Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Abdul Malik Syafei MH Resmi Lounching Buku Trilogi Pengabdian Sang Kyai
Palembang (PelalawanPos.co)-Buku Trilogi Pengabdian KH Hendra Zainuddin Al-Qodiri yang berjudul Kyai Hendra: Pesantren, Tarekat dan Nahdlatul Ulama resmi dilauncing Rabu (1/5/2024) di Ponpes Aulia Cendekia Palembang. Hadir secara langsung penulis buku, Abdul Malik Syafei MH dan para penggiat literasi di kota Palembang.
"Alhamdulillah, buku yang saya sebut trilogi pengabdian sang Kyai ini dapat diluncurkan dan semoga dapat menginspirasi," kata Malik saat launcing.
Dikatakan, buku setebal 384 halaman terbitan Arruz Media Yogjakarta ini, terdiri dari tiga bagian. Pertama tentang Kyai Hendra dan Pesantren. Menjelaskan perjalanannya dari awal tertarik masuk pesantren, belajar, mengabdi sampai mendirikan pesantren.
Bagian kedua tentang tarekat, secara spesifik menjelaskan tentang Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah (TQN) di Palembang dan bergulatannya sebagaik ikhwan tarekat dan menjadi mursyid.
Selanjutnya tentang sejarah Nahdlatul Ulama di kota Palembang. Menerangkan awal berdiri, pengurus dari periode ke periode sampai sekarang.
"Dalam penerbitan, tentang Kyai Hendra dan pesantren adalah yang terbaru. Sementara tentang Tarekat dan sejarah NU Palembang sudah cetak lebih dulu. Tapi kini digabung menjadi satu dalam penerbit sama, yakni Artiz Media," ungkapnya.
Masih dijelaskan Malik, secara singkat buku ini adalah gambaran Kyai Hendra. Dimana pesantren adalah simbol mencari dan mengamalkan ilmu, kemudian tarekat adalah pengamalan hablum minallah dan NU yang kini ia sebagai ketua PCNU Palembang adalah interaksi sosial hablum minnas.
"Jadi ketika kita melihat sosok kyai (Hendra, red) maka tiga inilah, ya Pesantren, Tarekat dan NU. Atau mudahnya trilogi pengabdian sang kyai," sebutnya.
Sementara itu, Kyai Hendra dalam pengantarnya menyampaikan penghargaan yang tulus kepada penulis, almarhum M Tuwah dan Abdul Malik Syafei, yang dengan penuh kesabaran dan ketelitian merangkai kata demi kata, menggambarkan perjalanan hidup kami sebagai santri, pengabdi, dan pendiri pesantren.
"Dari awal, niat kami menyusun buku ini adalah agar cerita hidup ini tidak hilang begitu saja dan dapat menjadi cerita bagi anak cucu, santri, dan alumni pesantren. Kami berharap kisah ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang akan atau sedang berjuang dalam merintis dan mengabdikan diri di dunia pendidikan," tukasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dibagikan juga buku secara gratis. Bagi jamaah, kader NU dan Ikhwan Tarekat yang menginginkan buku bisa langsung datang ke pesantren Aulia Cendekia.
Turut hadir pada kesempatan itu, Abah Syamsudin, Ustad Sulaiman, Ketua Majleis TQN Aulia Cendikia Palembang, Ustad Budi Dharma, Ketua MWC NU Kalidoni, Ketua MWC NU Bukit Kecil, PMII UIN Raden Fatah, dan Sejumlah Kader NU Lainnya.(*)
Penggerak HAM Dorong Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Lalang Kabung
PELALAWAN (Pelalawanpos) — Upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarak.
Orang Tua Pertanyakan Administrasi Anak, Oknum Anggota DPRD Dairi Diduga Intervensi SMPN 1 Sidikalang
DAIRI, SUMATERA UTARA (PelalawanPos.co)— Persoalan administrasi kep.
Puluhan Tahun Tak Kunjung Tuntas, Pengukuran Lahan PT THIP Dikawal Ratusan Warga hingga Malam
Teluk Meranti (PelalawanPos.co)– Pengukuran bersama terhadap lahan .
Puluhan Warga dan Aparat Berjibaku Padamkan Karhutla di Kuala Kampar, Lahan Gambut Masih Berasap
KUALA KAMPAR (PelalawanPos.co) – Upaya mencegah kebakaran hutan dan.
Aktivis Pelalawan Beri Dua Jempol untuk Komitmen PT Musim Mas di Tengah Maraknya Karhutla
PELALAWAN (Pelalawanpos) — Di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.
BEM ITP2I Desak Kapolda Riau Usut dan Tindak Tegas Pelaku Karhutla
PELALAWAN (Pelalawanpos) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan seriu.








