PELALAWAN (PelalawanPos.co) — Gerakan mahasiswa tak selalu harus hadir dalam bentuk aksi demonstrasi atau diskusi di ruang-ruang kampus. Di Kabupaten Pelalawan, Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA Persis) memilih jalan berbeda: turun langsung ke tengah masyarakat, merawat masjid, menghidupkan kajian keislaman, sekaligus berbagi kepada warga yang membutuhkan.
Semangat itu diwujudkan melalui Safari Masjid yang kali ini digelar di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan.
Kegiatan tersebut menjadi perpaduan antara aktivitas keagamaan, gotong royong dan aksi sosial. Bukan sekadar seremoni, Safari Masjid dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menerjemahkan nilai-nilai keislaman dalam bentuk pengabdian nyata.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan Masjid At-Taqwa. Mahasiswa bersama masyarakat dan sejumlah unsur yang terlibat bahu-membahu memastikan lingkungan rumah ibadah tersebut tetap bersih dan nyaman.
Suasana kemudian berlanjut dengan Maghrib Mengaji, salat Maghrib berjamaah, tahsin Al-Qur'an, hingga salat Isya berjamaah.
Usai salat Isya, jamaah mendapatkan siraman rohani melalui tausiyah yang disampaikan Dr. Yumesri, S.Sos.I., M.Pd.
Tausiyah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mengingatkan kembali pentingnya menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan kehidupan sosial masyarakat.
Ketua PD HIMA Persis Pelalawan, Agung Prayoga, menegaskan Safari Masjid tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir dengan gagasan dan kemampuan intelektual, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat secara nyata. Bagi kami, pengabdian bukan sekadar kegiatan, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan amal jariyah,” ujar Agung.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, Safari Masjid diharapkan menjadi ruang untuk mendengar kebutuhan warga, mempererat silaturahmi, sekaligus mengubah nilai-nilai keislaman menjadi aksi nyata.
“Kami ingin kader HIMA Persis tidak hanya pandai berbicara tentang perubahan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Kita datang ke masyarakat untuk belajar, bersilaturahmi, sekaligus memberikan apa yang bisa kita berikan,” katanya.
PD HIMA Persis Pelalawan menyalurkan paket sembako kepada 15 lansia di Kelurahan Pelalawan. Bantuan tersebut mendapat dukungan dari BAZNAS Kabupaten Pelalawan sebagai bagian dari penyaluran zakat kepada para mustahik.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para lansia sekaligus menjadi bukti bahwa keberadaan mahasiswa dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Tak hanya menyentuh masyarakat, kepedulian juga diarahkan kepada rumah ibadah.
PD HIMA Persis Pelalawan menyerahkan bantuan pembangunan Masjid At-Taqwa sebesar Rp2 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan dan kemakmuran masjid.
Bagi HIMA Persis Pelalawan, masjid memiliki peran penting dalam membentuk moral dan karakter generasi muda.
“Masjid adalah laboratorium untuk membentuk moral dan karakter pemuda agar siap menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” tegas Agung.
Apresiasi untuk Para Pejuang Kolaborasi
Safari Masjid tersebut juga menjadi bukti bahwa gerakan sosial akan lebih kuat ketika dilakukan secara bersama-sama.
PD HIMA Persis Pelalawan menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Masjid At-Taqwa, BAZNAS Kabupaten Pelalawan, KKN Kecamatan Pelalawan 2026, Karang Taruna Kelurahan Pelalawan, serta seluruh masyarakat yang ikut terlibat.
Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan kolaborasi tersebut, PD HIMA Persis Pelalawan turut menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Pengurus Masjid At-Taqwa, mahasiswa KKN UIN Suska Riau 2026, dan Karang Taruna Kelurahan Pelalawan.
Agung berharap gerakan sosial-keagamaan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Harapan kami sederhana, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kepedulian, persaudaraan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dan mahasiswa harus mengambil bagian dalam proses itu,” tegasnya.
Melalui Safari Masjid, PD HIMA Persis Pelalawan ingin menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan gerakan mahasiswa bukan hanya seberapa banyak gagasan yang disampaikan, tetapi juga seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.***