Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Buya H Rustam Effendi MA di Mata Anak Muda Pelalawan: Putra Terbaik Yang Banyak Memberi Keteladanan
PelalawanPos- Waktu boleh berlalu, jabatan boleh berganti, namun jejak keteladanan dan pengabdian seorang pemimpin sejati tak pernah benar-benar hilang. Kepergian Alm. Buya H. Rustam Effendi, Bupati Pelalawan pada masanya, meninggalkan duka yang mendalam—bukan semata karena beliau pernah memimpin, tetapi karena nilai hidup yang ia wariskan begitu membekas dalam ingatan masyarakat.
Bagi kami, anak muda Pelalawan, beliau bukan sekadar tokoh masa lalu. Ia adalah potret utuh tentang bagaimana seorang anak daerah membangun diri, mengabdi, dan tetap rendah hati hingga akhir hayat. Ia adalah salah satu generasi terbaik yang pernah dilahirkan Pelalawan.
Pada masanya, ketika teknologi belum secanggih hari ini dan akses informasi masih sangat terbatas, Alm. H. Rustam Effendi telah melangkah jauh melampaui zamannya. Ia menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri—sesuatu yang saat itu hanya bisa dicapai oleh mereka yang memiliki tekad, kecerdasan, dan keberanian luar biasa.
Dengan tekad dan kecintaan pada ilmu itu, ia menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri. Ia meraih gelar Sarjana (S1) di Universitas Kairo, Mesir—salah satu pusat peradaban dan keilmuan Islam terbesar di dunia. Tak berhenti di sana, ia melanjutkan studi Magister (S2) di Universitas Khartoum, Sudan, kampus yang hingga kini menjadi kiblat keilmuan Islam dunia dan impian banyak generasi Muslim.
Prestasi itu bukan untuk disimpan sebagai kebanggaan pribadi. Ilmu yang ia peroleh justru ia bawa pulang untuk diabdikan kepada masyarakat. Baginya, ilmu adalah amanah, bukan simbol status.
Begitu pun ketika amanah sebagai Bupati Pelalawan telah usai, beliau tidak memilih beristirahat dalam kenyamanan. Ia justru menempuh jalan pengabdian yang lebih sunyi namun mulia: dunia pendidikan. Sebagai dosen di Universitas Islam Riau, ia mewariskan kekayaan intelektual, pengalaman kepemimpinan, dan nilai keislaman kepada generasi muda. Di ruang-ruang kelas itulah ia menanamkan bahwa ilmu harus berjalan seiring akhlak dan tanggung jawab sosial.
Tak hanya di dunia akademik, pengabdian beliau juga sangat kuat dalam bidang dakwah. Alm. H. Rustam Effendi dikenal aktif sebagai Ketua Bidang Dakwah dan Sosial YLPI Riau. Melalui peran ini, ia konsisten membina umat, menguatkan nilai-nilai keislaman, dan menggerakkan dakwah yang sejuk serta membangun.
Puncak dari dedikasi dakwah itu salah satunya terwujud dalam mendirikabln Pondok Pesantren Najmah Riau di Desa Petodaan, Kabupaten Pelalawan. Pesantren ini bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi menjadi simbol komitmen beliau terhadap masa depan generasi Islam. Di sanalah nilai ilmu, akhlak, dan keimanan dirajut untuk melahirkan generasi yang berilmu dan berkarakter.
Bagi kami, anak-anak muda Pelalawan, sosok beliau mengajarkan satu hal penting: bahwa pengabdian tidak berhenti ketika jabatan selesai. Bahwa kepemimpinan sejati justru terlihat ketika seseorang tetap memberi tanpa harus dipuji. Dan bahwa dakwah, pendidikan, serta pengabdian sosial adalah warisan paling berharga yang bisa ditinggalkan seorang manusia.
Di tengah zaman yang kini serba cepat dan instan, kisah hidup Alm. H. Rustam Effendi juga menjadi pengingat bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Bahwa kejayaan tidak lahir dari popularitas, melainkan dari ketekunan, kesederhanaan, dan komitmen pada nilai.
Kini, ketika nama Alm. H. Rustam Effendi disebut, yang terbayang bukan hanya seorang mantan bupati, tetapi seorang pendidik, dai, intelektual, dan teladan moral. Sosok yang memilih tetap memberi, bahkan ketika tidak lagi berada di pusaran kekuasaan sehingga mengajarkan bahwa hidup bukan tentang seberapa tinggi kita berdiri, melainkan seberapa banyak manfaat yang kita tinggalkan.
Selamat jalan, Buya H. Rustam Effendi, MA. Terima kasih atas ilmu, dakwah, keteladanan, dan pengabdian yang tak pernah putus. Jejakmu akan terus hidup dalam langkah generasi Pelalawan ke depan.***
Penulis: Salamuddin Toha (Wakil Ketua PW Hima Persis Riau)
“Keberkahan dalam Keterbatasan” Tausyiah Ustad Wandi Saputra
PelalawanPos.Co – Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntut.
Kisruh Dana Zakat untuk Z-Park Memanas, Alumni UIN Suska: Sudah Sesuai Fatwa MUI
Pelalawan (PelalawanPos)-Polemik pemanfaatan dana zakat untuk investa.
Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al-Kiram Bandar Seikijang Berlangsung Khidmat, Khatib Ajak Jaga Nilai Ramadhan
Bandar Seikijang (PelalawanPos)— Suasana penuh khidmat dan kebersam.
Bupati Zukri dan Wabup Husni Tamrin Sholat Idul Fitri Bersama Masyarakat di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos)– Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., M.
Masjid Al-Hidayah 131 Pangkalan Kerinci Gelar Sholat Idul Fitri Perdana Besok
Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co) – Masjid Al-Hidayah 131 yang be.
Menjemput Idul Fitri: Momentum Rekonsiliasi dalam Keluarga Muslim
PelalawanPos.co- Ramadhan perlahan mendekati penghujungnya. Dalam wak.








