Kebun Melon Ketua RT di Pangkalan Kerinci Ini Diserbu Warga: Buah Belum Matang Sudah Punya Pemilik

Ahad, 06 September 2026

Kebun Melon Ketua RT. 003 RW. 08 Pangkalan Kerinci Kota berada di Jalan Pemda Gg Guru Pangkalan Kerinci Kota.

PANGKALAN KERINCI (PelalawanPos.co) — Siapa sangka lahan kosong berukuran 15 x 30 meter di tengah kawasan Pangkalan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan, Riau, bisa berubah menjadi kebun melon yang justru membuat warga rela datang dan memetik buah sendiri.

Adalah Mahadi Nugroho, Ketua RT 003 RW 08 Pangkalan Kerinci Kota, yang menyulap lahan kosong tersebut menjadi kebun melon produktif.

Sebanyak 350 batang melon ditanam Mahadi dengan tiga varietas, yakni Melon Golden, Melon Ceria dan Melon Merlin. Kini, hasilnya mulai dipanen.

Namun ada yang menarik dari kebun melon milik Mahadi. Warga yang membeli tidak sekadar datang mengambil buah yang sudah dipanen. Mereka justru datang langsung ke kebun, memilih, kemudian memetik sendiri melon yang telah mereka pesan.

Uniknya lagi, hampir setiap buah melon yang siap panen sudah memiliki pemilik. Satu per satu buah diberi tanda berupa kertas bertuliskan nama konsumen. Dengan cara tersebut, warga sudah mengetahui melon mana yang menjadi miliknya dan tinggal menunggu waktu panen.

Dari sekitar 800 buah melon yang dihasilkan, sebagian besar bahkan telah dipesan wwarga Ketika buah mulai matang, konsumen datang bergantian ke kebun untuk memetik langsung buah pilihannya.

Suasana seperti inilah yang membuat kebun melon Mahadi berbeda. Kebun bukan hanya menjadi tempat budidaya, tetapi juga berubah menjadi ruang interaksi antara petani dan konsumen.

Bahkan, tingginya antusiasme masyarakat membuat produksi melon yang ada belum mampu memenuhi seluruh ppermintaan Banyak warga yang datang ke kebun, namun harus pulang dengan tangan kosong karena seluruh buah sudah memiliki pemilik.

Hal tersebut disampaikan Mahadi saat kebunnya dikunjungi Ketua JMSI Kabupaten Pelalawan, Erik Suhenra, Sabtu (5/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Erik juga ikut merasakan pengalaman memetik langsung melon dari kebun.

"Alhamdulillah, 350 batang dengan diperkirakan jumlah buah lebih kurang 800 buah melon ini, setengahnya sudah dipanen langsung oleh pembeli. Diperkirakan masih ada sekitar 200 buah lagi yang saat ini berangsur-angsur dipanen oleh pembeli," ujar Mahadi.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi kejutan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan budidaya melon.

"Banyak sekali yang datang pak, sehingga tidak kebagian buah melon. Kita ada tiga jenis melon di sini, di antaranya Melon Golden, Melon Ceria dan Melon Merlin. Pembeli langsung panen di kebun kita," ucapnya.

Bagi Mahadi, kebun melon ini bukan semata-mata soal menghasilkan buah dan mendapatkan keuntungan.

Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa lahan kosong yang selama ini tidak termanfaatkan dapat diubah menjadi sumber ekonomi sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.

Budidaya melon juga dinilai memiliki potensi yang cukup besar apabila dikelola secara serius. Antusiasme masyarakat yang rela datang langsung ke kebun menjadi sinyal bahwa pasar buah segar hasil budidaya lokal cukup menjanjikan.

Model penjualan langsung seperti yang dilakukan Mahadi juga memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen. Mereka bisa melihat sendiri proses budidaya, memilih buah, sekaligus memetik melon yang akan dibawa pulang.

"Bukan hanya untuk saya, mudah-mudahan ini menjadi awal bagi kami para petani melon untuk mengembangkan usaha budidaya melon," harap Mahadi.

Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat maupun petani yang tertarik mempelajari budidaya melon.

"Mudah-mudahan ke depan para petani dan teman-teman bisa belajar bersama untuk mengembangkan potensi budidaya melon yang luar biasa mantap ini," pungkasnya.

Dari lahan kosong seluas 450 meter persegi, Mahadi kini telah menghadirkan lebih dari sekadar kebun. Ada peluang usaha, pengalaman bertani, dan sebuah pelajaran sederhana bahwa lahan yang terbatas pun bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai, jika dikelola dengan kemauan dan ketekunan.***