EMP Bentu Peduli Lingkungan, Kendaraan Roda Tiga Diserahkan untuk Bank Sampah Pelalawan

Kamis, 13 Agustus 2026

Kepala DLH Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra langsung menerima bantuan kendaraan roda tiga pengakut sampah dari EMPAT Bentu Limited.

Pangkalan Kerinci (PelalawanPos.co)– Sampah rumah tangga tak lagi sekadar berakhir di tempat pembuangan. Di tangan Bank Sampah Induk Berseri, sampah terpilah bisa berubah menjadi rupiah sekaligus membantu menjaga lingkungan tetap bersih. Namun, satu persoalan masih menjadi kendala: akses penjemputan sampah dari rumah warga.

Kini, kendala tersebut mendapat solusi. EMP Bentu Limited menyerahkan satu unit kendaraan angkutan sampah roda tiga kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan untuk mendukung layanan penjemputan sampah Bank Sampah Induk Berseri di Pangkalan Kerinci.

Kendaraan berkapasitas angkut hingga 150 kilogram itu diserahkan di Kantor DLH Kabupaten Pelalawan, Rabu (12/8/2026).

Bantuan tersebut diharapkan membuat layanan penjemputan lebih fleksibel, terutama menjangkau wilayah yang sulit dilalui mobil pikap.

Bank Sampah Induk Berseri saat ini memiliki 305 nasabah aktif dan terhubung dengan 10 unit bank sampah melalui nota kesepahaman (MoU). Layanan saat ini mencakup wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Direktur Bank Sampah Induk Berseri, Oki Pawarto, mengatakan selama ini pengumpulan sampah dilakukan menggunakan mobil pikap atau nasabah datang langsung mengantarkan sampah. Kondisi tersebut membuat tidak semua wilayah dapat dilayani secara optimal.

“Dengan adanya kendaraan roda tiga ini, penjemputan dapat dilakukan lebih sering dan menjangkau daerah yang tidak dapat dilalui mobil pikap,” ujar Oki.

Menurutnya, penjemputan nantinya direncanakan dapat dilakukan dua kali dalam seminggu, atau menyesuaikan permintaan nasabah yang ingin sampah terpilahnya dijemput langsung dari rumah.

Saat ini, Bank Sampah Induk Berseri mampu mengumpulkan sekitar 200 hingga 600 kilogram sampah per bulan, meski jumlahnya masih mengalami fluktuasi.

Sampah yang masih bersih dan memiliki nilai guna, seperti botol plastik, dapat dijual maupun dimanfaatkan kembali. Hasil penjualan kepada pengepul kemudian dicatat oleh pengelola bank sampah.

Field SHE Officer EMP Bentu Limited, Adi Kurniawan, mengatakan kendaraan tersebut diperuntukkan bagi Bank Sampah Induk Kabupaten Pelalawan untuk mendukung pengumpulan sampah dari masyarakat.

Menurutnya, sampah rumah tangga yang terkumpul tidak hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kendaraan roda tiga ini merupakan bentuk komitmen EMP Bentu Limited dalam mendukung pengelolaan sampah dan berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk Kabupaten Pelalawan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk terus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab lingkungan perusahaan sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat.

Act. Area Manager EMP Bentu Limited, Dadi Mulyadi, menegaskan bantuan tersebut diarahkan untuk kebutuhan operasional agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif.

“Yang penting bagi kami adalah fasilitas yang diberikan benar-benar digunakan dan memberikan manfaat. Kami berharap kendaraan ini dapat membantu Bank Sampah menjalankan layanan penjemputan dengan lebih baik sekaligus mendorong masyarakat untuk memilah sampah yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Kepala DLH Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra, menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, kendaraan angkutan merupakan salah satu sarana penting dalam mendukung pengelolaan sampah, khususnya pelayanan Bank Sampah di Pangkalan Kerinci.

“Kendaraan ini merupakan salah satu yang kami butuhkan dalam rangka melakukan pengelolaan sampah, terutama yang kami lakukan di Pangkalan Kerinci,” ujar Eko.

Ia berharap kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang bekerja sama dengan Bank Sampah Induk yang dikelola DLH Kabupaten Pelalawan.

Dengan hadirnya kendaraan roda tiga tersebut, Bank Sampah Induk Berseri menargetkan jumlah nasabah meningkat, wilayah pelayanan semakin luas dan volume sampah yang ditabung ikut bertambah.

Kemudahan layanan penjemputan diharapkan membuat masyarakat semakin terdorong memilah sampah sejak dari rumah.

Sebab, dari botol plastik, kardus, kertas hingga berbagai sampah terpilah lainnya, ada nilai ekonomi yang bisa dikembalikan kepada masyarakat.

Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna kini punya cerita berbeda: dijemput dari rumah, dipilah, ditabung, lalu berubah menjadi nilai rupiah.

Langkah kecil ini sekaligus menjadi pesan besar bagi Pangkalan Kerinci: menjaga kebersihan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.***