Pelalawan (PelalawanPos.co)– Kondisi debit air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, sejumlah permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran Sungai Kampar mulai terendam, salah satunya di Desa Kuala Terusan, Kelurahan Pangkalan Kerinci kota yang berada di Kualo Kerinci dan permukiman lainnya di sepanjang aliran sungai tersebut.
Peningkatan debit air Sungai Kampar dipicu oleh kombinasi air pasang, curah hujan yang cukup tinggi, serta kiriman air dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kabupaten Kampar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, kondisi PLTA Koto Panjang pada Jumat (9/1/2026) pukul 09.05 WIB menunjukkan elevasi waduk berada di angka 80,82 mdpl, mengalami kenaikan sekitar 40 sentimeter dibandingkan kondisi malam sebelumnya. Adapun air yang keluar melalui turbin (outflow turbine) tercatat sebesar 343,76 m³/detik, sementara outflow spillway dengan pembukaan 2 pintu masing-masing setinggi 50 cm mencapai 140,66 m³/detik. Dengan demikian, total outflow mencapai 484,42 m³/detik.
Sementara itu, debit air yang masuk ke waduk (inflow waduk) tercatat cukup tinggi, yakni 1.714,70 m³/detik. Hingga saat ini, pembukaan pintu spillway masih dilakukan pada dua pintu dengan ketinggian masing-masing 50 cm.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di wilayah hilir Sungai Kampar. Sis, warga Kualo Kerinci, mengungkapkan bahwa air sungai perlahan-lahan terus naik dalam tiga hari terakhir dan telah menggenangi halaman rumahnya hingga setinggi selutut orang dewasa.
“Sudah tiga hari air sungai naik sampai ke jalan depan rumah, dengan ketinggian selutut orang dewasa,” ungkap Sis kepada media ini, Jumat (9/1/2026).
Hal senada disampaikan Dede, warga Kuala Terusan. Ia menyebutkan bahwa dalam tiga hari terakhir, kondisi air semakin meningkat dan mulai memasuki kawasan permukiman warga. Bahkan, akses jalan dari Kuala Terusan menuju perkantoran Bupati Pelalawan juga sudah mulai tergenang air.
“Kita bisa lihat kondisi air pasang cukup tinggi, ditambah curah hujan dan kiriman air dari PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar. Kita berharap dan berdoa agar kondisi air sungai cepat surut dan kembali normal,” pungkas Dede.
Warga yang bermukim di bantaran Sungai Kampar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, sembari berharap adanya langkah antisipatif dari pihak terkait guna meminimalisir dampak yang lebih luas.***