• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 14863 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 14364 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 24478 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 28022 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 29698 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pelalawan

Penulis: Iswadi M.Yazid

Kemerdekaan Pasca-Seremonial: Dari Panggung Upacara ke Tanggung Jawab Sehari-Hari

Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 12:47:14 WIB
Cetak
Kemerdekaan Pasca-Seremonial: Dari Panggung Upacara ke Tanggung Jawab Sehari-Hari
Ketua MUI Kabupaten Pelalawan, Iswadi M.Yazid (Foto/Istimewa).

PelalawanPos.co-Hiruk pikuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia baru saja usai. Di alun-alun, halaman sekolah, kantor pemerintahan, hingga pelosok desa, rakyat tumpah ruah dengan gegap gempita. Merah putih berkibar, lomba-lomba berlangsung, dan pidato kenegaraan bergema. Ada rasa syukur, ada kebanggaan, ada nostalgia perjuangan.

Namun pertanyaan pentingnya adalah: setelah bendera diturunkan, panggung dibongkar, dan lomba dihentikan, apa yang tersisa dari kemerdekaan? Apakah ia sekadar seremonial tahunan, atau menjadi energi yang menyalakan tanggung jawab moral untuk membangun bangsa ini?

Kemerdekaan: Warisan dan Amanah
Sejarah mencatat bagaimana darah dan air mata para pejuang, termasuk para ulama, menjadi fondasi tegaknya NKRI. Resolusi Jihad yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari, perjuangan Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, hingga tokoh nasionalis lain, membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan yang disertai pengorbanan.

Dari perspektif Islam, kemerdekaan adalah amanah Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan: “Dan hendaklah kamu berbuat baik karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 195).

Kebaikan itu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Maka, memelihara kemerdekaan sama nilainya dengan menjaga amanah dari Sang Khalik.

Tantangan Pasca 80 Tahun Merdeka
Delapan dekade merdeka adalah usia yang matang bagi sebuah bangsa. Namun, jujur harus diakui, perjalanan ini tidak bebas dari problem. Ada tantangan besar yang menguji sejauh mana kita benar-benar “merdeka”:

(1) Penjajahan Gaya Baru – Kita memang bebas dari kolonialisme fisik, tapi masih terjajah oleh korupsi, narkoba, hoaks, konsumerisme, dan budaya instan.(2) Ketimpangan Sosial – Masih banyak warga yang hidup di garis kemiskinan, sulit mengakses pendidikan dan kesehatan yang layak.(3) Kerapuhan Moral dan Keluarga – Angka perceraian meningkat, kekerasan dalam rumah tangga marak, generasi muda rentan terhadap narkoba dan pornografi.(4) Era Digital yang Mengguncang – Informasi berlimpah, tapi literasi lemah. Generasi muda bisa kehilangan arah jika tidak diarahkan. Di sinilah kemerdekaan diuji. Apakah bangsa ini sekadar merdeka secara politik, atau juga merdeka secara sosial, ekonomi, moral, dan spiritual?

Merdeka Bermula dari Keluarga
Kemerdekaan bangsa sangat erat kaitannya dengan ketahanan keluarga. Keluarga adalah madrasah pertama. Dari sanalah lahir generasi yang jujur atau korup, rajin atau malas, visioner atau pragmatis.Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Pemimpin yang pertama adalah ayah dan ibu di rumah. Bila keluarga rapuh, maka bangsa akan ikut rapuh. Sebaliknya, bila keluarga kuat, penuh nilai iman, ilmu, dan akhlak, maka bangsa ini akan tumbuh kokoh. Maka, pasca HUT kemerdekaan ke-80 ini, penting untuk menggeser fokus: dari seremonial besar ke pembangunan keluarga.

Mari jadikan kemerdekaan sebagai spirit memperkuat pernikahan yang sehat, mendidik anak dengan kasih sayang, dan membangun ketahanan keluarga yang menjadi benteng peradaban.

Islam dan Tanggung Jawab Sosial
Islam tidak hanya bicara soal ibadah ritual, tetapi juga ibadah sosial. Kemerdekaan adalah momentum untuk menguatkan solidaritas. Jangan sampai kita sibuk dengan pesta, tapi lupa dengan tetangga yang kelaparan.

Prinsip ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) menuntut agar perbedaan suku, agama, dan pandangan politik tidak menjadi penghalang untuk membangun negeri. Justru keragaman adalah kekuatan. Peran ulama, tokoh masyarakat, dan generasi muda sangat penting untuk menjaga persatuan dan memberi keteladanan.

Dari Seremonial ke Tanggung Jawab Sehari-hari Esensi “kemerdekaan pasca-seremonial” adalah mengubah semangat euforia menjadi gerakan nyata sehari-hari(1). Bagi pemerintah → melayani rakyat dengan tulus, transparan, bebas dari korupsi.(2). Bagi masyarakat → bekerja keras, jujur, menjaga solidaritas, serta taat hukum. (3).Bagi generasi muda → berkarya di era digital dengan konten yang mencerahkan, bukan merusak.(4) Bagi keluarga → menjaga pernikahan, mendidik anak, dan menanamkan nilai iman serta nasionalisme.(5) Inilah wujud kemerdekaan sejati: bukan sekadar bebas, tapi bertanggung jawab.

Penutup
Delapan puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Kita patut bangga, tetapi jangan cepat puas. Kemerdekaan bukan sekadar warisan untuk dirayakan, melainkan amanah untuk dipertanggungjawabkan.

Pasca seremonial kemerdekaan, mari kita jadikan momentum ini sebagai panggilan hati: dari euforia ke karya, dari nostalgia ke tanggung jawab, dari upacara ke pengabdian nyata. Kemerdekaan hanya akan bermakna jika benar-benar diisi dengan kerja nyata, solidaritas sosial, dan keluarga yang kuat. Dari sanalah lahir bangsa yang kokoh, berdaulat, dan bermartabat—sebuah bangsa yang merdeka lahir dan batyan***


Sumber : Ketua MUI Kabupaten Pelalawan Iswadi M.Yazid /  Editor : Ew

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Camat Ukui Joko Hadi Bangga, Tiwa Harumkan Nama Pelalawan di ASEAN Para Games

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:20:02 WIB

Ukui (PelalawanPos)– Prestasi gemilang atlet National Paralympic Co.

Nasional

Komnas PA Pelalawan Terima Bantuan Baznas untuk Pendampingan Hukum Anak Kurang Mampu

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:58:10 WIB

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Komisi Nasional Perlindungan A.

Nasional

Aktivis Pelalawan Tegaskan Polri di Bawah Presiden, Tolak Wacana Masuk Kementerian

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:03:14 WIB

Pelalawan (PelalawanPos)– Aktivis Pelalawan menegaskan bahwa kedudu.

Nasional

HIPMAWAN Tolak Wacana Penempatan Polri di Bawah Kementerian

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:16:01 WIB

PELALAWAN (PelalawanPos)— Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten .

Nasional

Langkah Emas dari Ukui: Tiwa dan Mimpi yang Berlari Hingga Thailand di ASEAN Para Games 2025

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:33:51 WIB

Internasional (PelalawanPos.co)-Di lintasan lari sejauh 1.500 meter i.

Nasional

Judi Online di Indonesia: Ancaman Sosial-Ekonomi Nyata, Mendesak Menteri Terkait Mengundurkan Diri

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:58:17 WIB

Jakarta (PelalawanPos)— Indonesia tengah menghadapi krisis sosial-e.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
7,5 Tahun Kerja Tetap Berstatus Kontrak, Pekerja Maintenance PT RAPP Mengadu ke Disnaker
02 Februari 2026
Rokok Ilegal Masih Marak di Pelalawan, PD Hima Persis Soroti Kinerja Aparat
02 Februari 2026
Diduga Kontes Waria di THM Pekanbaru Viral, PW Hima Persis Riau Kecam Keras
01 Februari 2026
Ketua MPC Pemuda Pancasila Pelalawan Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden
31 Januari 2026
Ceramah Ustadz Wandi Saputra: Perbanyak Istighfar, Bersihkan Hati di Bulan Sya’ban
30 Januari 2026
Pengurus APSAI Kabupaten Pelalawan Periode 2026–2031 Resmi Dilantik
30 Januari 2026
Camat Ukui Joko Hadi Bangga, Tiwa Harumkan Nama Pelalawan di ASEAN Para Games
30 Januari 2026
Komnas PA Pelalawan Terima Bantuan Baznas untuk Pendampingan Hukum Anak Kurang Mampu
29 Januari 2026
Aktivis Pelalawan Tegaskan Polri di Bawah Presiden, Tolak Wacana Masuk Kementerian
29 Januari 2026
Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, ITP2I Gelar Pelatihan Penapisan Jamur Trichoderma di Desa Simpang Beringin
29 Januari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Diduga Kontes Waria di THM Pekanbaru Viral, PW Hima Persis Riau Kecam Keras
  • 2 Komnas PA Pelalawan Terima Bantuan Baznas untuk Pendampingan Hukum Anak Kurang Mampu
  • 3 ITP Pelalawan Indonesia Gelar Pelatihan Desain Promosi Digital Berbasis Canva dan AI di Desa Padang Luas
  • 4 HIPMAWAN Tolak Wacana Penempatan Polri di Bawah Kementerian
  • 5 EMP Bentu Limited Bersama Pemerintah Kecamatan Langgam dan Korek Tanam 1.000 Pohon
  • 6 Kecamatan Pangkalan Kerinci Ikuti Musrenbang RKPD Pelalawan 2027 Secara Virtual
  • 7 Masyarakat Pulau Rupat Sambut Baik Pencabutan Izin PT SRL

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media