PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 31518 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 41077 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 47226 Kali
Jaga Ekosistem, Tangkap Ikan dengan Tradisional Perlu Dilestarikan
PELALAWANPOS.COM-Kesadaran masyarakat menangkap ikan dengan cara tradisional di Sungai Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan masih perlu ditingkatkan.
Selain merupakan tradisi sejak zaman dahulu yang patut dilestarikan, cara tersebut adalah sebagai upaya dalam menjaga ekosistem perairan, khususnya populasi ikan yang ada di dalamnya.
”Kita suport para nelayan untuk selalu menggunakan tangkap tradisonal, sebab dapat mempertahankan kelangsungan ekosistem sungai khususnya populasi ikan," kata anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan, Yusri SH.
Foto : Yusri SH saat mengakat Ikan Toman (Gabus Sungai) asli dari sumber daya alam Sungai Kerumutan.
Dikatakan Yusri, makanya tidak heran pada zaman datuk dan nenek kita dulu, ikan sangat melimpah. Hal ini berbeda dengan sekarang, sungai sudah mulai banyak diracun oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Lanjut Yusri, menjelaskan bahwa semakin sedikitnya jenis ataupun populasi ikan saat ini bukan semata-mata tergerus oleh zaman yang seakan dapat menghilangkannya begitu saja, tapi disebabkan pula oleh tindakan oknum yang tak menyadari jika hal yang dilakukannya dapat memusnahkan atau menghabiskan populasi ikan.
Foto: Nelayan Sungai Kerumutan membersihkan ikan secara tradisional.
”Sekarangkan penangkapan ikan dengan cara yang terbilang instan masih dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, salah satu contohnya penyetruman dan pengobatan dengan racun, padahal itu nyata-nyata sudah dilarang oleh pemerintah. Ini juga sangat merugikan nelayan tradisional maupun masyarakat yang memiliki hobi seperti memancing atau menangkap ikan dengan cara tradisional lainnya,” tegasnya.
Penangkapan ikan dengan cara yang dilarang itu tentu sangat merugikan, sebab dengan sekejap waktu saja bisa mendapatkan ikan dalam jumlah yang banyak terlebih saat volume air sungai terus menurun seperti sekarang ini. Hal ini tentu akan menjadikan segala upaya pemerintah dalam menambah populasi ikan di sungai seakan percuma.
Foto: Sekretaris Desa Makteduh bersama Anggota Dewan Mengujungi Nelayan Sungai Kerumutan.
Ditambahkan mantan Sekjend KPMR- Jawa Barat bahwa fungsi pengawasan dari semua komponen masyarakat harus benar-benar maksimal, khususnya oleh pemerintah melalui dinas terkaitnya sehingga harapan kedepannya populasi ikan dapat bertahan bahkan bertambah banyak jumlahnya.
”Kita memahami, karena kemungkinan besar itu sudah menjadi mata pencaharian mereka demi menghidupi keluarganya, tapi kalau bukan kita semua maka siapa lagi yang bisa mempertahankan kelangsungan populasi ikan di negeri seiya sekat ini. Maka dari itu, marilah bersama-sama kita menjaga ekosistem sungai khususnya ikan demi kelestariannya,” pungkasnya.
Penulis: RH
BERITA LAINNYA +INDEKS
Huzni Kembali ke Pidsus, Kini Pimpin Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru
PEKANBARU (PelalawanPos.co)— Fusthathul Amul Huzni, S.H., kembali d.
100 Anak Terdampak Kabut Asap Diperiksa Gratis, Komnas PA Gandeng Baznas dan RSUD Selasih
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)— Kepedulian terhadap kesehatan .
HIPMAWAN Dukung Program Aren Pelalawan: Bukan Sekadar Menanam Pohon, Tapi Membangun Ekonomi dan Wisata Masa Depan
PELALAWAN (PelalawanPos.co) – Program pengembangan pohon aren di Ka.
Jelang HUT ke-27, Pemkab Pelalawan Percepat Penyelesaian Tahap Akhir Tugu Bono
PELALAWAN (Pelalawanpos) - Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui tim terpadu turun langsung ke l.
Bupati Zukri Gerak Cepat Atasi Banjir Pangkalan Kerinci: Jangan Tunggu Banjir Datang Baru Bergerak!
PELALAWAN (PelalawanPos.co) – Persoalan banjir di Kota Pangkalan Ke.
JMSI Dumai Resmi Dilantik, Pesan Keras Syafriadi: Wartawan Harus Paham Kode Etik
DUMAI (PelalawanPos.co) – Kepengurusan Jaringan Media Siber Indones.
TULIS KOMENTAR +INDEKS












