Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Ini Nasihat Buya Hamka
PelalawanPos.co- Ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka, ternyata pernah membahas hal yang berkaitan dengan rasa gengsi karena tidak merasa dirinya kaya, dalam buku karangan beliau yang berjudul Falsafah Hidup. Sifat gengsi itulah yang akhirnya membuat keuangan seseorang menjadi berantakan.
"Ada orang yang malu karena perkakas rumahnya tidak sebanyak perkakas rumah orang yang tinggal di sebelah rumahnya, lalu ditambahnya perkakas" rumahnya dengan berhutang. Kebetulan membuat hutang itu sangat mudahnya. Apalagi saudagar-saudagar yang cerdik, asal barangnya laku, janji dipermudahnya, bujuk rayunya lebih panjang daripada jalan raya.
Kelak apabila hutang terlambat membayar, dia datang, besok dia datang, lusa dia datang. Kadang-kadang sengaja diperlihatkannya kepada orang lain, mulutnya keras, kita terpaksa lunak. Orang sebelah menyebelahpun tahu. Manakah yang lebih besar malu disesakkan orang hutang, dari pada malu karena kekurangan perabot rumah tangga." demikian yang ditulis Buya Hamka dalam buku berjudul Falsafah Hidup.
Kaya harta dengan terlihat kaya tentu merupakan hal yang berbeda. Setiap orang, bisa terlihat kaya di mata orang lain, meski dirinya bukanlah orang kaya sesungguhnya.
Dalam buku Falsafah Hidup, Buya Hamka pun memberikan tips agar kita tidak terjebak utang konsumtif yang akhirnya bisa merusak kondisi keuangan kita.
Jangan besar pasak daripada tiang
"Sebaliknya, adalah mencukupkan dengan apa yang ada, mengukur baju pada tubuh sendiri, tidak melebihi kekuatan yang dapat dipikul, jalan yang seaman-amannya menuju kesenangan hati, melapangkan pikiran untuk zaman yang akan datang. Orang yang telah biasa hidup sederhana, tidak merasa canggung dan gamang dan tidak takut akan terperosok kepada bahaya hutang rente dan menggelapkan. Karena dia tidak mementingkan kegagahan palsu, kemegahan terhadap orang berdekatan rumah."
Tulisan di atas tentu mengajari kita agar memilih gaya hidup yang sesuai penghasilan kita. Karena ketika kita hidup dengan konsep besar pasak daripada tiang (pengeluaran melebihi penghasilan), maka sangat mudah kita terjerumus ke utang.
Bukan rahasia lagi bahwa dengan membiasakan hidup sederhana, kita akan menjadi orang yang lebih tenang dan bahagia. Hal itu disebabkan karena orang yang terbiasa hidup sederhana tidak akan merasa iri dan suka membanding-bandingkan harta yang dimilikinya dengan harta orang lain.
"Laki-laki atau perempuan yang sederhana dalam rumah tangganya, tidaklah akan ditumbuhi hasad dengki melihat kelebihan orang lain. Sebab kekayaan dan kecukupan itu pada hakekatnya sekali-kali bukanlah pada harta, tetapi pada hati."**
Gema Shalawat Warnai Maulid Nabi di Sialang Indah, NU Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah
PANGKALAN KURAS (PelalawanPos.co) – Gema shalawat dan lantunan Maul.
Safari Masjid HIMA Persis Pelalawan: Dari Bersih-Bersih Masjid hingga Santuni 15 Lansia
PELALAWAN (PelalawanPos.co) — Gerakan mahasiswa tak selalu harus ha.
Maulid Nabi di Al-Hidayah 131 Meriah, Warga Diajak Teladani Akhlak Rasulullah SAW
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos.co)– Suasana penuh khidmat dan sema.
Bupati Pelalawan Perkuat Disiplin ASN dan Silaturahmi Melalui Program Shalat Berjemaah
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co) – Pemerintah Kabupaten Pelalawa.
Tangis Haru Sambut Kepulangan 223 Jamaah Haji Pelalawan, Bupati Zukri: Semoga Menjadi Haji Mabrur
PELALAWAN (PelalawanPos) – Suasana penuh haru, syu.
Perdana Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Masjid Al-Hidayah 131 Sembelih 6 Sapi dan 1 Kambing
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)– Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 .








