Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Warga Sungai Ara Keluhkan Gatal-Gatal Usai Mandi di Sungai, Hasil Uji Laboratorium DLH Belum Juga Diumumkan
PELALAWAN, RIAU (PelalawanPos.co) — Keluhan masyarakat Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan, terkait penyakit kulit berupa gatal-gatal yang dialami sejumlah warga hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Warga menduga keluhan tersebut berkaitan dengan penggunaan air sungai untuk aktivitas sehari-hari, namun penyebab pastinya belum diketahui.
Keluhan masyarakat ini mencuat sejak 27 Juli 2026. Sejumlah warga Desa Sungai Ara mengaku mengalami alergi kulit dan rasa gatal setelah menggunakan air sungai, termasuk untuk mandi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan bahwa keluhan penyakit kulit tersebut disebabkan oleh pencemaran air sungai.
Atas keluhan tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi air sungai yang digunakan warga. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah terdapat kandungan pencemar, limbah, atau faktor lain yang berpotensi memengaruhi kualitas air.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan bersama Dinas Kesehatan turun ke lapangan.
DLH mengambil sampel air sungai untuk dilakukan pengujian laboratorium. Sementara itu, Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak yang mengalami keluhan pada kulit.
DLH sebelumnya menyampaikan bahwa hasil pengujian laboratorium akan disampaikan secara transparan kepada publik setelah hasil pemeriksaan keluar.
Namun, hingga pertengahan September 2026, hasil uji laboratorium yang dinantikan masyarakat tersebut belum juga disampaikan secara terbuka.
Kondisi ini mendapat perhatian dari Agung Maulana, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pelalawan. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memberikan kepastian kepada masyarakat Desa Sungai Ara terkait persoalan tersebut.
Agung mendesak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan segera memberikan penjelasan secara transparan mengenai perkembangan pemeriksaan sampel air sungai yang telah diambil.
"Ini menyangkut kesehatan masyarakat. Pemerintah harus memberikan kepastian kepada warga, terutama terkait hasil uji laboratorium air sungai. Kalau memang hasilnya belum keluar, harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat apa kendalanya," tegas Agung.
Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka, terlebih ketika muncul keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan penggunaan air sungai.
Agung juga menyoroti komunikasi yang sebelumnya disampaikan Kepala DLH melalui WhatsApp, bahwa hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu bulan kemudian.
Namun, waktu yang ditunggu masyarakat kini telah memasuki lebih dari satu bulan sejak sampel air diambil dan persoalan tersebut mencuat pada Juli lalu.
"Jangan sampai masyarakat terus bertanya-tanya. Pemerintah harus hadir dan memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan. Jika air sungai dinyatakan aman, sampaikan hasilnya. Kalau ditemukan masalah, masyarakat juga harus diberitahu langkah penanganannya," ujarnya.
Ia meminta Pemkab Pelalawan tidak mengabaikan persoalan yang menyangkut kepentingan dan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kejelasan hasil pemeriksaan dinilai penting agar tidak menimbulkan keresahan maupun spekulasi di tengah masyarakat.
Masyarakat Desa Sungai Ara kini menunggu penjelasan resmi dari DLH Kabupaten Pelalawan mengenai hasil uji laboratorium kualitas air sungai tersebut.
Publik juga menantikan penjelasan Dinas Kesehatan mengenai hasil pemeriksaan kesehatan warga serta apakah terdapat hubungan antara keluhan gatal-gatal yang dialami masyarakat dengan penggunaan air sungai.
Hingga hasil pemeriksaan resmi diumumkan, penyebab pasti keluhan penyakit kulit yang dialami warga Desa Sungai Ara masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan pengujian kualitas air secara ilmiah.***
DEWI Meranti Meriah, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Turut Ambil Peran
PELALAWAN (Pelalawanpos) - Mahasiswa KKN UIN Suska Riau turut mengambil bagian dalam menyukseskan.
Kabut Asap Menyelimuti Pelalawan, Suryadi Bagikan 1.000 Masker Gratis untuk Warga
PELALAWAN (PelalawanPos.co)— Kepedulian terhadap masyarakat tak sel.
Payo ZV Didiskualifikasi Usai Menang, Kontroversi Lubuk Raja Cup II Makin Memanas
PELALAWAN (PelalawanPos.co)– Kontroversi mewarnai pelaksanaan Lubuk.
Diduga Tak Kantongi Identitas Resmi, Oknum Jukir Paksa Pemotor Bayar Parkir di Depan Tokoh Toserba 600 Pangkalan Kerinci
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos.co)— Aktivitas parkir di kawasan La.
Wabup Pelalawan Bersama Kapolres Turun Langsung Padamkan Karhutla di Teluk Binjai
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutl.
Ribuan Warga Kepung PKS PT THIP, Tuding 28 Tahun Tak Beri Manfaat: Ancam Rebut Hak Jika Tuntutan Diabaikan
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Gelombang protes besar mengguncang.








