Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Diundang Masyarakat Adat, Doktor Lingkungan Elvriadi SPi MSi Kejar Oknum Penjual Hutan di TNTN
PelalawanPos.co- Pakar Lingkungan Nasional, DR Elvriadi S.Pi, M.Si melakukan investigasi lapangan terkait persoalan konflik hutan yang berada di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Desa yang berada didekat kawasan Taman Nasional Tesso Nilo itu sering terjadi konflik lahan dan hutan. Hal ini akibat adanya dugaan oknum yang melakukan penjualan lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
"Saya datang hari ini, atas undangan para batin. Sebab selama ini pemerintah dalam hal ini negara atau kementerian terkait tidak melibatkan mereka dalam banyak hal, seolah-olah kami tidak berada di kawasan TNTN kata mereka," ucap Aktivis Kahmi Nasional ini.
Lanjut DR Elvriadi, baginya persoalan ini bukan hal yang baru, dia melihat negara hanya memandang tupoksinya saja ini. Misalnya, TNTN hanya menjaga pohon dan satwanya, namun masyarakat lokal adat dan para batin kurang dilibatkan.
"Beberapa Negara yang saya kunjungi dalam rangka management lingkungan yakni Amerika, Eropa, Jepang dan seterusnya termasuk Negara Dubai itu sudah menggunakan kolaboratif management bersama masyarakat lokal dibawak dan adat dibawak serta Negara dibawak, itu baru efektif dalam managementnya," ungkapnya.
Sambung DR Elvriadi, namun di Indonesia ini masih ada ego sektoral, masih menganggap ini lawan, menganggap ini kawan, dan menganggap ini bisa membahayakan lingkungan, menghilangkan satwa dan pohon. Dia menilai itu tidak bagus, harusnya Negara merangkul saja para batin, yang terpenting siapa yang disitu Pemprov, Pemkab Pelalawan dan masyarakat adatnya harus dilibatkan management di TNTN ini.
"Kita juga melihat potensi pidana perusakan hutan disana, kita akan proses secara hukum," tegas Doktor lingkungan yang dikenal seantero Negeri Lancang Kuning Riau ini.
Ditambahkan DR Elvriadi, data yang ditemukan pihaknya jumlah hutan terus susut. Selagi ada pemain pemainya yang menjual tanah yang masih hutan akan ditebang.
"Ada penjual hutan pasti ditebang, saya malah yakin akan susut dari tahun ketahun. Akibatnya, makin banyak bencana di Riau karena lingkungan tidak terjaga, hutan tidak terjaga. Tentunya harus memiliki political Will yang ada pada idelalisme Pemerintah, kalau dia tidak memiliki idealisme tidak akan terpikir untuk melestarikan, menyelamatkan," terang Doktor asli putra melayu Riau ini.
"Saya akan berkoordinasi dengan Negara dalam hal ini Balai TNTN dengan Kementrian LHK, dengan masyarakat adat, dengan para aktivis, dan para Advokad supaya terjadi kolaboratif management dan kolaboratif eksen. Tentunya harus bisa merajut kebersamaan dengan harapan bisa selamatkan lingkungan dan marwah Negeri Pelalawan,"Pungkasnya.***
Huzni Kembali ke Pidsus, Kini Pimpin Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru
PEKANBARU (PelalawanPos.co)— Fusthathul Amul Huzni, S.H., kembali d.
100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)— Kepedulian terhadap kesehatan .
HIPMAWAN Dukung Program Aren Pelalawan: Bukan Sekadar Menanam Pohon, Tapi Membangun Ekonomi dan Wisata Masa Depan
PELALAWAN (PelalawanPos.co) – Program pengembangan pohon aren di Ka.
Jelang HUT ke-27, Pemkab Pelalawan Percepat Penyelesaian Tahap Akhir Tugu Bono
PELALAWAN (Pelalawanpos) - Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui tim terpadu turun langsung ke l.
Bupati Zukri Gerak Cepat Atasi Banjir Pangkalan Kerinci: Jangan Tunggu Banjir Datang Baru Bergerak!
PELALAWAN (PelalawanPos.co) – Persoalan banjir di Kota Pangkalan Ke.
JMSI Dumai Resmi Dilantik, Pesan Keras Syafriadi: Wartawan Harus Paham Kode Etik
DUMAI (PelalawanPos.co) – Kepengurusan Jaringan Media Siber Indones.








