • Home
  • Nasional

Membesoek Pelukis Terkenal Hardi yang Mengidap Penyakit Radang Meningitis

Redaksi

Senin, 03 Juli 2023 17:57:23 WIB
Cetak
Membesoek Pelukis Terkenal Hardi yang Mengidap Penyakit Radang Meningitis

PelalawanPos.co-Pelukis Hardi tengah berjemur badan di halaman depan rumahnya ketika saya besoek, Minggu (2/7) pagi. Tubuhnya bersandar di kursi, sedangkan kedua kakinya dibiarkan berselonjor.  Sinar matahari pagi yang cukup terik menjilati tubuhnya. 

Pagi itu, ia ditemani putri sulungnya Oriana Titisari dan Munadi, sahabatnya, mantan karikaturis Harian Terbit.  Belakangan saya baru tahu, lokasi rumah Hardi di Kav DKI Kedoya hanya berjarak 10 menit dari rumah saya. Bahkan hanya 5 menit dari Kantor Tabloid Cek & Ricek. Yang mengirimi peta rumahnya, produser film Firman Bintang. Sabtu pagi Firman ke rumah Hardi, namun rumah itu tertutup rapat. Dia sempat mengetuk- ngetuk pagarnya tapi tidak ada respons.

Informasi Facebook

Lebih dua tahun kami putus kontak, tetiba dikejutkan dengan kabar Hardi  menderita sakit yang kritis. Informasi itu disampaikan  penyair Jose Rizal Manua di laman Facebooknya minggu lalu. Foto dan narasi di FB itu memperlihatkan  kondisi  Hardi yang sangat mengenaskan. Tubuhnya kurus, wajahnya nyaris tidak bisa dikenali karena saking kurusnya. Di foto itu posisi tubuh Hardi tampak amat lemah  tidak berdaya saat dibesoek oleh teman-temannya sesama pelukis. Berbanding terbalik dengan aslinya, yang kita kenal selama ini.  Hardi bertubuh gempal dan energik berkat latihan silat rutin perguruannya, Bangau Putih. 

Di awal awal masa pandemi Hardi rajin mengirimi saya video sedang berolahraga di depan rumahnya dengan jurus- jurus silat perguruan Bangau Putih. 

Begitu tiba di rumahnya, saya menjabat tangannya. Hardi menyambut. Namun saat saya  menyapa dengan menyebut nama  ia  nampak kesulitan  mengenali.  Oriana membantu, mengulang menyebutkan nama saya. Munadi juga ikut menjelaskan, namun tak berhasil. Hardi hanya merespons dengan senyum. Munadi sendiri pun tidak dia kenali.

" Ingatannya memang masih on and off, Om," kata  Oriana. 

Menurut Oriana, Papanya mengalami problem pada daya ingat akibat radang  meningitis yang menjangkiti empat bulan lalu. Radang meningitis itu diketahui dari hasil diagnosa dokter di RS PON ( Pusat Otak Nasional ). Di RS itu Hardi sempat dirawat sepuluh hari akibat terjatuh di tangga rumahnya.  

"Sekarang sudah ada kemajuan. Sudah mau makan. Sudah bisa berjalan ke kamar mandi," cerita Oriana. 

Secara rutin keluarganya  pun rajin memeriksakan Hardi ke dokter. Jadwal kontrol dokter sekali dua minggu. Dokter yang datang ke rumah karena Hardi sering tak kuat menempuh perjalanan ke RS lantaran kemacetan lalulintas. Belum lagi jika harus antre di RS. 

Gangguan kesehatan Hardi  mulai muncul sepeninggal Susan, istrinya, yang wafat bulan Oktober tahun lalu. 

" Dia tidak punya nafsu makan. Itu yang membuat berat badan Papa langsung drop," ujar Ori.Putrinya memperkirakan berat badan Hardi turun sekitar 10 kg. 

Saya mengenal Hardi pertengahan 1970 an di Taman Ismail Marzuki dan bersahabat sejak itu hingga sekarang. Dua tahun lalu ia menghadiahi saya lukisan Ka'bah.

Meski jarang bertemu secara fisik, namun komunikasi kami terus terjalin melalui media sosial. Selain WhatsApp, Hardi juga rajin meng upload aktivitasnya di laman FB dan Instagram. Di media sosial itu ia sering menjajakan karya - karyanya.

" Papa suka berhubungan dengan netizen yang berminat membeli lukisannya. Dia tahu umumnya netizen itu menganggap harga lukisannya mahal. Nah! Papa sering menawarkan harga berdasar kemampuan netizen," cerita Oriana.

Hardi merupakan  tokoh seni rupa penting Indonesia.  Pelopor Gerakan Seni Rupa Indonesia yang mewarnai dinamika  kesenian  di Tanah Air masa itu. Gerakan Seni Rupa Barunya terdiri FX Harsono, Bonyong Munni Ardhi, Siti Adiyati, Jim Supangkat, dan Nanik Mirna.

Karyanya dikoleksi Keluarga Cendana, menteri-menteri kabinet Orde Baru dan Orde Reformasi, tokoh-tokoh nasional, kalangan pengusaha dan rekan-rekan seniman. Selain lembaga-lembaga bergengsi seperti Museum Purna Bhakti Pertiwi, Balai Senirupa DKI, Dinas Kebudayaan DKI, TIM, LBH, Wisma Seni Nasional, Bentara Budaya, PT. Coca Cola Museum Neka Ubud - Bali, Yayasan Pengembangan Bisnis Indonesia, dan lain-lain. 

Ketika saya besoek  keadaan  Hardi memang relatif sudah membaik. Sekurangnya, dibandingkan dengan foto yang diupload di FB oleh Jose Rizal Manua. Meski belum mengenali tamunya, tetapi dia selalu merespon dengan senyum.

"Kita ngobrol begini Papa juga dengar. Mengerti. Nanti malam dia akan mengulasnya," ujar Oriana. Itu kebiasaan  terakhir Hardi yang dinilai putrinya sebagai tanda perbaikan memorinya. Dia sering nonton TV dan mengikuti berita dan talkshow di layar kaca. Hanya saja, responsnya baru belakangan.

Nama Oriana untuk putri sulungnya diambil Hardi dari nama wartawan Italia terkenal di tahun 1960-80 an, Oriana Fallaci.  Kelak, Oriana  memang menjadi wartawan di group Kompas. 

Hardi dianugerahi tiga anak dan empat cucu. Putri keduanya,bernama Mahachakri, diambil dari Princess Maha Chakri Sirindhorn  Thailand. Sedangkan anak bungsunya, dia beri nama Jibril. Nama itu diambil dari nama Malaikat. 

Terlahir   dengan nama R. Soehardi pada 26 Mei 1951, Ia salah satu pelukis aliran ekspresionis yang terkenal dengan  berbagai aktivis lintas seni dan kebudayaan di Indonesia. 

Dia mengawali kariernya tahun 1970  di Ubud, Bali. Ia melukis bersama W. Hardja, Anton Huang, kemudian kuliah di Akademi Seni Rupa Surabaya.

Tahun 1971 - 1974 Hardi kuliah di STSRI ASRI Yogyakarta, berlanjut tahun 1975 - 1977 kuliah di De Jan Van EYC Academie di Maastricht, Belanda. Dalam bidang senirupa Hardi berguru kepada Daryono, Fadjar Sidik, Widayat, Prof. Hans Seur, Prof. Pieter De Fesche, Nyoman Gunarsa, dan Drs. Sudarmadji.

Pada tahun 1979 namanya  melejit diulas  banyak media. Dalam pameran Seni Rupa Baru tahun itu sebuah lukisan bertuliskan "Presiden RI th 2001 Suhardi", menampilkan potret dirinya berseragam tentara, menarik perhatian banyak kalangan. Tahun 1980, Karya itu kembali ditampilkan dalam pameran seni Forum Pelukis Muda Indonesia di Taman Ismail Marzuki. Karena lukisan  itu, Hardi ditangkap penguasa militer dengan tuduhan makar. Lukisan itu dianggap menantang hegemoni Orde Baru di bawah Presiden Soeharto.  Beruntung tidak sampai dipendam lama dalam tahanan.  Hardi kemudian dibebaskan atas permintaan Wakil Presiden Adam Malik, tiga hari setelah ditangkap.

Hardi berpembawaan terbuka dan blak-blakan, kadang meledak-ledak. Seorang  kolektor dan pengamat karyanya menandai perubahan karya lukis Hardi di era 1970 - 1980an yang banyak mengekspos masalah sosial dan menjadi pencetus Gerakan Seni Rupa Baru yang fenomenal, melahirkan karya-karya yang teduh, meski tetap dengan sapuan yang galak. 

Sebelum pamit, saya mendoakan semoga Hardi segera sembuh, pulih seperti sediakala dengan ide - ide brilian yang dituangkan dalam lukisan- lukisannya. Hardi kembali merespons dengan senyum. 

Indonesia akan kesepian tanpa  Hardi, kata saya lagi.  Semoga itu tertanam dalam memori Hardi yang akan diulas belakangan, mungkin sebentar malam, seperti kata Oriana.

Penulis: Ilham Bintang 


 Editor : Ea

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung

Rabu, 16 September 2026 - 21:32:27 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) — Upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarak.

Nasional

Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang

Rabu, 16 September 2026 - 20:57:56 WIB

DAIRI, SUMATERA UTARA (PelalawanPos.co)— Persoalan administrasi kep.

Nasional

Puluhan Tahun Tak Kunjung Tuntas, Pengukuran Lahan PT THIP Dikawal Ratusan Warga hingga Malam

Jumat, 11 September 2026 - 09:44:43 WIB

Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Pengukuran bersama terhadap lahan .

Nasional

Puluhan Warga dan Aparat Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Kampar, Lahan Gambut Masih Berasap

Senin, 07 September 2026 - 17:29:59 WIB

KUALA KAMPAR (PelalawanPos.co) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan.

Nasional

Aktivis Pelalawan Beri Dua Jempol untuk Komitmen PT Musim Mas di Tengah Maraknya Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 - 06:54:53 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) — Di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.

Nasional

BEM ITP2I Desak Kapolda Riau Usut dan Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Kamis, 03 September 2026 - 07:12:35 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan seriu.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung
16 September 2026
Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang
16 September 2026
Warga Dua Desa di Siak Berjuang Pertahankan Tanah Leluhur yang Dikuasai PTPN IV, Komisi II DPRD Siak Turun ke Lokasi
16 September 2026
Kejari Pelalawan Turun ke Jalan, Ajak Warga Bersama Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi
16 September 2026
Antrean Biosolar Mengular, Hima Persis Pelalawan Desak Pengawasan Distribusi BBM Subsidi Diperketat
16 September 2026
Huzni Kembali ke Pidsus, Kini Pimpin Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru
15 September 2026
100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih
15 September 2026
Diduga Cabuli Anak dan Sebar Video Seksual di WhatsApp, Pelaku Dibekuk Polres Pelalawan
14 September 2026
HIPMAWAN Dukung Program Aren Pelalawan: Bukan Sekadar Menanam Pohon, Tapi Membangun Ekonomi dan Wisata Masa Depan
14 September 2026
Diresahkan Warga, Warung Karaoke dan Dugaan Prostitusi di Langgam Dirazia Tengah Malam: 7 Wanita Terjaring
13 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung
  • 2 Warga Dua Desa di Siak Berjuang Pertahankan Tanah Leluhur yang Dikuasai PTPN IV, Komisi II DPRD Siak Turun ke Lokasi
  • 3 100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih
  • 4 HIPMAWAN Dukung Program Aren Pelalawan: Bukan Sekadar Menanam Pohon, Tapi Membangun Ekonomi dan Wisata Masa Depan
  • 5 Diresahkan Warga, Warung Karaoke dan Dugaan Prostitusi di Langgam Dirazia Tengah Malam: 7 Wanita Terjaring
  • 6 Lima Anak Yatim Ingin Kembali Sekolah, Komnas PA Pelalawan Gandeng Baznas Wujudkan Harapan
  • 7 Jelang HUT ke-27, Pemkab Pelalawan Percepat Penyelesaian Tahap Akhir Tugu Bono

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media