LANGGAM (Pelalawanpos) - Ninik mamak Desa Segati Rahmat Gogai ingatkan management PT Nusa Wana Raya (NWR) untuk tidak sewenang wenang di tanah milik nenek moyang masyarakat Langgam. Pasalnya pada Rabu (30/10/2024) mobil truk milik nya yang mengangkut hasil kebun masyarakat di berhentikan dengan paksa di kilomater 48 jalan koridor RAPP.
Peristiwa itu tentu memancing emosi pemangku adat desa Segati ini. Menurutnya yang di panen oleh masyarakat itu adalah buah sawit dari kebun mereka sendiri bukan dari tanah yang diklaim NWR milik nya.
"Masyarakat minta bantu ke saya untuk mengangkut buah sawit dari kebun mereka, truk itu di bawa oleh anggota saya, tiba tiba saya dapat informasi bawa truk itu sudah di bawa oleh security PT.NWR," kata Rahmat kesal
Lebih lanjut dikatakannya, kemudian ia berusaha mengejar truk nya yang di bawa satpam perusahaan yang dikawal oleh tiga mobil doubel kabin perusahaan, saling serempet tak terelakkan. Sampai akhirnya berhenti di km 44 dekat sektor Langgam dan PT MUP.
"Karena yang mereka mau ambil paksa itu adalah hak saya, saya pertahankan sampai mati, saya Ninik mamak saja tidak dianggap oleh PT NWR, bagaimana kalau berhadapan dengan mereka itu masyarakat biasa, habislah anak kemenakan di Langgam ini," tambahnya
Cekcok di pinggir jalan akhir terhenti ketika sekurity itu membatalkan niatnya untuk menguasai truk Hino Dutro milik Ninik mamak Segati itu, perlawanan pemangku adat membuah hasil. Truk di bebaskan okeh security.
"Mereka biarkan mobil saya pergi karena saya melawan, kalau saya takut. Semakin sewenang wenang PT NWR." tandasnya
"Jangan arogan ke masyarakat. Jangan anggap semua tanah di Langgam itu milik NWR. Tanah yang kami garap sudah ada sejak nenek moyang kami," harap Rahmat***