Bupati Zukri Gerak Cepat Atasi Banjir Pangkalan Kerinci: Jangan Tunggu Banjir Datang Baru Bergerak!

Jumat, 11 September 2026

Foto: Rapat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Banjir Kabupaten Pelalawan.

PELALAWAN (PelalawanPos.co) – Persoalan banjir di Kota Pangkalan Kerinci kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Banjir bergerak lebih cepat mengatasi titik-titik rawan genangan, terutama saluran air yang dinilai menghambat aliran.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati melalui Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan, Drs. Fakhrizal, M.Si., saat memimpin rapat Satgas Penanganan Banjir di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, Kamis (10/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas PUPR Pelalawan Irham Nisbar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Faisal, S.STP., sejumlah lurah di Kecamatan Pangkalan Kerinci, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang tergabung dalam Satgas Penanganan Banjir.

Dalam arahannya, Fakhrizal menegaskan bahwa pesan Bupati sangat jelas: penanganan tidak boleh menunggu sampai banjir terjadi.

“Fokus kita terlebih dahulu pada titik-titik yang menghambat aliran air. Kalau memang ada yang harus dibuka atau ditangani segera, lakukan secepatnya. Jangan menunggu banjir datang baru kita bergerak,” tegas Fakhrizal.

Fakhrizal menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah menetapkan sembilan kegiatan prioritas penanganan banjir di Kota Pangkalan Kerinci pada Tahun Anggaran 2026. Seluruh program tersebut dikoordinasikan oleh Dinas PUPR.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas drainase sekaligus memperlancar aliran air di sejumlah kawasan yang selama ini rawan mengalami genangan.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mengoptimalkan seluruh peralatan yang tersedia untuk mempercepat pengerukan dan pembersihan drainase yang tersumbat.

Sejumlah pekerjaan drainase telah dilaksanakan maupun sedang berjalan, di antaranya drainase Jalan Lintas Timur, tepatnya dari seberang Toko Mas Sumbar Riau hingga Jalan Cempedak.

Pembangunan juga mencakup drainase Jalan Sekolah Gang At-Tauhid III, Jalan Pinang Ujung, Jalan Ade Irma Suryani, serta Jalan Keluarga.

Sementara itu, pembangunan dan penataan drainase di Jalan Pemda juga akan segera dilaksanakan.

Tak hanya pembangunan fisik, pemeliharaan saluran air juga menjadi perhatian. Pemerintah akan melakukan pembersihan outlet drainase di kawasan Jalan BTN, samping GGM Studio, serta drainase di Jalan Akasia, khususnya di sekitar Ayam Penyet Baper.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab Pelalawan bahkan telah membentuk tim khusus pembersihan drainase berskala kecil.

Sebanyak 33 personel dibagi menjadi tiga tim dan secara rutin menyisir saluran drainase di Kota Pangkalan Kerinci untuk menemukan sekaligus membersihkan titik-titik yang mengalami penyumbatan.

Jika ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih besar, pemerintah akan mengerahkan personel dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dinas Perhubungan dan Satpol PP juga disiapkan untuk memberikan dukungan, terutama dalam pengamanan, rekayasa lalu lintas, dan menjaga kondusivitas selama pekerjaan berlangsung.

Tim terpadu juga melakukan koordinasi khusus terkait penanganan banjir di kawasan Jalan Akasia.

Pemerintah memastikan proses pembersihan drainase dilakukan secara maksimal agar aliran air dapat kembali berfungsi dengan baik.

Namun, pemerintah menyadari bahwa persoalan banjir tidak hanya dapat diselesaikan dengan pekerjaan fisik. Kesadaran masyarakat juga menjadi bagian penting.

Karena itu, Fakhrizal meminta camat, lurah, RT dan RW terus menggerakkan masyarakat melalui kegiatan gotong royong membersihkan saluran drainase.
Masyarakat juga diminta tidak menjadikan parit dan drainase sebagai tempat pembuangan sampah. 

Fakhrizal menegaskan, Satgas Penanganan Banjir harus bekerja secara terpadu. OPD yang menjadi leading sector diminta bergerak cepat, sementara OPD lainnya memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Penanganan banjir merupakan kerja bersama. OPD yang menjadi leading sector harus bergerak cepat, sementara OPD lainnya memberikan dukungan sesuai tugas masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan, kelurahan, RT dan RW, serta dukungan masyarakat dapat mempercepat penanganan persoalan banjir di Kota Pangkalan Kerinci.

“Dengan kolaborasi yang baik, kita berharap penanganan banjir di Kota Pangkalan Kerinci dapat lebih maksimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tutup Fakhrizal.***