Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Pelalawan. Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. turun langsung ke lokasi kebakaran di kawasan lahan gambut Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Senin (24/8/2026).
Didampingi Wakapolres Pelalawan Kompol Arief Apriadi dan tim gabungan, Bupati Zukri memantau langsung proses pemadaman serta pendinginan yang hingga kini terus dilakukan petugas.
Yang membuat kondisi semakin mengkhawatirkan, lokasi kebakaran berada hanya sekitar 2–3 kilometer dari pusat Kota Pangkalan Kerinci. Luas lahan yang terbakar diperkirakan hampir mencapai 50 hektare.
Bupati Zukri mengatakan, pemerintah daerah tengah mengecek kesiapan operasi water bombing sebagai langkah untuk mempercepat pengendalian api, terutama mengingat karakter lahan gambut yang rawan kembali terbakar.
“Lokasi ini hanya sekitar dua sampai tiga kilometer dari ibu kota Pangkalan Kerinci. Luas yang terbakar hampir 50 hektare. Kita sedang mengecek untuk water bombing karena kita tidak boleh lengah dan harus memastikan api segera dikendalikan,” ujar Zukri.
Menurutnya, selain Pangkalan Kerinci, Kecamatan Kerumutan juga menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan Karhutla. Secara keseluruhan, luasan lahan terdampak di dua wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 800 hektare.
Tak hanya fokus memadamkan api, Pemkab Pelalawan juga mulai mengambil langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
Sekolah di wilayah yang terdampak langsung mulai diliburkan karena kondisi udara dinilai sudah cukup mengkhawatirkan. Pemerintah juga menyiapkan pengobatan gratis bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Selain itu, puluhan ribu masker mulai didistribusikan melalui Puskesmas untuk masyarakat terdampak.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Asap sudah cukup pekat dan mulai mengganggu kesehatan, sehingga anak-anak sekolah di wilayah yang terdampak langsung mulai hari ini kita liburkan,” jelasnya.
Operasi Darat dan Udara Dikerahkan
Bupati menegaskan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara. Pemerintah juga terus melakukan berbagai ikhtiar, termasuk menggelar Salat Istisqa sebagai bentuk doa bersama agar hujan segera turun dan kondisi lahan kembali membaik.
Di tengah cuaca yang ekstrem, Zukri kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Jangan melakukan pembakaran untuk membuka lahan, baik skala kecil maupun besar. Api kecil dalam kondisi cuaca seperti sekarang dapat dengan mudah membesar dan berdampak kepada banyak orang,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Sejumlah perusahaan turut mengerahkan personel, alat berat, hingga membantu pembuatan sekat kanal untuk membatasi penyebaran api sekaligus menyediakan sumber air bagi proses pemadaman.
“Mari kita gotong royong menjaga negeri ini. Terima kasih kepada TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Damkar, MPA, perusahaan, camat, kepala desa dan seluruh pihak yang terus membantu. Apa yang kita lakukan adalah ikhtiar dan ibadah agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutup Bupati Zukri.***