• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 31576 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 30950 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 41134 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 44578 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 47292 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Bengkalis

Ahli Pidana Sebut Penerapan Pasal 385 Tidak Terpenuhi, Dugaan Skenario Mafia Hukum

Redaksi

Kamis, 29 September 2022 00:23:33 WIB
Cetak
Ahli Pidana Sebut Penerapan Pasal 385 Tidak Terpenuhi, Dugaan Skenario Mafia Hukum

BENGKALIS (PelalawanPos.co) - Sidang perkara terdakwa Asin  alias Asia (53) yang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dugaan Penyerobotan lahan Pasal 385 dan Pemalsuan surat tanah Pasal 263 kembali digelar pada Selasa (27/9/2022) kemarin, di Pengadilan Negeri Bengkalis, Riau.

Agenda sidang menghadirkan saksi ahli hukum Pidana dari Universitas Riau, Dr. Erdianto Effendi. S.H., M. Hum dengan ketua hakim Bayu. S. Rahardjo. SH., MH dan dua hakim pendamping.

Dalam keterangan Saksi Ahli Pidana, penerapan Pasal 385 KUHP dinilai tidak tepat. Pakar Pidana dari universitas ternama tersebut mengungkapkan seharusnya digunakan PERPU No. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya.

Baca Juga :
  • Terima Mandat Ketua JMSI, Asep SP Siap Memperkaya Literasi Pelalawan
  • Satria Shooting Club Gelar Latihan Bersama di Gor Tualang Kecamatan Perawang
  • Satpol PP Didesak Tertibkan Payung Ceper Stadion Utama Riau

" Dalam penerapan pasal 385 KUHP harus ada satu dari tiga perbuatan yaitu, perbuatan menjual menukarkan atau menjadikan creditverband satu objek tanah atau suatu bangunan suatu tanaman atau pembenihan yang ada pada tanah tersebut padahal diketahuinya bahwa tanah itu adalah milik orang lain," jelas Dr Erdianto dimuka persidangan.

Jika tidak ada satu dari tiga perbuatan itu, sambung Erdianto, maka pasal 385 tidak dapat diterapkan.

" Kalau sekedar menduduki seperti misalnya mendirikan bangunan atau menanam sesuatu di atas tanah yang diketahui sebagai milik orang lain maka itu bukan pasal 385 tetapi merupakan pelanggaran peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 51 tahun 1960," ujarnya menambahkan.

Untuk disebut adanya pemalsuan surat, lanjut Erdianto, harus ada pembuatan surat dalam arti dua hal pemalsuan intelektual dan pemalsuan materiil. Yaitu membuat surat sedemikian rupa padahal isinya tidak sesuai dengan kenyataannya atau mengubah satu surat sehingga berubah daripada yang seharusnya.

"Tak Dikatakan orang menggunakan surat palsu syaratnya harus orang yang menggunakan itu tahu betul bahwa Surat yang ia gunakan palsu jika ia berkeyakinan bahwa Surat yang ia gunakan itu adalah surat asli dan tidak ada orang yang memberitahunya bahwa surat itu palsu maka dia tidak dapat dipersalahkan sebagai menggunakan surat palsu itupun pasal 263 ayat 2 harus dicantumkan dalam dakwaan," jelasnya lagi.

Untuk menentukan apakah suatu surat atas tanah itu palsu atau tidak harus dicek kondisi di lapangan tidak cukup hanya sekedar mengecek Apakah surat tersebut register di kantor pemerintahan atau tidak.

" Akan tetapi harus dicocokkan apa yang diterangkan di dalam surat apakah sama dengan kenyataannya di lapangan surat yang menerangkan sesuatu yang isinya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan dapat diverifikasi sebagai surat palsu," ulasnya.

Pakar Pidana yang juga merupakan dosen di universitas ternama di Riau itupun menyampaikan pendapat hukumnya untuk membebaskan terdakwa.

" Jika ketentuan sebagaimana dimaksud di atas tidak terjadi dalam fakta hukumnya maka seharusnya lah dakwaan dinyatakan tidak terbukti dan terdakwa harus dibebaskan," harapnya.

Melihat kasus yang dialami Asia alias Asin, dibeberapa fakta persidangan sebelumnya, pelapor Siti Azizah sempat mengejutkan dan membuat geleng kepala.

Pelapor mengungkapkan dalam persidangan terkait isi BAP dirinya di kepolisian, merupakan peran suaminya. Hal itu terang diakuinya didalam persidangan sebelumnya.

Kuasa hukum terdakwa, Henri Zanita juga menyesalkan sikap oknum penyidik yang dinilai tidak profesional.

" Harapan kami penyidik harus memahami betul terhadap unsur-unsur dalam penerapan pasal untuk ditersangkakan kepada orang. Jangan karena kekuasaan kita berbuat zholim, mentersangkakan dengan pasal 263 ayat 1 untuk orang yang buta huruf kan gak terpenuhi itu, apalagi yang ditersangkakan hanya satu orang," kata Henri Zanita.

" JPU  juga harus lebih teliti dalam menerima berkas tersangka dari penyidik hendaknya sebelum P21 sudah mentelaah pasal yang disangkakan apakah unsur-unsurnya sudah benar-benar terpenuhi dan harapan saya kepada kepada majelis hakim melihat fakta-fakta persidangan yang berlangsung mampu memutuskan perkara ini yang seadil-adilnya, hingga tidak ada orang yang terzolimi.
Dalam hal ini kami sebagai pengacara tidaklah mencari kemenangan namun semata-mata kami memperjuangkan kebenaran," ungkap Henri Zanita. SH., MH kesal.

Menurut informasi yang beredar, Kanit Reskrim Polsek Rupat telah di mutasikan kebagian Sabhara Polres Bengkalis. Namun belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek setempat hingga berita ini diterbitkan. (Rls)


 Editor : Es

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Antrean Biosolar Mengular, Hima Persis Pelalawan Desak Pengawasan Distribusi BBM Subsidi Diperketat

Rabu, 16 September 2026 - 13:18:45 WIB

PELALAWAN (PelalawanPos.co) — Antrean panjang kendaraan untuk menda.

Daerah

Warga Dua Desa di Siak Berjuang Pertahankan Tanah Leluhur yang Dikuasai PTPN IV, Komisi II DPRD Siak Turun ke Lokasi

Rabu, 16 September 2026 - 14:16:17 WIB

SIAK (PelalawanPos.co) — Perjuangan masyarakat Desa Lubuk Dalam dan.

Daerah

Huzni Kembali ke Pidsus, Kini Pimpin Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru

Selasa, 15 September 2026 - 15:44:50 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos.co)— Fusthathul Amul Huzni, S.H., kembali d.

Daerah

100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih

Selasa, 15 September 2026 - 12:51:01 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)— Kepedulian terhadap kesehatan .

Daerah

HIPMAWAN Dukung Program Aren Pelalawan: Bukan Sekadar Menanam Pohon, Tapi Membangun Ekonomi dan Wisata Masa Depan

Senin, 14 September 2026 - 14:12:45 WIB

PELALAWAN (PelalawanPos.co) – Program pengembangan pohon aren di Ka.

Daerah

Jelang HUT ke-27, Pemkab Pelalawan Percepat Penyelesaian Tahap Akhir Tugu Bono

Jumat, 11 September 2026 - 13:51:14 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) - Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui tim terpadu turun langsung ke l.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung
16 September 2026
Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang
16 September 2026
Warga Dua Desa di Siak Berjuang Pertahankan Tanah Leluhur yang Dikuasai PTPN IV, Komisi II DPRD Siak Turun ke Lokasi
16 September 2026
Kejari Pelalawan Turun ke Jalan, Ajak Warga Bersama Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi
16 September 2026
Antrean Biosolar Mengular, Hima Persis Pelalawan Desak Pengawasan Distribusi BBM Subsidi Diperketat
16 September 2026
Huzni Kembali ke Pidsus, Kini Pimpin Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru
15 September 2026
100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih
15 September 2026
Diduga Cabuli Anak dan Sebar Video Seksual di WhatsApp, Pelaku Dibekuk Polres Pelalawan
14 September 2026
HIPMAWAN Dukung Program Aren Pelalawan: Bukan Sekadar Menanam Pohon, Tapi Membangun Ekonomi dan Wisata Masa Depan
14 September 2026
Diresahkan Warga, Warung Karaoke dan Dugaan Prostitusi di Langgam Dirazia Tengah Malam: 7 Wanita Terjaring
13 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih
  • 2 Diresahkan Warga, Warung Karaoke dan Dugaan Prostitusi di Langgam Dirazia Tengah Malam: 7 Wanita Terjaring
  • 3 Lima Anak Yatim Ingin Kembali Sekolah, Komnas PA Pelalawan Gandeng Baznas Wujudkan Harapan
  • 4 Jelang HUT ke-27, Pemkab Pelalawan Percepat Penyelesaian Tahap Akhir Tugu Bono
  • 5 Bupati Zukri Gerak Cepat Atasi Banjir Pangkalan Kerinci: Jangan Tunggu Banjir Datang Baru Bergerak!
  • 6 Puluhan Tahun Tak Kunjung Tuntas, Pengukuran Lahan PT THIP Dikawal Ratusan Warga hingga Malam
  • 7 Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 H, Wabup Ajak Masyarakat Perbanyak Doa

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media