Pekanbaru (PelalawanPos.co)– Persoalan tunggakan pembayaran listrik pascabayar dinilai tidak semata-mata sebagai masalah administratif, melainkan berkaitan erat dengan persepsi publik dan efektivitas komunikasi layanan. Isu ini diangkat oleh Panji Arya Wirawan, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning (Unilak), di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, S.E., M.M.
Sebagai pegawai di Unit Layanan Pelanggan PLN, Panji melihat secara langsung bahwa meskipun kampanye pembayaran tepat waktu telah lama dilakukan, masih banyak pelanggan yang melakukan pembayaran melewati tanggal batas akhir. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan denda, risiko pemutusan sementara, serta menghambat percepatan pendapatan perusahaan.
Menurut Panji, permasalahan tunggakan tidak dapat diselesaikan hanya dengan imbauan rutin. Diperlukan pendekatan Agenda Setting Theory, yakni strategi komunikasi yang mampu membentuk persepsi masyarakat bahwa pembayaran listrik tepat waktu merupakan kebutuhan penting, bukan sekadar kewajiban administratif.
“Agenda setting bekerja ketika isu yang dianggap penting oleh organisasi juga menjadi penting bagi masyarakat. Dalam konteks PLN, pesan mengenai risiko tunggakan, kenyamanan penggunaan listrik, serta kemudahan pembayaran harus dikemas secara relevan dan konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, informasi tentang pembayaran listrik perlu disampaikan tidak hanya sebagai pengumuman, tetapi juga sebagai pesan yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan pelanggan. Pemanfaatan kanal digital seperti PLN Mobile dan platform pembayaran daring lainnya dinilai menjadi sarana strategis untuk memperkuat pesan tersebut.
Sebagai gagasan profesional, Panji mengusulkan penguatan strategi komunikasi berbasis perilaku pelanggan. Pertama, pemanfaatan reminder digital yang lebih personal melalui aplikasi PLN Mobile. Kedua, penyederhanaan pesan terkait risiko tunggakan agar mudah dipahami masyarakat. Ketiga, penguatan edukasi layanan di Unit Layanan Pelanggan untuk mencegah konflik saat terjadi pemutusan sementara.
“Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pelanggan dan menurunkan tingkat tunggakan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Chandra Bagus, pelanggan sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, menilai gagasan yang disampaikan Panji relevan dan strategis. Menurutnya, Panji mampu mengangkat isu yang terkesan sederhana menjadi analisis manajerial yang lebih komprehensif dengan mengaitkan perilaku pelanggan, komunikasi publik, dan agenda setting.
Dr. Chandra menambahkan bahwa keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada konsistensi pesan, optimalisasi kanal digital, serta kemampuan PLN membangun persepsi bahwa pembayaran listrik tepat waktu merupakan bagian dari kenyamanan hidup masyarakat.
“Jika dijalankan secara konsisten, pendekatan ini dapat memperkuat hubungan antara PLN dan pelanggan serta mempercepat penurunan tunggakan secara signifikan,” tutupnya.***