PelalawanPos.co— Perumda Tuah Sekata kini berada di sebuah persimpangan penting. Bukan sekadar menunggu siapa yang akan menduduki kursi Direktur Utama, tetapi menanti arah baru yang mampu membawa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini menjadi lebih sehat, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan.
Pengumuman hasil akhir seleksi Direktur Utama Perumda Tuah Sekata yang dijadwalkan pada 28 Januari 2026 menjadi momentum krusial. Publik menaruh harapan besar agar proses seleksi ini benar-benar melahirkan pemimpin yang memiliki pengalaman, integritas, serta visi bisnis yang jelas dalam mengembangkan usaha BUMD di tengah tantangan ekonomi dan tuntutan transparansi yang semakin kuat.
Harapan masyarakat bukan tanpa alasan. Sebagai BUMD, Perumda Tuah Sekata memegang peran strategis bukan hanya sebagai mesin pendapatan daerah, tetapi juga sebagai instrumen pelayanan publik dan penggerak ekonomi lokal. Karena itu, sosok Direktur Utama yang terpilih nantinya harus mampu menjawab dua kepentingan seksosial keberlanjutan bisnis dan manfaat sosial.
Tahapan akhir seleksi yang akan ditentukan melalui wawancara final oleh Bupati Pelalawan H. Zukri dan Wakil Bupati Husni Tamrin selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menjadi penentu arah kepemimpinan Perumda Tuah Sekata ke depan. Pada titik inilah, objektivitas, rekam jejak, dan kapasitas manajerial para kandidat seharusnya menjadi pertimbangan utama, jauh dari kepentingan sempit maupun kompromi politis.
Tiga nama yang lolos ke tahap akhir, Aswan, Denny Gunawan, dan Fazly Hermawan masing-masing membawa latar belakang dan keunggulan tersendiri. Aswan sebagai Direktur Operasional sekaligus Plt Dirut memahami dinamika internal perusahaan. Denny Gunawan, selaku Dewan Pengawas, memiliki perspektif pengawasan dan tata kelola. Sementara Fazly Hermawan, sebagai kandidat eksternal, menawarkan kemungkinan lahirnya gagasan baru dan terobosan segar dari luar lingkar internal.
Namun, yang lebih penting dari siapa yang terpilih adalah bagaimana kepemimpinan baru nanti mampu melakukan pembenahan menyeluruh memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme SDM, membuka peluang usaha yang realistis, serta membangun kepercayaan publik. Tanpa itu semua, pergantian pucuk pimpinan hanya akan menjadi rutinitas administratif tanpa dampak berarti.
Masyarakat Pelalawan menunggu lebih dari sekadar nama. Yang dinanti adalah perubahan nyata. Direktur Utama Perumda Tuah Sekata yang baru harus hadir sebagai nahkoda yang berani, bersih, dan visioner mampu membawa kapal BUMD ini berlayar menuju kemandirian, kontribusi PAD yang signifikan, dan manfaat luas bagi daerah.
Kini, bola berada di tangan para pengambil keputusan. Semoga pilihan yang diambil benar-benar menjadi jawaban atas harapan masyarakat, bukan sekadar formalitas pergantian jabatan.
Penulis : Erik Suhenra S. I. Kom
Menanti Nahkoda Baru Perumda Tuah Sekata
Ikuti Terus Pelalawanpos