Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Kami Meminta Keadilan, Bukan Pencitraan!
Wamennaker RI Jangan Tutup Mata Atas Penindasan Buruh di Bumi Lancang Kuning
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)-Menjelang kunjungan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI ke Provinsi Riau, suara-suara kritis dari kalangan buruh kembali menggema.
Nofri Hendra, mahasiswa Universitas Terbuka dan Ketua Serikat Pekerja PUK SPDT FSPMI yang menjadi korban PHK sepihak oleh PT. Prima Transportasi Servis Indonesia (PTSI)—anak usaha APRIL Group—melontarkan peringatan keras agar kunjungan tersebut tidak menjadi ajang pencitraan korporasi dan basa-basi politik.
“Harapan kami jelas, kunjungan ini jangan menjadi panggung seremonial. Jangan cuma senyum di depan kamera, tapi diam saat buruh dizalimi. Kami menuntut keadilan, bukan sosialnya,” tegas Nofri menyampaikan kritikan kedatangan Wamennaker RI, Rabu (23/4/2025).
Dalam kesempatan itu, Nofri menyampaikan kembali rekam jejak perjuangannya dan kawan-kawan melawan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang ia sebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap serikat buruh. Meski belum turun ke jalan saat ini, ia menegaskan bahwa perlawanan buruh tidak mati—hanya menunggu momentum.
“Luka kami belum sembuh. Hak kami belum kembali. Jangan anggap diam kami sebagai tanda kami menerima ketidakadilan ini,” lanjutnya.
Nofri juga mengkritik keras praktik yang disebutnya sebagai “kosmetik ketenagakerjaan”, di mana pelanggaran-pelanggaran buruh dibiarkan, sementara perusahaan tetap dipoles agar terlihat patuh di mata pejabat.
“Kami tidak anti investasi. Tapi jika investasi dijadikan tameng untuk menindas buruh, membungkam serikat, dan melakukan PHK sewenang-wenang, maka itu bukan pembangunan—itu penjajahan ekonomi gaya baru," ujarnya dengan lantang.
Kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Nofri menyampaikan pesan yang tegas.
“Jangan hanya datang untuk bersalaman dengan direksi dan mendengarkan laporan versi manajemen. Datanglah ke lapangan, dengar suara buruh yang dipinggirkan. Negara tidak boleh jadi pelindung penindas, apalagi ikut membungkam suara kebenaran," Pungkasnya. ***
Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung
PELALAWAN (Pelalawanpos) — Upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarak.
Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang
DAIRI, SUMATERA UTARA (PelalawanPos.co)— Persoalan administrasi kep.
Puluhan Tahun Tak Kunjung Tuntas, Pengukuran Lahan PT THIP Dikawal Ratusan Warga hingga Malam
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Pengukuran bersama terhadap lahan .
Puluhan Warga dan Aparat Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Kampar, Lahan Gambut Masih Berasap
KUALA KAMPAR (PelalawanPos.co) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan.
Aktivis Pelalawan Beri Dua Jempol untuk Komitmen PT Musim Mas di Tengah Maraknya Karhutla
PELALAWAN (Pelalawanpos) — Di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.
BEM ITP2I Desak Kapolda Riau Usut dan Tindak Tegas Pelaku Karhutla
PELALAWAN (Pelalawanpos) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan seriu.








