Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Kekecewaan menyelimuti warga Jalan Datuk Bandar, Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Jalan yang baru saja diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan kini kembali mengalami kerusakan, bahkan belum genap satu bulan setelah selesai dikerjakan.
Kerusakan itu diduga dipicu oleh pengalihan arus lalu lintas akibat proyek pembangunan Jalan Lintas Timur. Akibatnya, jalan permukiman yang semula hanya dilalui kendaraan warga kini menjadi jalur alternatif bagi kendaraan, termasuk truk dan kendaraan bertonase besar.
Salah seorang warga, Politinus, mengaku kecewa karena jalan yang sempat mulus kini kembali dipenuhi kerusakan.
"Belum sampai satu bulan pihak PUPR Pelalawan memperbaiki jalan kami, sekarang sudah rusak lagi. Ini akibat pengalihan arus lalu lintas karena pembangunan Jalan Lintas Timur," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Politinus, pihak pengelola proyek seharusnya turut bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan terhadap infrastruktur di sekitar lokasi pekerjaan.
"Karena jalan kami dijadikan jalur alternatif, seharusnya ada perhatian dan tanggung jawab dari pengelola proyek. Kami meminta mereka memperbaiki kembali jalan yang rusak akibat aktivitas tersebut," tegasnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersikap tegas dengan meminta pihak pelaksana proyek bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
"Harapan kami pemerintah memberikan solusi dan mengambil langkah tegas agar pengelola proyek bertanggung jawab memperbaiki jalan kami," tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Setepu, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari melintasi Jalan Datuk Bandar untuk mengantar anaknya ke sekolah.
Ia mengaku sempat merasa senang ketika jalan tersebut selesai diperbaiki. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena kondisi jalan kembali rusak akibat tingginya volume kendaraan yang dialihkan.
"Awalnya kami senang jalan sudah mulus, tapi belum sebulan sudah rusak lagi karena banyak mobil kecil maupun besar yang lewat akibat pengalihan arus. Jalan ini satu-satunya akses kami untuk mengantar anak sekolah dan beraktivitas setiap hari. Kalau jalannya rusak lagi, kami jadi was-was," ungkapnya.
Warga berharap pemerintah bersama pihak pelaksana proyek pembangunan Jalan Lintas Timur segera turun tangan mencari solusi agar kerusakan tidak semakin parah. Mereka juga meminta adanya komitmen untuk memperbaiki jalan yang terdampak serta memastikan akses masyarakat tetap aman dan nyaman selama proses pembangunan berlangsung.***