PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos.co)– Rencana replanting atau peremajaan kebun kelapa sawit PT Serikat Putra di Kabupaten Pelalawan menjadi sorotan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pelalawan.
Agung Maulana, dari Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pelalawan, menilai rencana replanting tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah daerah karena masih terdapat persoalan konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan yang menurutnya belum tuntas.
Agung meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan tidak mengabaikan persoalan tersebut dan terlebih dahulu memastikan adanya penyelesaian terhadap konflik yang masih menjadi persoalan di tengah masyarakat.
Ia secara khusus mendesak Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM., mengambil langkah dengan memanggil pihak PT Serikat Putra untuk membahas persoalan tersebut bersama masyarakat.
“Kita harapkan ketegasan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan terhadap perusahaan yang masih bandel. Dan dapat mencarikan solusi terbaik untuk masyarakat yang berkonflik dengan perusahaan PT Serikat Putra,” ujar Agung, Selasa (29/9/2026).
Menurut Agung, penyelesaian konflik lahan perlu menjadi perhatian sebelum aktivitas replanting dilaksanakan. Ia berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi dialog antara masyarakat dan perusahaan agar persoalan yang ada tidak berlarut-larut.
“Pemerintah daerah harus hadir sebagai pihak yang dapat menjembatani kepentingan masyarakat dan perusahaan. Jangan sampai persoalan yang belum selesai justru menimbulkan konflik baru,” katanya.
Agung menegaskan, penyelesaian konflik lahan membutuhkan langkah konkret dan komunikasi terbuka antara seluruh pihak yang berkepentingan.
Ia berharap Pemkab Pelalawan segera mengambil langkah mediasi dengan menghadirkan masyarakat dan pihak perusahaan untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama.**