• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • More
    • Religi
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Religi
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Meledak, Peserta Riau Edutech Campus Summit 2025 Penuhi Gelanggang Remaja
Dibaca : 30051 Kali
Sah, KPU Riau Tetapkan Paslon Abdul Wahid - SF. Hariyanto Sebagai Gubernur Terpilih Pilkada 2024
Dibaca : 29409 Kali
Panwascam Pangakalan Kerinci Tertibkan Ratusan APK
Dibaca : 39603 Kali
Targetkan Satu Kursi Satu Dapil, Partai Ummat Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Pekanbaru
Dibaca : 43050 Kali
Suami Selingkuh, Istri ASN Diskop Pekanbaru Ini Lapor ke BKPSDM
Dibaca : 45661 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pelalawan

Riau Diselimuti Asap, BEM ITP2I: Jangan Jadikan Karhutla Tradisi Tahunan

Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 08:33:31 WIB
Cetak
Riau Diselimuti Asap, BEM ITP2I: Jangan Jadikan Karhutla Tradisi Tahunan
Presiden BEM ITP2I Fajar Nugraha

PELALAWAN (Pelalawanpos) – Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi alarm serius bagi masyarakat Riau. Ketika asap mulai menyelimuti wilayah dan mengganggu kualitas udara, masyarakat kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama: mengapa karhutla terus berulang, dan siapa yang harus bertanggung jawab?.
Presiden BEM Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I), Fajar Nugraha, menilai masyarakat Riau tidak seharusnya terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan karhutla.
“Jangan jadikan karhutla sebagai tradisi tahunan. Setiap tahun masyarakat menghirup asap, setiap tahun kita bicara pemadaman, tetapi pertanyaan tentang akar persoalan dan pertanggungjawaban jangan sampai hilang.”
Menurut Fajar, pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum harus dilakukan sejak sebelum kebakaran terjadi.
“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengawasan berjalan. Aparat penegak hukum juga harus memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti secara profesional. Jika ada pihak yang terbukti melakukan pembakaran atau lalai menjalankan kewajibannya, tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai hukum,”tegasnya.
Fajar juga meminta agar Kabupaten Pelalawan menjadi perhatian serius dalam agenda pencegahan karhutla. Sebagai salah satu daerah dengan aktivitas perkebunan yang besar, pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin menuduh perusahaan, masyarakat, ataupun pihak tertentu tanpa bukti. Tetapi kami juga tidak ingin persoalan ini berhenti pada asumsi. Kalau ada dugaan pelanggaran, usut. Kalau terbukti, tindak. Kalau ada kelalaian, evaluasi.”imbuhnya
Fajar menegaskan bahwa asap karhutla bukan sekadar persoalan jarak pandang. Di balik asap terdapat persoalan kesehatan, pendidikan, ekonomi, transportasi, hingga keberlanjutan lingkungan.
“Ketika anak-anak harus mengurangi aktivitas di luar ruangan, ketika masyarakat mulai khawatir dengan udara yang mereka hirup, ketika aktivitas terganggu, maka ini bukan lagi persoalan kecil. Ini menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat,”ujarnya.
Karena itu, BEM ITP2I mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mengubah pola penanganan karhutla dari reaktif menjadi preventif. Melalui lima tuntutannya BEM ITP2I meminta pemerintah serius dalam menangani bencana karhutla terutama dalam antisipasi dan mitigasi yang terukur.
Tuntutan pertama, pemerintah daerah harus memperkuat pemetaan dan pengawasan wilayah rawan karhutla serta memastikan sistem peringatan dini berjalan efektif.
Kedua, aparat penegak hukum harus mengusut setiap dugaan tindak pidana karhutla secara transparan dan profesional, tanpa pandang bulu.

Ketiga, pengawasan terhadap perusahaan yang memiliki wilayah konsesi harus diperketat, termasuk memastikan kewajiban pencegahan dan penanggulangan karhutla dijalankan.

Keempat, pemerintah harus memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat ketika kualitas udara memburuk, termasuk keterbukaan informasi kualitas udara dan kesiapan fasilitas kesehatan.

Kelima, mahasiswa dan masyarakat sipil harus diberikan ruang untuk ikut melakukan pengawasan serta menyampaikan laporan terkait potensi dan kejadian karhutla.
Fajar menegaskan bahwa BEM ITP2I siap mengambil peran sebagai bagian dari kontrol sosial mahasiswa.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya bersuara setelah bencana terjadi. Kami ingin mahasiswa ikut mengawal pencegahan, mengedukasi masyarakat, dan mengawasi kebijakan lingkungan.”tegasnya
Menurutnya, pembangunan ekonomi dan perkebunan tetap penting bagi Riau, namun tidak boleh mengorbankan lingkungan dan keselamatan masyarakat, kerena sering kali setelah karhutla terjadi banyak bibit bibit sawit bermunculan di tengah debu dan sisa sisa arang usai karhutla.
“Kami mendukung kemajuan perkebunan dan pembangunan daerah. Tetapi pembangunan yang baik bukan hanya soal berapa besar ekonomi tumbuh. Pembangunan juga harus menjawab apakah masyarakat hidup dengan aman, sehat, dan lingkungan tetap terjaga.”ungkapnya
Di akhir pernyataannya, Fajar kembali mempertanyakan tanggung jawab atas karhutla yang terjadi.
“Ketika Riau diselimuti asap, jangan hanya bertanya kapan asapnya hilang. Bertanyalah mengapa api bisa muncul, siapa yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan hukum, serta apa langkah konkret agar kejadian ini tidak terus berulang.”katanya
“Riau tidak boleh diwariskan kepada generasi berikutnya dalam bentuk hutan yang terbakar dan udara yang tercemar. Saatnya berhenti menjadikan karhutla sebagai tradisi tahunan.”pungkasnya***


Ikuti Pelalawanpos.co


Pelalawanpos.co

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Bupati Pelalawan raih Penghargaan Tribun Award 2026 Inspirasi Kolaborasi Peduli Anak Yatim

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:45:11 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) - Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. kembali raih penghargaan dalam a.

Daerah

Bupati Terbitkan SE sebagai Ikhtiar Spiritual Hadapi Bencana Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:08:35 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) – Pemerintah Kabupaten Pelalawan menerbitkan Surat Ed.

Daerah

Karhutla Pelalawan Belum Reda, 969 Hektare Lahan di Kerumutan Terbakar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:17:17 WIB

PELALAWAN (PelalawanPos.co)– Upaya memutus ancaman kebakaran hutan .

Daerah

Sekda Pelalawan Terima Kunjungan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI AD

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:26:29 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) - Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, mewakili Bupati P.

Daerah

Bupati Zukri Terima kunjungan Audiensi PT Agrinas Palma Nusantara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:11:27 WIB

PELALAWAN (Pelalawanpos) - Bupati Pelalawan H. Zukri, SM.,MM menerima audiensi manajemen PT. Agri.

Daerah

RS Medicare Sorek dan Polsek Pangkalan Kuras Bagikan 500 Masker Gratis, Cegah Dampak Kabut Asap

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:53:41 WIB

PANGKALAN KURAS (PelalawanPos.co) –Kepedulian terhadap kesehatan ma.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Kabut Asap Makin Mencekam, Bupati Pelalawan Terbitkan Edaran: Khatib Diminta Ajak Jamaah Perbanyak Istighfar dan Doa Turun Hujan
29 Agustus 2026
Bupati Pelalawan raih Penghargaan Tribun Award 2026 Inspirasi Kolaborasi Peduli Anak Yatim
29 Agustus 2026
Riau Diselimuti Asap, BEM ITP2I: Jangan Jadikan Karhutla Tradisi Tahunan
29 Agustus 2026
Bupati Terbitkan SE sebagai Ikhtiar Spiritual Hadapi Bencana Asap
28 Agustus 2026
Bupati Zukri Terima Agrinas Palma Nusantara, Bahas Sinergi dan Manfaat untuk Masyarakat Pelalawan
28 Agustus 2026
Karhutla Pelalawan Belum Reda, 969 Hektare Lahan di Kerumutan Terbakar
28 Agustus 2026
DEWI Meranti Meriah, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Turut Ambil Peran
28 Agustus 2026
Kabut Asap Menyelimuti Pelalawan, Suryadi Bagikan 1.000 Masker Gratis untuk Warga
28 Agustus 2026
Sekda Pelalawan Terima Kunjungan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI AD
27 Agustus 2026
Bupati Zukri Terima kunjungan Audiensi PT Agrinas Palma Nusantara
27 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Usai Padamkan Karhutla, Bupati Zukri Temui Massa Aksi: Lahan 294 Hektare untuk Kesejahteraan Masyarakat
  • 2 Payo ZV Didiskualifikasi Usai Menang, Kontroversi Lubuk Raja Cup II Makin Memanas
  • 3 RS Medicare Sorek dan Polsek Pangkalan Kuras Bagikan 500 Masker Gratis, Cegah Dampak Kabut Asap
  • 4 Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Edukasi Bank Sampah dan Olah Limbah Tutup Botol di Sorek Dua
  • 5 78 Siswa Adu Kecerdasan di KIPS IPS Rayon 2 Pelalawan, SMPS Anwar Karim Raih Juara I
  • 6 Pemuda Pancasila Pelalawan Turun Padamkan Karhutla di Rantau Baru, Rusdianto Kecam Keras Pelaku Pembakaran
  • 7 Di Tengah Ancaman Karhutla, Pemkab Pelalawan Gelar Shalat Istisqa Serentak: Memohon Hujan dan Keselamatan

PT. INSAN PERS PELALAWAN
Jl Pulau Payung Pangkalan Kerinci Kota- Pelalawan-Riau
Email: pelalawanpos@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Pelalawanpos.co - All Rights Reserved By Delapan Media