Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Warga Minta Presiden Prabowo-Gibran Perhatikan Fenomena Ikan Mati di Sungai Kampar
Pelalawan (PelalawanPos.co)– Fenomena matinya ratusan ikan dan munculnya ribuan ikan mabuk di sepanjang aliran Sungai Kampar, mulai dari Desa Sering hingga Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Peristiwa ini disebut sudah berulang setiap tahun, namun hingga kini penyebab pastinya belum pernah diungkap secara jelas oleh pihak terkait.
Warga yang bermukim di pinggiran Sungai Kampar merasa khawatir, sebab sebagian besar dari mereka masih bergantung pada air sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk konsumsi rumah tangga dan kegiatan nelayan tradisional.
“Kami meminta Presiden Prabowo-Gibran dapat menjadikan Sungai Kampar sebagai perhatian khusus dalam penyelamatan lingkungan. Kerusakan Sungai Kampar semakin parah, dan diduga pencemaran dari limbah perusahaan sudah banyak mencemari sungai,” ujar Rorin Ardiansyah, salah seorang aktivis Kabupaten Pelalawan, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, jika persoalan ini tidak segera ditangani serius oleh pemerintah pusat, maka bukan hanya ekosistem sungai yang rusak, tetapi juga kehidupan ekonomi masyarakat pesisir Kampar yang bergantung pada hasil perikanan tradisional akan ikut terancam.
Sementara itu, Naldi, warga Kelurahan Pelalawan, menceritakan bahwa dalam dua hari terakhir, warga menemukan banyak ikan mabuk dan mati mengapung di sungai. Fenomena tersebut memicu warga berbondong-bondong turun ke sungai untuk menangkap ikan yang masih hidup.
“Ya, banyak ikan mabuk seperti ikan baung, patin, udang, dan jenis lainnya. Banyak warga turun ke sungai untuk mengambilnya,” ungkap Naldi.
Namun, di balik aktivitas tersebut, warga juga menyimpan kekhawatiran akan tingkat pencemaran air Sungai Kampar. Mereka takut ikan-ikan yang mati dan mabuk itu merupakan dampak dari limbah yang mencemari air sungai.
“Sungai Kampar ini tempat masyarakat mencari penghidupan dan sumber air untuk konsumsi. Kalau sudah tercemar, kami takut menggunakannya,” tambah Naldi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat melakukan penyelidikan mendalam terhadap penyebab berulangnya fenomena ikan mati di Sungai Kampar, serta menetapkan langkah nyata untuk memulihkan kualitas lingkungan di kawasan tersebut.
“Kami berharap pemerintah benar-benar hadir. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang tanpa ada solusi. Kami bermohon agar Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran memperhatikan nasib masyarakat pinggiran Sungai Kampar,” pungkas Rorin. (Tim)
Menahan Diri di Era yang Serba Meledak Oleh : Iswadi M.Yazid
PelalawanPos- Di penghujung Dzulqaidah, manusia modern sesungguhnya s.
May Day 2026 di Riau Kompleks Meriah, Ribuan Pekerja dan Keluarga Rayakan Kebersamaan Tanpa Sekat
Riau Kompleks (PelalawanPos)– Suasana berbeda terasa di Lapangan Me.
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati Mandek Setahun, Komnas Anak: “Ini Alarm Darurat Nasional”
Jakarta (PelalawanPos)– Mandeknya penanganan kasus dugaan kekerasan.
Bupati dan Kapolres Kompak Dukung Wahyu Trinanda Puteri, Siap Harumkan Nama Pelalawan di Grand Final Duta Pariwisata Riau 2026
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)– Dukungan besar mengalir untuk Wah.
Rakor Darurat BBM, Bupati Zukri Minta Distribusi Dipercepat dan SPBU Tertib
Pelalawan (PelalawanPos)– Pemerintah Kabupaten Pelalawan bergerak c.
Upah Naik, Hidup Tak Kunjung Layak: May Day 2026 dan Realitas Buruh Kita
PelalawanPos-Momen Hari Buruh Nasional atau May Day pada 1 Mei 2026 k.








