Pelalawan (PelalawanPos.co)– Bupati Pelalawan, H. Zukri, SM., MM., bersama patroli terpadu TNI dan Polri melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen kuat pemerintah daerah bersama seluruh unsur dalam upaya penanggulangan Karhutla di Kabupaten Pelalawan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Zukri turut serta dalam patroli udara menggunakan helikopter milik Polri guna melihat kondisi terkini titik api, khususnya di wilayah lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran bawah permukaan (ground fire) dan memerlukan penanganan khusus.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini jajaran TNI-Polri, di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol. Ino Haryanto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. Ketut, Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf. Rendra D.A, Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara, serta tokoh masyarakat setempat.
Di lokasi, Bupati Zukri menyaksikan secara langsung upaya Tim Satgas Darat yang telah bekerja selama lebih dari satu minggu dalam melakukan pemadaman. Selain itu, tim juga menjalankan operasi kanalisasi atau pembuatan sekat kanal guna menjaga kelembaban lahan gambut agar api tidak kembali meluas.
Bupati Zukri menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel di lapangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah bertujuan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal.
“Kami hadir di sini memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik, serta setiap kendala di lapangan dapat segera diambil langkah dan solusinya. Penanganan Karhutla ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga harus menjadi langkah jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi kebakaran masih tinggi seiring fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Juli mendatang. Untuk itu, edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran seperti membuang puntung rokok sembarangan.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat peduli api, kepala desa, dan camat.
“Kita juga akan melibatkan perusahaan untuk mendukung upaya preventif jangka panjang, termasuk pembangunan kanal-kanal dan penyediaan alat berat agar daerah rawan, khususnya lahan gambut, dapat terhindar dari kebakaran,” tegasnya.
Bupati Zukri mengungkapkan bahwa total luas lahan terdampak Karhutla di Kabupaten Pelalawan saat ini mencapai sekitar 600 hektare. Meski demikian, kondisi tersebut telah berhasil dikendalikan, dan saat ini hanya tersisa titik api di lokasi peninjauan yang tengah dalam proses pendinginan.***