Kepala Balai TN Tesso Nilo, Heru Sutmantoro S.Hut, MM bersama Rawin SH, Kamis (6/1/2022).
PelalawanPos.co- Menanggapi pernyataan Doktor Lingkungan DR Elvriadi terkait statmen di media beberapa waktu lalu saat mengunjungi masyarakat adat di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
Hal itu mendapat tanggapan Kepala Balai TN Tesso Nilo Heru Sutmantoro S.Hut, MM menjelaskan bahwa TNTN sudah melibatkan masyarakat untuk kegiatan pemulihan ekosistem rehabilitasi melalui kemitraan konservasi sejak tahun 2019, ada 9 Kelompok Tani Hutan Konservasi, dengan anggota 207 kepala keluarga, untuk masyarakat tempatan.
"Alhamdulillah, tadi sudah diskusi dengan Bang Rawin SH terkait hal di atas," kata Kepala Balai TN Tesso Nilo, Heru Sutmantoro S.Hut, MM melalui pesan WhatsApp pribadinya, Jumat (7/1/2022).
Sambung Heru, TNTN sangat membuka kesempatan bagi siapa pun terutama kelompok adat termasuk Datuk, Bathin, dan masyarakat setempat untuk terlibat dalam kegiatan perhutanan sosial dalam kawasan TNTN dalam bentuk kemitraan konservasi.
"Kegiatan melalui pemulihan ekosistem rehabilitasi, mengembalikan keadaan hutan yang rusak terbuka dengan menanam tanaman hutan seperti Sialang, Kempas, Pulai, Meranti dan tanaman serbaguna seperti Petai, Jengkol, Kemiri, Durian, Aren. Terkecuali untuk tanaman sawit tidak boleh ditanam di kawasan TNTN.
"Kita harus jaga hutan yang tersisa di TNTN lebih kurang seluas 13 ribu hektar, tidak boleh ada lagi yang merusak, membuka dan merambah, Ilegal logging dengan dalih apapun. Karena hutan tersisa ini tempat tergantung sebagian masyarakat setempat untuk mencari madu, rotan, getah damar, ikan dan buah buahan hutan. Juga tempat bagi keberlangsungan hidup gajah sumatera yang saat ini populasinya diperkirakan mencapai 150 ekor," lanjutnya.
Ditambahkanya, bahwa pihaknya sampai dengan saat ini TNTN sudah melakukan pemulihan ekosistem rehabilitasi hutan seluas 3.585 hekar, melalui kegiatan RHL dan Rehab DAS yang difasilitasi oleh BPDAS Indragiri Rokan.***