Karhutla Pelalawan Belum Reda, 969 Hektare Lahan di Kerumutan Terbakar

Jumat, 28 Agustus 2026

PELALAWAN (PelalawanPos.co)– Upaya memutus ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan terus diperkuat. Di tengah penanganan kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI AD Wilayah Riau turun langsung mendorong penguatan pencegahan melalui edukasi dan sinergi lintas sektor.

Kunjungan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI AD tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan yang mewakili Bupati Pelalawan, di Ruang Rapat Kantor Bupati Pelalawan, Kamis (27/8/2026).

Tim dipimpin Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Brigjen TNI Dedy. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus membangun koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah Karhutla sejak dini.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan Zulfan memaparkan kondisi terkini penanganan Karhutla, terutama di Kecamatan Kerumutan dan Desa Rantau Baru yang masih menjadi titik perhatian tim gabungan.

Di Kerumutan, sekitar 70 persen titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah titik masih membutuhkan pemadaman dan pendinginan.

“Di Kerumutan, penanganan masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, masyarakat sekitar hingga perusahaan. Saat ini sekitar 70 persen api sudah berhasil dipadamkan dan tersisa beberapa titik yang masih dalam proses pemadaman serta pendinginan,” jelas Zulfan.

Besarnya skala kebakaran membuat penanganan membutuhkan pengerahan sumber daya yang cukup besar. Sekitar 330 personel, 18 unit alat berat dan 71 mesin pemadam dari berbagai tipe dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran di wilayah tersebut.

Berdasarkan data sementara BPBD Pelalawan, luas lahan yang terbakar di Kecamatan Kerumutan mencapai sekitar 969 hektare. Sementara itu, kebakaran di Desa Rantau Baru telah mencapai lebih dari 400 hektare.

Kondisi di Rantau Baru menjadi perhatian khusus lantaran lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga. Tim gabungan pun memprioritaskan upaya pemblokiran agar kobaran api tidak meluas dan mengancam masyarakat.

“Khusus di Rantau Baru, kami fokus melakukan pemblokiran agar api tidak merambat ke permukiman masyarakat, karena lokasinya cukup dekat dengan perkampungan,” tambahnya.


Brigjen TNI Dedy menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah membesar. Pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat harus menjadi bagian penting dalam memutus siklus kebakaran yang terus berulang.

Menurutnya, kesadaran masyarakat, perubahan perilaku, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menekan munculnya titik panas di masa mendatang.

“Karhutla bukan hanya persoalan bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana mencegahnya sejak awal. Karena itu, edukasi dan sinergi seluruh pihak sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Pelalawan, Sekda Tengku Zulfan menyampaikan apresiasi atas perhatian Mabes TNI AD terhadap kondisi Karhutla di Kabupaten Pelalawan.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, perusahaan dan seluruh elemen terkait sangat diperlukan, baik dalam menghadapi kebakaran yang sedang terjadi maupun membangun sistem pencegahan untuk jangka panjang.

“Kami menyambut baik kegiatan penyuluhan ini. Penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi dan koordinasi semua pihak, tidak hanya dalam pemadaman, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mencegah kebakaran agar tidak kembali terjadi,” ungkap Tengku Zulfan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan, Kepala Dinas PUPR Irham Nisbar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Eko Nofitra, perwakilan Polres Pelalawan, perwakilan Kejari Pelalawan serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Dengan masih luasnya lahan yang terdampak kebakaran, penguatan pencegahan dan edukasi masyarakat dinilai menjadi langkah strategis agar upaya penanganan Karhutla tidak berhenti ketika api padam, tetapi berlanjut hingga mampu mencegah kebakaran baru.***