HUT ke-25 Puskesmas Kerumutan, Bupati Zukri Minta Pelayanan Kesehatan Jemput Bola ke Rumah Warga

Jumat, 07 Agustus 2026

PELALAWAN (PelalawanPos)– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Puskesmas Kerumutan tidak sekadar menjadi momentum perayaan. Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, MM mendorong seluruh tenaga kesehatan agar semakin dekat dengan masyarakat, bahkan mendatangi langsung warga yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Zukri saat menghadiri rangkaian HUT ke-25 Puskesmas Kerumutan yang diisi dengan kegiatan jalan sehat dan cek kesehatan gratis di Kecamatan Kerumutan, Jumat (7/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Puskesmas Kerumutan juga menghadirkan dokter spesialis anak untuk pemeriksaan kesehatan anak serta dokter spesialis kandungan untuk pelayanan USG kehamilan gratis.

Bupati Zukri menegaskan, pelayanan kesehatan harus benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga kurang mampu yang terkadang tidak memiliki akses maupun biaya untuk datang ke fasilitas kesehatan.

"Pesan saya kepada tenaga medis, pastikan layani masyarakat dengan sepenuh hati, layani masyarakat dengan ikhlas. Kepala Puskesmas harus tahu kalau ada masyarakat yang tidak bisa berobat karena tidak punya biaya. Misalnya ada yang stroke, tapi karena miskin kadang naik motor tidak ada yang mengantar, datangi ke rumah mereka. Intinya buat sistem jemput bola di rumah," ujar Zukri.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dasar, khususnya bidang kesehatan.

"Saat ini kondisi anggaran daerah kita dalam keadaan sulit. Bukan berarti mengurangi niat dan nawaitu kita untuk memajukan daerah ini, terutama bagaimana bisa melayani kesehatan lebih baik untuk masyarakat," tegasnya.
14 Puskesmas Layani Masyarakat Pelalawan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, H. Asril, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Pelalawan memiliki empat rumah sakit yang mendukung pelayanan dan rujukan masyarakat.

Keempatnya terdiri dari satu rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Selasih, serta tiga rumah sakit swasta, yaitu RS Medicare, RS Evaria dan RS Amelia Medika.

Selain rumah sakit, Pelalawan juga memiliki 14 Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. Fasilitas tersebut menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan dan siap memberikan pelayanan selama 24 jam.

Namun, dari 14 Puskesmas tersebut, saat ini baru tujuh Puskesmas yang telah dapat memberlakukan pelayanan rawat inap.

Bupati Soroti Jalan Masuk Puskesmas
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Zukri juga menyoroti akses jalan menuju Puskesmas Kerumutan.

Ia meminta pihak EMP Energi Riau agar dapat mempercepat rehabilitasi jalan masuk menuju Puskesmas Kerumutan. Menurutnya, akses jalan yang baik sangat penting untuk memudahkan masyarakat, terutama pasien dan keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Bupati berharap seluruh pihak dapat bersinergi agar fasilitas kesehatan tidak hanya memiliki tenaga medis dan sarana yang memadai, tetapi juga didukung akses yang mudah bagi masyarakat.

Peringatan HUT ke-25 Puskesmas Kerumutan pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

"Selamat Hari Jadi ke-25 Tahun Puskesmas Kerumutan. Semoga Puskesmas ini bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Amin ya rabbal alamin," tutup Bupati Zukri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD Kabupaten Pelalawan, kepala Puskesmas se-Kabupaten Pelalawan, dokter spesialis kandungan dr. Irfanzil, Sp.OG, dokter spesialis anak dr. Masitah Nasution, Sp.A, Camat Kerumutan Rusdiyanto, S.Kep, Ketua TP PKK Kerumutan Nurjasmi, S.Tr.Keb, Manager EMP Energi Riau Joni Ridas, perwakilan RS Medicare, kepala desa/lurah, kepala sekolah, kader Posyandu, serta masyarakat se-Kecamatan Kerumutan.

Seperempat abad Puskesmas Kerumutan menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang bagaimana pemerintah dan tenaga kesehatan hadir ketika masyarakat benar-benar membutuhkan.***