PELALAWAN (PelalawanPos.co)— Kepedulian terhadap masyarakat tak selalu harus diwujudkan melalui ruang sidang dan pendampingan hukum. Di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Pelalawan, advokat Suryadi, S.H., M.H. memilih turun langsung ke tengah masyarakat dengan membagikan 1.000 masker secara gratis.
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang harus tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masker dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan langsung asap dan menjaga kesehatan masyarakat.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk peduli terhadap masyarakat. Sebagai advokat, kami tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan hukum, tetapi juga ingin hadir dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung,” ujar Suryadi.
Menurutnya, persoalan kabut asap bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat semata. Dibutuhkan kepedulian dan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi dampak karhutla.
Pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, kalangan profesi hingga masyarakat umum, kata Suryadi, dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Suryadi juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pelalawan Zukri dan Kapolda Riau Herry Heryawan atas perhatian serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Semoga langkah kecil ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk melindungi masyarakat,” tuturnya.
Pembagian 1.000 masker tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kepedulian sosial dapat datang dari berbagai profesi. Bagi Suryadi, pengabdian sebagai advokat tidak berhenti pada persoalan hukum, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di tengah udara yang penuh asap, 1.000 masker mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang menerimanya, kepedulian itu menjadi bukti bahwa mereka tidak menghadapi situasi sulit ini sendirian.***