• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 22410 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 21810 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 31957 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 35443 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 37647 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pelalawan

Penulis: Iswadi M.Yazid

Kemerdekaan Pasca-Seremonial: Dari Panggung Upacara ke Tanggung Jawab Sehari-Hari

Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 12:47:14 WIB
Cetak
Kemerdekaan Pasca-Seremonial: Dari Panggung Upacara ke Tanggung Jawab Sehari-Hari
Ketua MUI Kabupaten Pelalawan, Iswadi M.Yazid (Foto/Istimewa).

PelalawanPos.co-Hiruk pikuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia baru saja usai. Di alun-alun, halaman sekolah, kantor pemerintahan, hingga pelosok desa, rakyat tumpah ruah dengan gegap gempita. Merah putih berkibar, lomba-lomba berlangsung, dan pidato kenegaraan bergema. Ada rasa syukur, ada kebanggaan, ada nostalgia perjuangan.

Namun pertanyaan pentingnya adalah: setelah bendera diturunkan, panggung dibongkar, dan lomba dihentikan, apa yang tersisa dari kemerdekaan? Apakah ia sekadar seremonial tahunan, atau menjadi energi yang menyalakan tanggung jawab moral untuk membangun bangsa ini?

Kemerdekaan: Warisan dan Amanah
Sejarah mencatat bagaimana darah dan air mata para pejuang, termasuk para ulama, menjadi fondasi tegaknya NKRI. Resolusi Jihad yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari, perjuangan Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, hingga tokoh nasionalis lain, membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan yang disertai pengorbanan.

Dari perspektif Islam, kemerdekaan adalah amanah Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan: “Dan hendaklah kamu berbuat baik karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 195).

Kebaikan itu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Maka, memelihara kemerdekaan sama nilainya dengan menjaga amanah dari Sang Khalik.

Tantangan Pasca 80 Tahun Merdeka
Delapan dekade merdeka adalah usia yang matang bagi sebuah bangsa. Namun, jujur harus diakui, perjalanan ini tidak bebas dari problem. Ada tantangan besar yang menguji sejauh mana kita benar-benar “merdeka”:

(1) Penjajahan Gaya Baru – Kita memang bebas dari kolonialisme fisik, tapi masih terjajah oleh korupsi, narkoba, hoaks, konsumerisme, dan budaya instan.(2) Ketimpangan Sosial – Masih banyak warga yang hidup di garis kemiskinan, sulit mengakses pendidikan dan kesehatan yang layak.(3) Kerapuhan Moral dan Keluarga – Angka perceraian meningkat, kekerasan dalam rumah tangga marak, generasi muda rentan terhadap narkoba dan pornografi.(4) Era Digital yang Mengguncang – Informasi berlimpah, tapi literasi lemah. Generasi muda bisa kehilangan arah jika tidak diarahkan. Di sinilah kemerdekaan diuji. Apakah bangsa ini sekadar merdeka secara politik, atau juga merdeka secara sosial, ekonomi, moral, dan spiritual?

Merdeka Bermula dari Keluarga
Kemerdekaan bangsa sangat erat kaitannya dengan ketahanan keluarga. Keluarga adalah madrasah pertama. Dari sanalah lahir generasi yang jujur atau korup, rajin atau malas, visioner atau pragmatis.Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Pemimpin yang pertama adalah ayah dan ibu di rumah. Bila keluarga rapuh, maka bangsa akan ikut rapuh. Sebaliknya, bila keluarga kuat, penuh nilai iman, ilmu, dan akhlak, maka bangsa ini akan tumbuh kokoh. Maka, pasca HUT kemerdekaan ke-80 ini, penting untuk menggeser fokus: dari seremonial besar ke pembangunan keluarga.

Mari jadikan kemerdekaan sebagai spirit memperkuat pernikahan yang sehat, mendidik anak dengan kasih sayang, dan membangun ketahanan keluarga yang menjadi benteng peradaban.

Islam dan Tanggung Jawab Sosial
Islam tidak hanya bicara soal ibadah ritual, tetapi juga ibadah sosial. Kemerdekaan adalah momentum untuk menguatkan solidaritas. Jangan sampai kita sibuk dengan pesta, tapi lupa dengan tetangga yang kelaparan.

Prinsip ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) menuntut agar perbedaan suku, agama, dan pandangan politik tidak menjadi penghalang untuk membangun negeri. Justru keragaman adalah kekuatan. Peran ulama, tokoh masyarakat, dan generasi muda sangat penting untuk menjaga persatuan dan memberi keteladanan.

Dari Seremonial ke Tanggung Jawab Sehari-hari Esensi “kemerdekaan pasca-seremonial” adalah mengubah semangat euforia menjadi gerakan nyata sehari-hari(1). Bagi pemerintah → melayani rakyat dengan tulus, transparan, bebas dari korupsi.(2). Bagi masyarakat → bekerja keras, jujur, menjaga solidaritas, serta taat hukum. (3).Bagi generasi muda → berkarya di era digital dengan konten yang mencerahkan, bukan merusak.(4) Bagi keluarga → menjaga pernikahan, mendidik anak, dan menanamkan nilai iman serta nasionalisme.(5) Inilah wujud kemerdekaan sejati: bukan sekadar bebas, tapi bertanggung jawab.

Penutup
Delapan puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Kita patut bangga, tetapi jangan cepat puas. Kemerdekaan bukan sekadar warisan untuk dirayakan, melainkan amanah untuk dipertanggungjawabkan.

Pasca seremonial kemerdekaan, mari kita jadikan momentum ini sebagai panggilan hati: dari euforia ke karya, dari nostalgia ke tanggung jawab, dari upacara ke pengabdian nyata. Kemerdekaan hanya akan bermakna jika benar-benar diisi dengan kerja nyata, solidaritas sosial, dan keluarga yang kuat. Dari sanalah lahir bangsa yang kokoh, berdaulat, dan bermartabat—sebuah bangsa yang merdeka lahir dan batyan***


Sumber : Ketua MUI Kabupaten Pelalawan Iswadi M.Yazid /  Editor : Ew

Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Donor Darah ke-75 KDD Riau Kompleks RAPP Pecahkan Semangat Kemanusiaan, Terkumpul 1.257 Kantong Darah

Senin, 25 Mei 2026 - 09:18:26 WIB

PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)— Semangat kemanusiaan kembali berg.

Nasional

Wahyu Trinanda Puteri Dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau 2026, Harumkan Nama Pelalawan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27:57 WIB

PEKANBARU (PelalawanPos)— Malam Grand Final Duta Pariwisata Riau 20.

Nasional

Direktur BPR Dana Amanah Ellisa Susanti Raih Inspiring Woman Excellence Award 2026

Ahad, 24 Mei 2026 - 08:30:15 WIB

Jakarta (PelalawanPos)— Sorot lampu panggung malam itu seakan menja.

Nasional

Dua ASN Sumatera Raih Penghargaan Nasional Kenaikan Pangkat Luar Biasa, Lurah Kerinci Timur Harumkan Nama Riau

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:42:47 WIB

JAKARTA (PelalawanPos) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan a.

Nasional

Menahan Diri di Era yang Serba Meledak Oleh : Iswadi M.Yazid

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:26:15 WIB

PelalawanPos- Di penghujung Dzulqaidah, manusia modern sesungguhnya s.

Nasional

May Day 2026 di Riau Kompleks Meriah, Ribuan Pekerja dan Keluarga Rayakan Kebersamaan Tanpa Sekat

Senin, 04 Mei 2026 - 18:47:06 WIB

Riau Kompleks (PelalawanPos)– Suasana berbeda terasa di Lapangan Me.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemkab Pelalawan Matangkan Persiapan TMMD ke-129, Fokus Bangun Infrastruktur dan Perkuat Gotong Royong
26 Mei 2026
Bupati Zukri Resmikan Sekolah Assisi, Siap Cetak Generasi Unggul Pelalawan
26 Mei 2026
Heboh Isu “Pocong Bersenjata” Resahkan Warga Pangkalan Kerinci, Polisi Turun Selidiki
25 Mei 2026
Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, Bupati Zukri Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Terjangkau
25 Mei 2026
Donor Darah ke-75 KDD Riau Kompleks RAPP Pecahkan Semangat Kemanusiaan, Terkumpul 1.257 Kantong Darah
25 Mei 2026
Wahyu Trinanda Puteri Dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau 2026, Harumkan Nama Pelalawan
25 Mei 2026
Direktur BPR Dana Amanah Ellisa Susanti Raih Inspiring Woman Excellence Award 2026
24 Mei 2026
Kapolres Pelalawan Turun ke Pesisir Sungai Kualo, Warga Curhat Soal Pencurian hingga Lampu Jalan
22 Mei 2026
Harkitnas ke-118 di Pelalawan Berlangsung Khidmat, Sekda Ajak ASN Bangkit Hadapi Era Digital
21 Mei 2026
Dua Siswa SDN 006 Pangkalan Kerinci Sabet Emas O2SN, Siap Harumkan Nama Pelalawan di Tingkat Provinsi
21 Mei 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Heboh Isu “Pocong Bersenjata” Resahkan Warga Pangkalan Kerinci, Polisi Turun Selidiki
  • 2 Direktur BPR Dana Amanah Ellisa Susanti Raih Inspiring Woman Excellence Award 2026
  • 3 Harkitnas ke-118 di Pelalawan Berlangsung Khidmat, Sekda Ajak ASN Bangkit Hadapi Era Digital
  • 4 Dua Siswa SDN 006 Pangkalan Kerinci Sabet Emas O2SN, Siap Harumkan Nama Pelalawan di Tingkat Provinsi
  • 5 Dua ASN Sumatera Raih Penghargaan Nasional Kenaikan Pangkat Luar Biasa, Lurah Kerinci Timur Harumkan Nama Riau
  • 6 Bupati Zukri Murka, Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Truk Sawit Overload
  • 7 Polres Meranti Tunjukkan Keseriusan Berantas Narkoba Lewat Pemusnahan Barang Bukti

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media