24 Hari di Pelalawan, Tim Mabes TNI Tinggalkan Pesan Penting soal Karhutla

Rabu, 23 September 2026

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)— Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat.

Setelah lebih kurang 24 hari melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI akhirnya berpamitan kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Acara silaturahmi sekaligus izin pamit tersebut berlangsung di Kantor Bupati Pelalawan, Senin (21/9/2026).

Tim yang dipimpin Mayjen TNI Dedi Zulkifli itu diterima langsung oleh Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. Turut hadir Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H., Asisten I Setda Pelalawan Zulkifli, jajaran Kodim 0313/KPR serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Zukri menyampaikan apresiasi kepada Mabes TNI yang telah turun langsung memberikan penyuluhan kepada masyarakat selama berada di Pelalawan.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Mabes TNI yang telah datang dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Kami yakin ini akan membantu pemerintah dalam melakukan langkah-langkah preventif terhadap kebakaran hutan dan lahan,” ujar Zukri.

Bupati Zukri menjelaskan, Pemkab Pelalawan telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung pencegahan Karhutla. Salah satunya dengan membantu masyarakat membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Pemkab Pelalawan, kata Zukri, menyediakan lima unit alat berat yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk membuka lahan.

Program tersebut sebelumnya sempat dihentikan karena keterbatasan kondisi keuangan daerah. Namun, saat ini program kembali dijalankan sebagai salah satu langkah pemerintah mendorong masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, bantuan alat berat tersebut tidak semata-mata untuk membuka lahan, tetapi juga dapat mendukung aktivitas pertanian masyarakat dengan tetap memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Persoalan tata kelola air di kawasan gambut juga menjadi perhatian Bupati Pelalawan. Terlebih ketika memasuki periode kemarau, kondisi gambut yang mengering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Zukri menekankan pentingnya menjaga kelembapan gambut serta memastikan tata kelola air berjalan dengan baik.

“Gambut harus dijaga kelembapannya. Tata kelola air sangat penting, karena kalau gambut kering, dipantik sedikit saja bisa menimbulkan kebakaran yang besar,” jelasnya.

Ia menilai pencegahan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Upaya preventif, edukasi masyarakat dan pengelolaan lahan menjadi bagian penting untuk menekan potensi kebakaran sejak awal.

Pemda Terbentur Regulasi Status Lahan
Di sisi lain, Pemkab Pelalawan masih menghadapi tantangan dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengelola atau membuka lahan dengan status kawasan tertentu.

Bupati menjelaskan, sebagian lahan masyarakat berada pada kawasan yang memiliki status dan ketentuan berbeda, seperti kawasan hutan produksi, hutan tanaman industri maupun kawasan lainnya.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus berhati-hati dalam memberikan bantuan.

“Pemda tentu tidak berani memberikan bantuan jika tidak sesuai regulasi, karena ini juga berisiko bagi pemerintah daerah. Karena itu, pertemuan ini penting untuk membangun sinergi dan mendengarkan aspirasi masyarakat,” katanya.

Menurut Zukri, sinergi lintas sektor menjadi penting agar persoalan Karhutla tidak hanya dilihat dari sisi penanganan kebakaran, tetapi juga dari aspek pencegahan, edukasi, pengelolaan lahan dan kepastian aturan.

Bupati berharap berakhirnya kegiatan penyuluhan Mabes TNI di Pelalawan tidak berarti berakhir pula sinergi yang telah dibangun.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

“Kami berharap setelah ini sinergitas semakin konkret. Kami juga berharap dukungan Mabes TNI di Pelalawan dapat membantu percepatan upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Pelalawan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Mayjen TNI Dedi Zulkifli menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan selama tim melaksanakan kegiatan penyuluhan.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan izin pamit tim setelah menyelesaikan rangkaian penyuluhan Karhutla selama kurang lebih 24 hari di Kabupaten Pelalawan.

Kegiatan tersebut diharapkan meninggalkan penguatan pemahaman di tengah masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pelalawan.***