PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 16434 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 26051 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 31463 Kali
Jaga Ekosistem, Tangkap Ikan dengan Tradisional Perlu Dilestarikan
PELALAWANPOS.COM-Kesadaran masyarakat menangkap ikan dengan cara tradisional di Sungai Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan masih perlu ditingkatkan.
Selain merupakan tradisi sejak zaman dahulu yang patut dilestarikan, cara tersebut adalah sebagai upaya dalam menjaga ekosistem perairan, khususnya populasi ikan yang ada di dalamnya.
”Kita suport para nelayan untuk selalu menggunakan tangkap tradisonal, sebab dapat mempertahankan kelangsungan ekosistem sungai khususnya populasi ikan," kata anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan, Yusri SH.
Foto : Yusri SH saat mengakat Ikan Toman (Gabus Sungai) asli dari sumber daya alam Sungai Kerumutan.
Dikatakan Yusri, makanya tidak heran pada zaman datuk dan nenek kita dulu, ikan sangat melimpah. Hal ini berbeda dengan sekarang, sungai sudah mulai banyak diracun oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Lanjut Yusri, menjelaskan bahwa semakin sedikitnya jenis ataupun populasi ikan saat ini bukan semata-mata tergerus oleh zaman yang seakan dapat menghilangkannya begitu saja, tapi disebabkan pula oleh tindakan oknum yang tak menyadari jika hal yang dilakukannya dapat memusnahkan atau menghabiskan populasi ikan.
Foto: Nelayan Sungai Kerumutan membersihkan ikan secara tradisional.
”Sekarangkan penangkapan ikan dengan cara yang terbilang instan masih dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, salah satu contohnya penyetruman dan pengobatan dengan racun, padahal itu nyata-nyata sudah dilarang oleh pemerintah. Ini juga sangat merugikan nelayan tradisional maupun masyarakat yang memiliki hobi seperti memancing atau menangkap ikan dengan cara tradisional lainnya,” tegasnya.
Penangkapan ikan dengan cara yang dilarang itu tentu sangat merugikan, sebab dengan sekejap waktu saja bisa mendapatkan ikan dalam jumlah yang banyak terlebih saat volume air sungai terus menurun seperti sekarang ini. Hal ini tentu akan menjadikan segala upaya pemerintah dalam menambah populasi ikan di sungai seakan percuma.
Foto: Sekretaris Desa Makteduh bersama Anggota Dewan Mengujungi Nelayan Sungai Kerumutan.
Ditambahkan mantan Sekjend KPMR- Jawa Barat bahwa fungsi pengawasan dari semua komponen masyarakat harus benar-benar maksimal, khususnya oleh pemerintah melalui dinas terkaitnya sehingga harapan kedepannya populasi ikan dapat bertahan bahkan bertambah banyak jumlahnya.
”Kita memahami, karena kemungkinan besar itu sudah menjadi mata pencaharian mereka demi menghidupi keluarganya, tapi kalau bukan kita semua maka siapa lagi yang bisa mempertahankan kelangsungan populasi ikan di negeri seiya sekat ini. Maka dari itu, marilah bersama-sama kita menjaga ekosistem sungai khususnya ikan demi kelestariannya,” pungkasnya.
Penulis: RH
BERITA LAINNYA +INDEKS
Bupati Zukri Hadiri Bukber PPTK di RTH Taman Bola, Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Umum
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)- Bupati Pelalawan Zukri menghadir.
Bukber Bersama Wartawan, Bupati Zukri Ajak Pers Jadi Mitra Strategis di Tengah Tantangan Anggaran
PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos)– Suasana hangat penuh keakraban te.
IKA UIR Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Pererat Silaturahmi Alumni di Bulan Ramadan
PEKANBARU (PelalawanPos)-Dalam semangat kebersamaan di bulan suci Ram.
Bupati Pelalawan Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, Tekankan Kesabaran Kunci Keberhasilan Pengamanan Idulfitri
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos)– Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., M.
LLMB Pelalawan Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim, Diawali Pembagian Takjil di Jalan Lintas Timur
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Lembaga Laskar Melayu Bersatu .
MKP Pelalawan Gelar Buka Puasa Bersama PT RAPP, Perkuat Silaturahmi dengan Perusahaan
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos)– Pengurus Majelis Kemajuan Pelalaw.
TULIS KOMENTAR +INDEKS












