Kanal

Ternyata Manusia Silver dan Pengemis di Pangkalan Kerinci Bukan Warga Pelalawan

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)-Sebagai ibu kota Kabupaten Pelalawan, Kota Pangkalan Kerinci menjadi magnet orang mengadu nasib dan peruntungan. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mulai ramai berdatangan di kota berjuluk Negeri Seiya Sekata ini.

Salah satunya PMKS Manusia Silver alias orang yang sekujur tubuhnya dikelir warna silver, namun sangat disayangkan manusia silver ini melibatkan anak dibawah umur.

Tak hanya manusia silver yang menjamur di Kota Pangkalan Kerinci, bahkan pengemis maupun peminta-minta sumbangan juga bermunculan mengatas namakan orang miskin dan anak yatim.

Padahal Pemerintah Kabupaten Pelalawan dimassa kepemimpinan Bupati H. Zukri SM memiliki program santunan untuk membantu anak yatim dan fakir miskin untuk warga Kabupaten Pelalawan.

Oleh karena itu, tim media mencoba menulusuri salah satu keluarga manusia silver yang melibatkan anak-anak di kontrakannya yang berada di Pangkalan Kerinci Timur untuk didata agar dimasukkan dalam bantuan pemerintah.

Namun setelah didata, ternyata kebanyakan mereka (manusia silver) maupun Pengemis  bukan warga Kabupaten Pelalawan, melainkan dari luar daerah.

“Sebagian besar mereka semua bukan warga Kabupaten Pelalawan melainkan mencoba ke kota Pangkalan Kerinci untuk mengadu nasib mencari rejeki dengan cara jadi manusia silver maupun mengemis,” ucap salah satu tim media, Kamis (17/4/2025).

Pantauan media saat ini belum ada penertiban oleh dinas terkait dalam memberikan pembinaan terhadap pengemis maupun pengamen manusia silver maupun peminta-minta sumbang di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.***

Ikuti Terus Pelalawanpos

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER