Kanal

Zukri dan Husni Tamrin Ikuti Launching Pendidikan Antikorupsi, Siapkan Generasi Pelalawan Berintegritas

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos) – Komitmen membangun generasi berintegritas dan bebas korupsi terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Senin (11/5/2026), Zukri bersama Husni Tamrin mengikuti launching buku panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah bersama Kementerian Dalam Negeri serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Kegiatan nasional yang dipusatkan di Ruang Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia itu diikuti secara daring dari ruang rapat Kantor Bupati Pelalawan. Turut hadir Ketua DPRD Pelalawan H. Syafrizal serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Pelalawan.

Peluncuran buku panduan tersebut mengusung tema “Pendidikan Antikorupsi sebagai Pondasi Karakter Bangsa” dan menjadi bagian dari strategi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mencegah korupsi melalui pendidikan karakter sejak dini.

Kegiatan itu juga dihadiri secara virtual oleh Abdul Mu'ti, Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, para gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia.

Dalam program tersebut, KPK bersama Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyusun buku panduan pendidikan antikorupsi untuk jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA.

Materi ajar itu memuat lima elemen utama, yakni ketaatan pada aturan, konsep kepemilikan, menjaga amanah, pengelolaan dilema etis, serta pembangunan budaya antikorupsi.

Tak hanya itu, buku panduan tersebut juga dirancang untuk menanamkan sembilan nilai integritas kepada peserta didik, meliputi jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk membangun karakter generasi penerus bangsa.

“Korupsi adalah penyakit karakter dan obatnya bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif melalui pendidikan antikorupsi sebagai pondasi pembentukan karakter dan integritas generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh pemerintah daerah segera menyusun regulasi turunan dan mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam kegiatan sekolah, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai pendidikan tidak hanya bertujuan membangun pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter dan peradaban bangsa.

“Kami berupaya menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang mendukung terbentuknya budaya jujur, budaya bersih dan budaya bebas dari korupsi, tidak hanya sebagai slogan tetapi menjadi bagian dari budaya dan peradaban bangsa,” ungkapnya.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menambahkan, peluncuran buku pendidikan antikorupsi menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang menanamkan integritas sejak dini.
Menurutnya, pendidikan antikorupsi merupakan strategi dari hulu untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi.

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam kegiatan nasional tersebut menjadi bukti dukungan daerah terhadap penguatan karakter generasi muda sekaligus komitmen menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.***

Ikuti Terus Pelalawanpos

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER